BREAKING NEWS

Wednesday, September 30, 2026

Guru RA Mendidik Generasi Emas, Kesejahteraannya Perlu Terus Diperkuat


NASIONAL, korantangsel.com - Guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Mereka bukan hanya mengajarkan pengetahuan dasar, tetapi juga ikut membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan dan kemampuan sosial anak.

Namun, di tengah pentingnya peran tersebut, persoalan kesejahteraan guru RA perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Bendahara DPD Partai Masyumi Kota Tangerang, Hj. Kartinah, S.Pd., mengatakan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak usia dini harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap para guru yang berada di garis depan proses pendidikan tersebut.

“Jangan hanya berbicara tentang generasi emas. Kita juga harus berbicara tentang siapa yang mendidik generasi emas tersebut. Guru RA setiap hari berhadapan langsung dengan anak-anak dan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter mereka sejak usia dini,” ujar Hj. Kartinah.

Berdasarkan data Kementerian Agama melalui EMIS yang tercantum dalam Provinsi Banten Dalam Angka 2026, pada tahun ajaran 2025/2026 Kota Tangerang memiliki 350 satuan pendidikan Raudhatul Athfal dengan 1.448 pendidik/kepala sekolah dan 14.519 peserta didik.

 

Data tersebut juga mencatat bahwa seluruh RA di Kota Tangerang berstatus swasta.

Menurut Kartinah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena guru RA berada dalam lingkungan pendidikan swasta dan memiliki karakteristik pengelolaan yang berbeda dengan sekolah negeri.

“Karena seluruh RA di Kota Tangerang berstatus swasta, kita perlu melihat bagaimana kondisi kesejahteraan guru di lapangan. Berapa honor yang mereka terima dari lembaga atau yayasan, berapa insentif yang diterima dari pemerintah, bagaimana jaminan sosialnya dan bagaimana kesempatan mereka untuk meningkatkan kompetensi,” katanya.

Kartinah mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Tangerang yang memberikan dukungan kepada guru RA.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pemberian Insentif dan Pembiayaan Kesejahteraan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, guru non-PNS Raudhatul Athfal pada satuan pendidikan swasta mendapatkan insentif sebesar Rp650.000 per bulan.

“Kami mengapresiasi adanya perhatian pemerintah melalui pemberian insentif Rp650 ribu per bulan. Tetapi perlu ditegaskan bahwa angka tersebut adalah insentif, bukan berarti total penghasilan atau gaji guru RA hanya Rp650 ribu,” jelas Kartinah.

Menurutnya, justru diperlukan data yang lebih lengkap mengenai kondisi penghasilan guru RA agar kebijakan kesejahteraan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

“Yang perlu kita ketahui adalah berapa total penghasilan yang diterima guru RA setiap bulan. Jangan hanya melihat insentif pemerintah. Kita harus melihat honor dari lembaga, beban kerja, masa kerja, status kepegawaian, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta akses terhadap sertifikasi,” ujarnya.

Kartinah juga menilai penting untuk memastikan guru RA mendapatkan kesempatan yang sama dalam peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional.

“Guru RA memiliki tanggung jawab yang besar. Mereka mendidik anak-anak pada fase yang sangat menentukan perkembangan karakter dan kemampuan dasar. Karena itu, peningkatan kualitas guru harus berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan mereka,” katanya.

DPD Partai Masyumi Kota Tangerang mendorong adanya pemetaan kondisi guru RA secara lebih menyeluruh.

 

Pemetaan tersebut antara lain meliputi:

1. Jumlah guru RA non-ASN di Kota Tangerang.

2. Besaran honor yang diterima guru dari lembaga atau yayasan.

3. Besaran insentif pemerintah yang diterima.

4. Status kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

5. Jumlah guru yang telah memperoleh sertifikasi.

6. Jumlah guru yang belum tersertifikasi.

7. Beban kerja dan jam mengajar guru.

8. Akses terhadap pelatihan dan peningkatan kompetensi.

9. Kondisi kesejahteraan guru RA di masing-masing kecamatan.

“Kami berharap pemerintah bersama Kementerian Agama, IGRA, yayasan dan pengelola RA dapat duduk bersama untuk melihat persoalan ini secara menyeluruh. Jangan sampai ada guru yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak-anak, tetapi kesejahteraannya belum sebanding dengan beban yang mereka jalankan,” tutur Kartinah.

Kartinah menegaskan bahwa perhatian terhadap guru RA bukanlah upaya untuk menyalahkan pihak tertentu.

“Ini bukan soal menyalahkan pemerintah atau yayasan. Ini soal bagaimana kita bersama-sama memastikan pendidikan anak usia dini berjalan dengan baik dan para gurunya mendapatkan perhatian yang layak,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi Kota Tangerang.

“Kalau kita ingin anak-anak Kota Tangerang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak dan memiliki karakter kuat, maka kita harus memperhatikan guru yang mendidik mereka sejak awal. Guru RA adalah bagian penting dari investasi masa depan Kota Tangerang,” pungkas Hj. Kartinah, S.Pd. (korantangsel.com – dini)

Thursday, September 24, 2026

Cuman Omon-Omon, Janji Camat Parung Panjang Menutup Galian C Ilegal Hanya Retorika Tanpa Aksi Nyata

Cuman Omon-Omon, Janji Camat Parung Panjang Menutup Galian C Ilegal Hanya Retorika Tanpa Aksi Nyata


Nasional, Korantangsel.com- Janji Camat untuk menutup Tambang Galian C ilegal di Desa Gerowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor belum mendapat titik terang. Pasalnya janji hanyalah tinggal janji, galian yang katanya akan ditutup dalam waktu dekat nyatanya berlarut-larut dan hanya sebatas retorika belaka. Kamis, 24/09/2026.


Pemangku kebijakan, Chairuka Judhyanto Nugroho yakni Camat Parung Panjang sebelumnya berjanji akan melakukan operasi gabungan untuk menutup aktivitas galian C di wilayah Gerowong, namun sudah beberapa hari berlalu tidak ada kepastian untuk kegiatan penindakan.


Tak hanya itu, Chairuka Judhyanto Nugroho yang katanya telah memanggil pelaku usaha galian C ilegal untuk diberikan edukasi sepertinya hanya sebatas omong kosong tanpa bukti nyata, karena saat dimintai bukti dokumentasi pembinaan dia tidak dapat menunjukannya, bahkan bicaranya terkesan ngalor ngidul tanpa arah kepastian.


Seharusnya Camat sebagai pejabat tingkat Kecamatan menjadi garda terdepan Pemerintah Daerah, sehingga satuan kerja yang dipimpinnya wajib mematuhi dan menjalankan regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, baik Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Gubernur (Pergub).


Saat diminta tanggapannya, Chairuka Judhyanto Nugroho, Camat Parung Panjang terkesan plin-plan dalam mengambil keputusan, sehingga pelaku usaha galian C di Gerowong sampai detik ini belum mendapatkan tindakan tegas, bahkan aktivitas galian masih beroperasi secara terang-terangan tanpa tersentuh oleh hukum.


"Nanti kami tutup, pokoknya nanti kami akan tutup galian C di Gerowong itu, tunggu kabarnya ya," janji Camat menegaskan melalui jaringan telepon seluler. 23/09.


Perlu digarisbawahi, aktivitas galian C ilegal itu hanya untuk kepentingan segelintir oknum pelaku usaha yang mencari keuntungan tanpa memperdulikan kerusakan alam dan ekosistem, ditambah lagi keberadaan galian C ini sangat merugikan masyarakat, mengganggu ketertiban umum serta berdampak serius pada ketentraman, kenyamanan dan keamanan.


Menanggapi hal itu, Gunawan yakni Satgas Investigasi Perhimpunan Legislatif Muda Indonesia (PEMI) menyampaikan bahwa aktivitas galian C ilegal di Gerowong jika berlarut-larut ditangani maka dampaknya akan meluas.


Mengingat kata Gunawan, material yang dimuat adalah tanah, tentunya menimbulkan polusi debu dimana-mana serta resiko kecelakaan akibat aktivitas hilir mudik armada truk, khususnya di jam-jam sibuk masyarakat bekerja dan anak-anak sekolah.


"Camatnya harus tegas dan melindungi warganya, sebelum ada korban, lagian galian C ini ilegal dan masih dilarang beroperasi oleh Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat, jangan ditunda-tunda lagi, jangan sampai ada persepsi buruk Camat terindikasi dapat gratifikasi dari pelaku usaha galian," imbuhnya.


Sampai berita ini diterbitkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Tipidter Polda Jawa Barat maupun instansi terkait belum dikonfirmasi. (S/Tim)

Masyumi Kota Tangerang Soroti Keluhan Air Keruh dan Kekeringan: Pelayanan Air Bersih Harus Menjadi Prioritas


NASIONAL, korantangsel.com – (Kota Tangerang) Persoalan air bersih yang dirasakan sebagian masyarakat Kota Tangerang mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Masyumi Kota Tangerang.

Sekretaris DPD Partai Masyumi Kota Tangerang, Budi Santoso, meminta pemerintah daerah dan Perumda Tirta Benteng memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat mengenai kualitas air yang keruh serta berkurangnya ketersediaan air akibat musim kemarau.

Menurut Budi, persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis pelayanan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan penanganan cepat dan terukur.

"Kami memahami bahwa kondisi ini berkaitan dengan musim kemarau dan menurunnya debit Sungai Cisadane. Tetapi masyarakat membutuhkan solusi nyata. Air bersih adalah kebutuhan dasar, sehingga ketika kualitas air menurun atau pasokan menjadi kecil, pemerintah harus hadir memberikan kepastian kepada warga," ujar Budi Santoso.

Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Tangerang, sejumlah wilayah masuk dalam status kewaspadaan kekeringan. Batuceper, Cipondoh dan Karang Tengah tercatat berstatus Waspada, sedangkan Benda dan Tangerang masuk kategori Awas pada periode Dasarian II September 2026.

Sementara itu, layanan aspirasi masyarakat LAKSA mencatat 334 laporan pada periode 11–18 September 2026, dengan keluhan mengenai air keruh termasuk di antara laporan yang paling banyak disampaikan masyarakat.

Budi menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bukan hanya isu yang muncul di media, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita jangan sampai melihat persoalan ini hanya sebagai dampak musim kemarau. Pemerintah perlu melihat bagaimana ketahanan sistem penyediaan air bersih Kota Tangerang dalam menghadapi kondisi seperti ini. Kalau setiap musim kemarau persoalan yang sama kembali terjadi, tentu harus ada evaluasi jangka panjang," katanya.

Sebelumnya, Perumda Tirta Benteng menyampaikan bahwa perubahan kualitas air dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kondisi sumber air baku pada musim kemarau, proses pengolahan, jaringan distribusi, tekanan aliran, hingga kondisi instalasi pelanggan. Perumda juga menyatakan melakukan pengecekan teknis dan pembersihan jaringan pipa untuk memulihkan kualitas pelayanan.

DPRD Kota Tangerang juga telah menyoroti persoalan tersebut. Berdasarkan klarifikasi dengan Perumda Tirta Benteng, penurunan kualitas air baku berkaitan dengan berkurangnya debit Sungai Cisadane yang dapat meningkatkan konsentrasi polutan dan zat lain yang tidak diinginkan.

Budi mengatakan Partai Masyumi Kota Tangerang mendorong pemerintah untuk tidak hanya melakukan penanganan ketika keluhan muncul, tetapi juga membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.

"Kami mendorong setidaknya ada empat langkah. Pertama, memastikan kualitas air yang sampai ke rumah warga memenuhi standar. Kedua, menyediakan distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekurangan. Ketiga, membuka informasi secara transparan mengenai kondisi sumber air baku dan proses pengolahannya. Keempat, menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi musim kemarau," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang telah menyiapkan distribusi bantuan air bersih. BPBD Kota Tangerang pada 22 September 2026 menyatakan menyiapkan sekitar 5.000 liter air bersih setiap hari untuk membantu wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Namun, menurut Budi, bantuan tersebut harus dipandang sebagai langkah tanggap darurat, bukan solusi permanen.

"Distribusi air bersih tentu sangat membantu masyarakat yang sedang kesulitan. Tetapi kita juga harus berpikir bagaimana persoalan ini tidak terus berulang. Pemerintah perlu memperkuat ketahanan air Kota Tangerang untuk menghadapi perubahan cuaca dan kondisi kemarau yang semakin menjadi tantangan," ujarnya.

Budi menegaskan bahwa DPD Partai Masyumi Kota Tangerang akan terus menyerap aspirasi masyarakat dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan pelayanan publik.

"Posisi kami jelas, kami ingin menjadi bagian dari masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Kami tidak ingin hanya mengkritik. Kalau ada kebijakan yang baik, tentu harus diapresiasi. Tetapi ketika masyarakat menghadapi persoalan, pemerintah juga harus mendengar dan memberikan solusi," pungkasnya.

(korantangsel.com – din)

Monday, September 14, 2026

TEMUAN LHP BPK TA 2025 DISHUB KOTA TANGERANG DI SOROT SATGAS INVESTIGASI (BASUS D-88) LAI BPAN

TEMUAN LHP BPK TA 2025 DISHUB KOTA TANGERANG DI SOROT SATGAS INVESTIGASI (BASUS D-88) LAI BPAN
TEMUAN LHP BPK TA 2025 DISHUB KOTA TANGERANG DI SOROT SATGAS INVESTIGASI (BASUS D-88) LAI BPAN

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Berdasarkan sumber Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI perwakilan wilayah Banten atas LKPD Kota Tangerang TA. 2025 yang diserahkan pada 26 Mai 2026, terdapat kelebihan pembebanan anggaran subsidi transportasi kepada PT TNG senilai Rp 3,622 Milyar disorot oleh Pimpinan Pusat Satgas Investigasi (BASUS D-88) Lembaga Aliansi Indonesia. Badan Penelitian Aset Negara (LAI.BPAN) dan juga total pagu anggaran Dinas Perhubungan (DISHUB) Kota Tangerang Tahun 2025 yang mencapai kisaran Rp 230 Milyar.


Suparman atau yang biasa disapa cing Parman mantan ketua DPC BASUS D-88 LAI.BPAN Kota Tangerang, yang sekarang resmi menjabat Sekertaris Dewan Pimpinan Pusat Departemen Satgas Investigasi (BASUS D-88) Lembaga Aliansi Indonesia.Badan Penelitian Aset Negara (LAI.BPAN) mengatakan " disini yang saya soroti ada 2 (dua) Klaster krusial yang memerlukan kepastian hukum dan transparasi dokumen, yakni : 


1. Berdasarkan sumber Temuan LHP BPK RI perwakilan wilayah Banten TA.2025 tentang kelebihan pembebanan anggaran subsidi transportasi kepada PT. TNG senilai Rp 3,622 Milyar yang wajib dikembalikan ke kas daerah maksimal 60 hari ( jatuh tempo 25 Juli 2026 ) pertanyaan nya ialah apakah rekomendasi dari BPK sudah dilaksanakan / (sudah dikembalikan ke Kas Daerah ) ?


2. Dugaan adanya ketidak sesuaian serapan dari total pagu anggaran Dinas Perhubungan (DISHUB) Kota Tangerang Tahun 2025 yang mencapai kisaran 

Rp 230 Milyar, di mana besarnya realisasi anggaran tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pelayanan di lapangan ( maraknya kebocoran parkir liar, kemacetan, dan banyaknya PJU mati yang dikeluhkan oleh Masyarakat) 

Hal ini memicu dugaan kuat adanya pos anggaran tidak efektif / dugaan fiktif 

"Ungkap cing parman


Cing Parman mengingatkan kepada Pengguna Anggaran (PA) bahwa anggaran kegiatan yang bersumber dari APBD / APBN (pajak rakyat) harus transparansi ke publik dan dapat di pertanggung jawabkan, mengingat batas waktu penyelesaian rekomendasi BPK telah kadaluarsa, demi hukum dokumen -dokumen penjelasan atas kedua Klaster di atas berstatus Informasi Publik terbuka setiap saat berdasarkan pasal 11 ayat (1) huruf b UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. 


Oleh karena itu kami atas nama lembaga yang memiliki kedudukan hukum dan legal standing akan melayangkan surat resmi kepada Sekedis Dishub Kota Tangerang selaku PPID pembantu, memohon salinan dokumen resmi berupa : Salinan bukti Bend 17 / surat tanda setor (STS) atas pengembalian dana subsidi sebesar Rp3,622 Milyar ke kas Daerah kota Tangerang serta dokumen salinan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) definitif Dishub TA 2025 senilai total kisaran Rp230 Milyar.


Dan apabila permohonan kami tidak diberikan oleh Dishub Kota Tangerang, kami akan lakukan gugatan ke komisi informasi (KI) Banten, sebab kami punya pengalaman pernah menggugat Pemerintah Kota Tangerang yaitu Kecamatan Karawaci ke Komisi Informasi (KI) Banten, Alhamdulillah diterima dan menang sampai ditingkat Banding dan Kasasi dimana putusan menguatkan putusan Komisi Informasi Banten, dengan Perkara Nomor : 061/III/KI BANTEN-PS/20. 

Banding Nomor : 50/G/KI/2020 PTUN.SRG. 

Kasasi Nomor : 171 K/TUN/KI/2021. Putusan Mahkamah Agung.

Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD / APBN (pajak rakyat) " tutup Suparman (cing Parman). (Tim/Sn)

Saturday, September 12, 2026

Diduga Meninggal Dunia Usai Cabut Gigi, Pengacara Laporkan Klinik di Tangerang ke Polres Metro Tangerang Kota

Diduga Meninggal Dunia Usai Cabut Gigi, Pengacara Laporkan Klinik di Tangerang ke Polres Metro Tangerang Kota
DOC. Salah satu tim GLC and Partner Saat di Wawancara

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Diduga jadi Korban Malpraktik, Seorang pengacara resmi melapor salah satu klinik di Kota Tangerang ke Polres Metro Tangerang Kota. Laporan ini ditayangkan setelah kliennya meninggal dunia pasca menjalani prosedur pencabutan empat (4) gigi sekaligus di klinik tersebut.


Kuasa hukum korban, GLC & Partners Law Office And Mediator, yang diwakili oleh Mutiara Anisa, S.H, mengatakan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Tangerang Kota pada Laporan Polisi diterima dengan Nomor : LP/B/318/ II / 2026/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA tertanggal 10 Februari 2026.


"Ya, jadi pada tanggal 7 Februari 2026, klien kami almarhumah Karmila mengunjungi Klinik E.A.G ( Inisial-red) yang berada di daerah Pinang, Kota Tangerang, untuk melakukan pemeriksaan gigi, ya. Setelah menjelaskan kondisi gigi klien kami kepada dokter gigi M, dokter gigi M langsung mengambil tindakan pencabutan 4 buah gigi," ujar Mutiara.


" 3 gigi pada bagian bawah dan 1 gigi pada bagian atas. Namun setelah pencabutan keempat gigi tersebut, muncul pembengkakan pada bagian leher sebelah kanan klien kami, yang kian hari tambah membesar, dan saat ini klien kami telah meninggal dunia pada tanggal 27 Mei 2026," tambahnya.


Kronologi dan Kondisi Korban

Berdasarkan keterangan kuasa hukum, pembengkakan yang dialami korban terus berlanjut setelah pencabutan. Korban kemudian dan sempat menjalani perawatan.


"Kalau untuk proses pengecekan pada rumah sakit, setelah dari klinik tersebut klien kami juga sudah mengecek ya di beberapa rumah sakit. Nah, informasi yang kami dapatkan terakhir itu klien kami telah berobat juga di Rumah Sakit Mandaya. Mandaya yang di Karangtengah (Setelah mengalami pembengkakan yang diduga akibat melakukan pencabutan gigi-red)," Lanjutnya.


Pihak keluarga merasa adanya kejanggalan dalam proses penanganan dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas dugaan tersebut melalui kuasa hukumnya.

Diduga Meninggal Dunia Usai Cabut Gigi, Pengacara Laporkan Klinik di Tangerang ke Polres Metro Tangerang Kota
Laporan Kepolisian (LP) Polres Metro Tangerang Kota


Laporan Resmi ke Polres Metro Tangerang Kota


Atas peristiwa itu, GLC & Partners Law Office And Mediator telah melaporkan pihak klinik atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian. Namun hingga saat ini belum adanya tindak lanjut mendalam terkait atas adanya hal tersebut.


"Yang pertama, kami selaku kuasa hukum sudah membuka laporan polisi di Polres Metro Tangerang Kota pada tanggal 10 Februari 2026. Namun diduga terdapat kendala pada pelaporan tersebut, dan saat ini pelaporan kami sudah masuk tahap SP2HP yang keempat dan belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian secara tegas," kata Mutiara, S.H.


"Iya, dari keprofesian tersebut selanjutnya kita juga sudah melakukan pelaporan, kami sebagai pihak Pengadu pada Majelis Disiplin Profesi atau yang disingkat MDP.  Namun hasilnya sangat mengecewakan dan adanya kejanggalan dalam proses persidangan di MDP (majelis disiplin profesi-red) tersebut," tuturnya.


Atas peristiwa itu juga, diketahui sebelumnya sudah adanya upaya mediasi namun tidak adanya titik terang terhadap pasian sehingga proses hukum ini terus berjalan.


"Ya, untuk itikad baik sendiri sebelumnya kami juga sebagai kuasa kan telah melakukan mediasi ya untuk mendapatkan itikad baik tersebut dari pihak klinik maupun dari pihak dokter. Namun, dari pihak dokter dan klinik tersebut setelah kami melakukan mediasi, tidak ada itikad baik untuk klien kami selaku pasien. Kami berharap pihak kepolisian dapat menindak lanjuti secara tegas untuk memberikan keadilan terhadap klien kami seadil adilnya," pungkasnya.


Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat tindakan medis yang seharusnya rutin justru berujung fatal. Hingga berita ini dilayangkan pihak pihak terkait belum dikonfirmasi atas adanya hal tersebut, sehingga kami membuka seluas luasnya untuk memberikan hak jawab kepada para pihak terkait. (Sn/GBY)

Friday, September 11, 2026

Usai Lari 10K, Berikut Daftar Kuliner Legendaris Khas Kota Tangerang

 

KULINER,korantangsel.com- Kota Tangerang tak hanya menawarkan semangat olahraga melalui penyelenggaraan Tangerang 10K 2026, tetapi juga pengalaman kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Setelah menyelesaikan tantangan lari 10 kilometer, peserta maupun pendamping dapat melanjutkan aktivitas dengan menjelajahi ragam kuliner khas Kota Tangerang.

Tangerang 10K 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Mengusung tema “Made To Move”, ajang ini tidak hanya mendorong gaya hidup aktif, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sport tourism dan pengalaman berwisata di Kota Tangerang.

Usai berolahraga, wisata kuliner bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana Kota Tangerang sekaligus mengenal cita rasa lokal. Berikut kuliner khas yang sayang jika dilewatkan setelah mengikuti Tangerang 10K.

1. Laksa Tangerang

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Kota Tangerang tanpa mencicipi laksa. Kuliner khas ini memiliki kuah gurih dengan racikan rempah dan biasanya disajikan bersama mi berbahan beras serta berbagai pelengkap. Laksa Tangerang dapat ditemukan di sejumlah sentra kuliner, termasuk Kawasan Kuliner Laksa dan kawasan Pasar Lama.

2. Soto Benteng Bang Udin

Bagi pencinta kuliner berkuah, Soto Benteng Bang Udin dapat menjadi salah satu pilihan. Kuliner khas Tangerang ini menggunakan daging dan jeroan sapi yang melalui proses pembakaran sebelum disajikan dengan kuah santan atau kuah bening. Proses tersebut memberikan cita rasa smoky yang menjadi ciri khasnya. Soto Benteng Bang Udin berada di Jalan Saham, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang.

3. Sate H. Ishak

Ingin menikmati kuliner legendaris? Sate H. Ishak di kawasan Pasar Lama bisa menjadi pilihan. Usaha kuliner ini telah berdiri sejak 1954 dan mempertahankan resep secara turun-temurun. Selain menikmati sate, pengunjung juga dapat melanjutkan perjalanan kuliner dengan mengeksplorasi berbagai jajanan yang tersedia di kawasan Pasar Lama.

4. Bubur Ayam Spesial Ko Iyo

Bubur Ayam Spesial Ko Iyo juga termasuk kuliner legendaris Kota Tangerang. Berada di kawasan Pasar Lama, usaha kuliner ini telah berdiri sejak 1966 dan mempertahankan resep keluarga selama puluhan tahun. Menu bubur ayam ini dapat menjadi pilihan bagi peserta yang ingin menikmati sajian sederhana setelah mengikuti berbagai aktivitas.

5. Jajanan di Pasar Lama

Jika masih ingin berburu kuliner, kawasan Pasar Lama bisa menjadi pilihan untuk menikmati beragam makanan dalam satu kawasan. Mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian tersedia di sepanjang kawasan Jalan Kisamaun. Suasana kawasan yang ramai juga dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta Tangerang 10K yang ingin mengenal sisi kuliner Kota Tangerang.

Dengan kombinasi olahraga dan kuliner, pengalaman mengikuti Tangerang 10K dapat menjadi lebih lengkap. Setelah menyelesaikan tantangan di lintasan, peserta bisa melanjutkan perjalanan dengan mencicipi kuliner lokal sekaligus mendukung pelaku usaha dan UMKM di Kota Tangerang.


10 Hotel Berikan Special Room Rate untuk Peserta Tangerang 10K



BISNIS,korantangsel.com-
Berbagai penawaran menarik hadir jelang event  Tangerang 10K, yang diramaikan oleh ribuan pelari dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Salah satunya beragam pilihan akomodasi dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas menginap bagi para peserta luar kota dan luar negeri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan mengatakan, sejumlah hotel bahkan menyediakan promo khusus ”Special Room Rate” bagi para peserta Tangerang 10K yang akan menginap pada periode 12-14 September 2026.

”Kami sudah berkolaborasi menggandeng pihak hotel untuk memberikan promo khusus bagi para peserta Tangerang 10K yang mau menginap. Ada 10 hotel yang ikut dalam kerja sama ini yang bisa dimanfaatkan para peserta selama periodesasi yang ditentukan,” ujar Boyke, Kamis (10/9/26).

Tidak hanya itu, sejumlah hotel yang direkomendasikan juga mempunyai beberapa keunggulan yang aman, nyaman, serta akses yang mudah termasuk bagi transportasi publik menuju lokasi pelaksanaan Tangerang 10K di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

”Cara mendapatkan promonya juga sudah diatur semudah mungkin, peserta hanya perlu menunjukkan email blast promo spesial hotel dari pihak Tangerang 10K sebagai bukti kepesertaan saat melakukan reservasi,” tambahnya.

Berikut 10 hotel ”Special Room Rate” Tangerang 10K:

 1.⁠ ⁠Novotel (mulai Rp1,1 juta per malam)

 2.⁠ ⁠Hotel Howard Johnson (mulai dari Rp599 ribu per malam).

 3.⁠ ⁠Hotel Pakons (mulai dari Rp550 ribu per malam).

 4.⁠ ⁠D’Prima Hotel (mulai dari Rp500 ribu per malam).

 5.⁠ ⁠Grand Serpong Hotel (mulai dari Rp500 ribu per malam).

 6.⁠ ⁠Fave Hotel Hasyim Ashari (mulai dari Rp450 ribu per malam).

 7.⁠ ⁠Days Hotel and Suites (mulai dari Rp450 ribu per malam).

 8.⁠ ⁠Golden Tulip Essential (mulai dari Rp450 ribu per malam).

 9.⁠ ⁠Omar Hotel (mulai dari Rp400 ribu per malam).

10.⁠ ⁠Yellow Bee Hotel (mulai dari Rp350 ribu per malam).


Jelang Tangerang 10K 2026, City Touchdown Satukan Semangat Pelari dan Komunitas



SERBA SERBI-korantangsel.com- Menjelang penyelenggaraan Tangerang 10K 2026, semangat para pelari dan komunitas semakin terasa. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan City Touchdown, yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemerintah Kota Tangerang sebagai rangkaian pre-event menuju ajang lari Tangerang 10K 2026.

Berlangsung di Kopi Nako Alam Sutera, Sabtu (8/8/2026), City Touchdown menjadi ruang temu bagi penyelenggara, pemerintah daerah, mitra dan komunitas lari. Kegiatan diawali dengan aktivitas lari yang diikuti 100 pelari dari berbagai komunitas, kemudian dilanjutkan dengan sesi Open Talks yang membahas kesiapan Tangerang 10K sekaligus perkembangan budaya lari di Indonesia.

General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi mengatakan, antusiasme pelari terhadap Tangerang 10K 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, tingginya minat terlihat sejak pembukaan pendaftaran, termasuk pada kategori early bird dan group of three yang terisi dalam waktu relatif cepat.

“Persiapan Tangerang 10K 2026 juga terus dimatangkan dengan melakukan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya. Sejumlah aspek seperti rute, race pack collection, hingga rangkaian kegiatan bagi pelari disiapkan agar peserta mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap,” tutur Budhi.



Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Kaonang menyambut positif penyelenggaraan Tangerang 10K 2026. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya mendorong Kota Tangerang sebagai kota yang aktif dalam kegiatan olahraga dan memiliki ekosistem lari yang semakin berkembang.

"Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelari. Karena itu, tahun ini kami tidak hanya mempersiapkan race day, tetapi juga pengalaman sejak teman-teman tiba di Tangerang," ujar Kaonang.

Pemkot Tangerang bersama penyelenggara juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari Race Pack Collection di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Festival Kuliner di Stadion Benteng Reborn, hingga layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Deputy Corporate Secretary bank bjb Sani Ikhsan Maulana menilai, Tangerang 10K bukan sekadar ajang olahraga. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas melalui penguatan komunitas, ruang promosi bagi UMKM dan pelaku usaha lokal, serta dorongan terhadap gaya hidup sehat masyarakat.

"Alhamdulillah sesuai target. Di tahun lalu 2.500 slot terserap habis, di tahun ini kita coba naikkan menjadi 3.000. Kurang dari sebulan menuju 13 September, slotnya sangat tipis," ujar Sani.

Tangerang 10K 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dengan mengusung tema "Made To Move". Tema tersebut membawa karakter Kota Tangerang yang memadukan sejarah, perkembangan modern dan semangat komunitas.

Melalui City Touchdown, semangat menuju Tangerang 10K 2026 tidak hanya dibangun dari sisi kesiapan penyelenggara, tetapi juga melalui keterlibatan komunitas. Para pelari diajak menjadikan Tangerang 10K sebagai ruang untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan Kota Tangerang.


Thursday, September 10, 2026

Balas Dendam Mantan Napi KDRT: Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART, Kinerja Polres Metro Tangerang Kota Dipertanyakan


NASIONAL, korantangsel.com – (Kota Tangerang) Publik kembali digegerkan oleh dugaan skandal kriminalisasi dalam rumah tangga yang menyayat hati. Seorang suami berstatus mantan narapidana kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Alpriado Osmond, diduga kuat sengaja merekayasa kasus hukum untuk menjebak istrinya sendiri. Upaya ini disinyalir dilakukan demi memisahkan sang istri dari anak kandungnya sekaligus menguasai anak tersebut secara sepihak. Namun, proses hukum yang berjalan di Polres Metro Tangerang Kota justru menuai sorotan tajam karena dinilai mengabaikan fakta krusial di lapangan. Kasus ini mencuat saat korban (sang istri) berniat menjemput anak kandungnya di sekolah. Alih-alih pertemuan hangat, momen tersebut justru menjadi awal dari sebuah rekayasa hukum. Alpriado Osmond diduga telah menyusun skenario matang dengan memanfaatkan Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Yuni Asih untuk membuat laporan polisi palsu. Dalam laporannya, Yuni Asih mengaku telah dianiaya oleh korban hingga babak belur. Berbekal laporan tersebut, status hukum korban kini terancam dan ia dipisahkan secara paksa dari buah hatinya.

 

Anak Kandung Jadi Saksi Kunci: "Tidak Ada Penganiayaan!"

Meskipun skenario rekayasa tersebut disusun sedemikian rupa, kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh anak kandung mereka sendiri yang berada di lokasi kejadian. Dalam pemeriksaan di hadapan penyidik, Anak Saksi berinisial “JAS” menegaskan dengan sangat jelas bahwa tidak pernah ada tindakan penganiayaan seperti yang dituduhkan oleh Yuni Asih. Fakta sebenarnya di lapangan menunjukkan bahwa ART Yuni Asih justru secara tanpa hak melarang, menghalangi, dan menahan anak tersebut secara paksa agar tidak bisa ikut dengan ibu kandungnya. Sang ibu sama sekali tidak menyentuh, apalagi menganiaya ART tersebut hingga babak belur.

 

Kuasa Hukum Pertanyakan Transparansi Polres Metro Tangerang Kota

Melihat adanya kejanggalan yang sangat kasat mata, Kuasa Hukum Korban, Friska Gultom, S.H., angkat bicara dan mempertanyakan netralitas serta penyidikan yang dilakukan oleh oknum penyidik di Polres Metro Tangerang Kota. Pihaknya menduga penyidik sengaja menutup mata dan mengabaikan keterangan telanjang dari saksi kunci (sang anak) selama proses penyelidikan awal, sehingga perkara ini terlanjur dinaikkan ke tahap penyidikan. “Mengapa kesaksian polos dan jujur dari seorang anak yang melihat langsung kejadian justru dikesampingkan demi membela laporan seorang ART yang diduga kuat disetir oleh Alpriado Osmond? Ada apa dengan Polres Metro Tangerang Kota?” ujar Friska Gultom, S.H. mempertanyakan kejanggalan tersebut. Sebagai langkah perlawanan hukum, ART Yuni Asih kini telah dilaporkan balik ke Polres Metro Tangerang Kota atas dugaan tindak pidana Kejahatan Perlindungan Anak serta Perampasan Kemerdekaan.

 

Desakan Gelar Perkara Khusus ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya

Lebih lanjut, Friska Gultom, S.H. menyayangkan sikap Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang hingga kini belum mengabulkan permohonan Gelar Perkara Khusus. Padahal, permohonan tersebut telah diajukan berkali-kali guna membuat terang benderang duduk perkara ini. Mengingat, akar masalah ini murni bersumber dari konflik rumah tangga, di mana proses perceraian kedua belah pihak saat ini juga sedang bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang.

Demi mencegah terjadinya korban kriminalisasi lebih lanjut, pihak keluarga dan kuasa hukum mendesak KAPOLRI dan IRWASUM MABES POLRI serta KOMPOLNAS untuk segera turun tangan memeriksa oknum penyidik yang menangani perkara ini dan membongkar rekayasa kasus. “Saya minta dengan tegas agar penyidikannya dihentikan”, sambung Friska.

Saat ini, gelombang dukungan dari netizen di berbagai platform media sosial juga terus meluas, menyuarakan tagar keadilan bagi sang ibu yang dizalimi oleh mantan Napi KDRT lewat keterangan palsu ART Yuni Asih dan pihak ketiga lainnya. (korantangsel.com – dini)

Saturday, September 5, 2026

Berani Rampas Motor di Wilayahnya, Polsek Karawaci Amankan Dua Oknum Matel

Berani Rampas Motor di Wilayahnya, Polsek Karawaci Amankan Dua Oknum Matel


Tangerang Raya, Korantangsel.com-Dugaan kasus pemerasan dan penghinaan ringan saat melakukan penarikan sepeda motor milik warga, Polsek Karawaci sigap amankan dua oknum mata elang (Matel) yang beraksi di wilayahnya.


Dalam konferensinya pada Sabtu (5/9/2026), Kapolsek Karawaci Kompol Anggoro Winardi, yang didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Karawaci AKP Riono, S.H., M.H, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya melalui layanan kepolisian 110.


“Petugas Polsek Karawaci merespon cepat laporan tersebut. Unit Reskrim kemudian mendatangi TKP,” kata Anggoro, Sabtu 5 September 2026.


Anggoro menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika oknum Mata Elang menghentikan sepeda motor korban yang tengah berboncengan dengan istrinya.


Namun, lanjut Anggoro, kendaraan tersebut tidak dibawa ke kantor leasing. Melainkan, tambahnya, mereka (oknum Matel) menyerahkan ke pihak ketiga.


Situasi kemudian memanas. Anggoro menerangkan, di lokasi terjadi perdebatan antara korban dan para pelaku. Berdasarkan keterangan korban, salah satu pelaku bahkan meludahi istri korban.


“Menurut pengakuannya baru dua kali. Namun, tetap kami kembangkan. Masih dalam proses penyidikan,” jelasnya.


Setelah kejadian itu, Anggoro memerintahkan, anggotanya untuk mengamankan dua orang berinisial DC dan AM.


Anggoro menegaskan, pihak ketiga yang melakukan penarikan kendaraan semestinya menyerahkan kendaraan hasil penarikan kepada leasing terlebih dahulu. Selanjutnya, pihak leasing yang menentukan proses penitipan kendaraan kepada pihak ketiga.


Atas kasus tersebut, polisi mempersangkakan para pelaku dengan dugaan pemerasan dan penghinaan ringan sebagaimana diatur dalam Pasal 482 dan Pasal 436 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman pidana mencapai tujuh tahun penjara.


Dengan adanya kasus DC yang terjadi Anggoro mengimbau, masyarakat tidak ragu melapor apabila mengalami tindakan yang mengarah pada tindak pidana kekerasan maupun perlakuan yang tidak semestinya.



“Imbauan kepada masyarakat, apabila terjadi kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan atau menjadi korban tindak pidana, maupun menjadi korban kekerasan atau apa pun, segera menghubungi kami melalui 110. Akan kami tindak lanjuti secara cepat,” pungkasnya.


Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan dan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya kejadian lain. (Sn/Tim)

Gerakan Pemuda Tangerang Soroti Pelantikan Forum Pelanggan Tirta Benteng

Gerakan Pemuda Tangerang Soroti Pelantikan Forum Pelanggan Tirta Benteng


Tangerang Raya, Korantangsel.com — Gerakan Pemuda Tangerang mempertanyakan transparansi dan independensi dalam pelantikan Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. Forum yang seharusnya menjadi wadah representasi pelanggan tersebut dinilai jangan sampai hanya menjadi formalitas tanpa benar-benar menyuarakan kepentingan masyarakat pengguna layanan air.


Ketua Gerakan Pemuda Tangerang, Riski, mengatakan pihaknya mempertanyakan proses pelantikan kepengurusan Forum Pelanggan Tirta Benteng yang dinilai belum diketahui secara luas oleh pelanggan.


“Kami mempertanyakan transparansinya. Pelantikan forum pelanggan ini terkesan tidak diketahui oleh pelanggan yang sebenarnya. Sepanjang yang kami lihat, tidak ada proses pemberitahuan secara terbuka kepada publik mengenai siapa saja yang menjadi pengurus Forum Pelanggan yang baru,” ujar Riski. 


Menurut Pemuda asal Batuceper tersebut, persoalan tersebut penting karena forum pelanggan pada hakikatnya merupakan wadah yang harus merepresentasikan kepentingan pelanggan. Karena itu, publik berhak mengetahui bagaimana proses pembentukan forum, mekanisme pemilihan pengurus, serta siapa saja yang ditunjuk menjadi bagian dari kepengurusan.


“Pertanyaannya sederhana, apakah nama-nama yang tercantum dalam kepengurusan tersebut benar-benar merupakan pelanggan Tirta Benteng? Karena sejatinya yang mempunyai kepentingan dan hak untuk berada di dalam Forum Pelanggan adalah pelanggan itu sendiri. Jangan sampai ada forum yang mengatasnamakan pelanggan, tetapi pelanggan justru tidak mengetahui keberadaannya,” tegasnya.


Pertanyakan Fungsi dan Independensi Forum


Gerakan Pemuda Tangerang juga mempertanyakan fungsi serta independensi Forum Pelanggan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Riski menegaskan, forum pelanggan tidak boleh hanya menjadi simbol hubungan antara perusahaan dengan masyarakat. Forum harus mempunyai keberanian untuk menyampaikan kritik ketika terdapat persoalan pelayanan.


“Forum pelanggan bukan hanya simbol dan bukan sekadar formalitas. Forum ini harus benar-benar menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik dan aspirasi terkait pelayanan air. Kalau ada pelayanan yang bermasalah, forum harus berani menyampaikannya,” katanya.


Ia menambahkan, Forum Pelanggan seharusnya mampu menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pelanggan dengan Perumda Tirta Benteng.


“Forum ini harus menjadi jembatan komunikasi antara pelanggan dengan perusahaan daerah air minum. Jangan sampai ketika ada keluhan masyarakat, forum justru diam atau bahkan terkesan membungkam keluhan pelanggan. Justru forum harus berada di depan untuk menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Riski.


Menurutnya, berbagai persoalan yang menyangkut pelayanan air bersih harus menjadi perhatian serius, mulai dari keluhan pelanggan, kualitas dan kontinuitas pelayanan, tekanan air, respons terhadap pengaduan, hingga berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan pelanggan.


Minta Mekanisme Kerja Dibuka ke Publik


Selain mempertanyakan proses pembentukan, Gerakan Pemuda Tangerang juga meminta agar mekanisme kerja Forum Pelanggan dilakukan secara transparan.


Riski mengatakan, masyarakat harus mengetahui bagaimana forum tersebut menampung aspirasi, apa saja program kerjanya, serta bagaimana tindak lanjut terhadap berbagai keluhan pelanggan.


“Proses kerja forum juga harus transparan. Mekanisme penampungan aspirasi harus jelas, program kerjanya harus diketahui pelanggan dan hasil evaluasinya juga harus disampaikan kepada masyarakat. Jangan setelah dilantik kemudian tidak ada lagi aktivitas dan masyarakat tidak tahu apa yang dikerjakan,” katanya.


Ia menilai transparansi menjadi hal penting agar Forum Pelanggan tidak kehilangan legitimasi di mata masyarakat.


“Kalau memang forum ini dibentuk untuk pelanggan, maka pelanggan harus dilibatkan. Jangan hanya nama pelanggan yang digunakan, tetapi suara pelanggan tidak pernah benar-benar didengar,” sambungnya.


Soroti Kebutuhan Dewan Pengawas


Di sisi lain, Riski menyebut ada kebutuhan yang menurutnya jauh lebih mendesak untuk diperhatikan, yakni penambahan jumlah anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Benteng.

Menurutnya, dengan jumlah pelanggan yang disebut telah mencapai sekitar 160 ribu pelanggan, diperlukan penguatan fungsi pengawasan agar tata kelola perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.


“Bagi kami, kebutuhan yang mendesak hari ini adalah penambahan jumlah anggota Dewan Pengawas PDAM. Dengan jumlah pelanggan yang sudah mencapai sekitar 160 ribu, menurut kami sudah layak ada penguatan struktur pengawasan. Jangan sampai jumlah pelanggan terus bertambah, tetapi fungsi pengawasan tidak diperkuat,” ungkap Riski.


Ia mengatakan Dewan Pengawas memiliki posisi penting dalam memastikan perusahaan daerah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, termasuk dalam aspek pelayanan, kinerja, transparansi dan kepentingan masyarakat.


“Jumlah pelanggan itu bukan angka kecil. Ada ratusan ribu masyarakat yang menggantungkan kebutuhan airnya kepada perusahaan daerah. Maka pengawasan juga harus sebanding dengan besarnya tanggung jawab pelayanan tersebut,” katanya.


Jangan Jadikan Forum Sekadar Seremonial


Gerakan Pemuda Tangerang menegaskan kritik tersebut bukan ditujukan untuk menolak keberadaan Forum Pelanggan, melainkan mendorong agar forum tersebut benar-benar menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.


“Kami tidak anti terhadap Forum Pelanggan. Justru kami ingin forum ini diperkuat dan benar-benar independen. Jangan sampai pelantikannya ramai, tetapi setelah itu tidak ada suara ketika pelanggan menghadapi persoalan,” ujar Riski.


Ia meminta Perumda Tirta Benteng membuka ruang komunikasi dan partisipasi publik yang lebih luas dalam pengelolaan pelayanan air bersih.


“Jangan jadikan Forum Pelanggan sebagai pajangan atau sekadar pelengkap struktur. Pelanggan membutuhkan wadah yang benar-benar berani berbicara, berani mengkritik dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.


Gerakan Pemuda Tangerang juga mendorong agar ke depan proses pembentukan maupun evaluasi Forum Pelanggan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui siapa yang menjadi representasi mereka dan sejauh mana forum tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan. (Tim)

Wednesday, August 26, 2026

Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW

Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW
Berlangsung Meriah, Warga Kalipasir Gelar Arak Arakan Perahu Saat Maulid Nabi Muhammad SAW 

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Dilakukan secara turun temurun, Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H warga Kalipasir, Sukasari, Kota Tangerang, Banten gelar arak-arakan perahu sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan, pada Selasa (25/8/2026)


Acara yang diselenggarakan oleh PHBU Masjid Jami Kalipasir ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB dari titik kumpul Masjid Agung Al - Ittihad Kota Tangerang, Sejumlah perahu hias dengan ornamen Islami, bendera, dan umbul-umbul dilepas secara simbolis.


Suhendi, Sekertaris DKM Masjid Jami Kalipasir, mengatakan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk kecintaan umat kepada Baginda Rasulullah SAW.


"Kegiatan ini memang rutin ya disetiap tahun, setiap Maulid. alhamdulillah dari semalem kita panitia kita intens kita monitor sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik," kata Suhendi yang kerap disapa Hendi, saat ditemui di lokasi, pada Selasa (25/8/2026).


"Jadi tahun demi tahun kita ini ada peningkatan, tahun tahun lalu kita bikin perahu 3 sekarang 4, terus jemaah juga meningkat, kekompakan juga terus kita bangun komunikasi sehingga kita terciptalah kekompakan gini," tambahnya.


*Sholawat Menggema Sepanjang Rute*


Sepanjang rute, gema sholawat, takbir, dan tahlil menggema dari atas perahu hingga ke tepian. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak antusias menyaksikan dan ikut berjalan kaki mengiringi.


" Peserta ini didominasi dari warga lokal, tetapi tetangga tetangga ikut serta mulai dari karawaci gabung kekita juga, bahkan dari Kabupaten Tangerang juga ada, karena kita juga kan Tangerang Raya ya yang ikut serta," ucap Suhendi.


Tidak hanya warga Kalipasir, jamaah dari wilayah sekitar Tangerang juga turut hadir. Para pedagang kecil di sepanjang rute juga kebagian rezeki.


*Menjaga Tradisi dan Silaturahmi*


Sementara itu, Menurut RW 04, ada beberapa perahu yang ikut serta dalam arak-arakan tahun ini. Setiap perahu dihias secara swadaya oleh warga.


" Alhamdulillah pada acara hari ini, kebetulan memang saya jadi RW baru 3 minggu ya disini khususnya RW 04. Alhamdulillah dengan adanya kebersamaan ini, semua warga ikut memeriahkan, dan sekaligua melaksanakan hari HUT (Maulid Nabi Muhammad SAW)," ujar H Zezen, Ketua RW 04 Kalipasir, Sukasari, Kota Tangerang, Banten.


Lebih lanjut dirinya menceritakan, dimana dalam sejarah arak arakan perahu disetiap hari Maulid Nabi Muhammad SAW Tersebut berawal hanya dilakukan di wilayah Kalipasir namun saat ini sudah berkembang disetiap tahunnya.


"Tadinya biasanya itu khusus untuk Kalipasir, tapi begitu ini sangat antusias hingga pemerintah juga sampai (ikut serta-red). Semoga kedepannya lebih baik lagi, lebih bagus lagi, dan supaya kita lebih mengenal adanya situs atau sejarah di Jami Kalipasir," pungkasnya


Serangkaian acara tersebut, ditutup dengan doa bersama, tausiyah, membagikan Nasi Uduk untuk masyarakat dan ziarah makam ke para sesepuh yang ada di lingkungan Masjid Jami Kalipasir. Pihak kepolisian dan Satpol PP juga diterjunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.


Peringatan Maulid dengan arak-arakan perahu ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meneladani sifat Rasulullah SAW. (Sn)

Saturday, August 22, 2026

Kisah di Balik Martabak Kubang Hayuda: Legenda Kuliner Minang yang Merambah Nusantara

SERBA-SERBI,korantangsel.com- Di balik renyah dan gurihnya Martabak Kubang Hayuda yang legendaris, ada kisah perjuangan panjang seorang putra Minang bernama H. Yusri Darwis (yang akrab disapa Haji Hayuda), hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu ikon kuliner paling tersohor di Indonesia.

Penerus generasi ke dua sekaligus pengelola Martabak Kubang Haji Hayuda Cabang Jakarta dan Serpong Iwan mengatakan, Martabak Kubang bukan sekedar hidangan, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau yang dikenal luas sebagai “Martabak Mesir” asal Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

“Di balik kelezatannya, tersimpan sejarah panjang, adaptasi budaya, dan semangat merantau orang Minang yang menjadikan martabak ini dikenal dan merambah hingga nusantara,” katanya.

Iwan mengaku, berbeda dengan martabak biasa. Martabak Kubang memiliki kulit lebih tipis dan renyah, berisi daging sapi cincang yang dimasak dengan bumbu khas Minang, telur serta daun bawang. Tak hanya itu, yang membuatnya unik adalah kuah cuka khas dengan potongan bawang bombai, cabai dan timun sebagai pelengkap yang menyegarkan. Sehingga gabungan antara gurih, manis, dan asam ini menjadikannya favorit lintas generasi.

“Rahasia kelezatan martabak kubang milik Hayuda ini, terletak pada daging rendang untuk isian yang terbuat dari 20 macam rempah.Tak hanya itu, rahasia lainnya yang membuat martabak ini melegenda yakni pada kuah cuka terbaik yang diracik dengan tambahan sari nanas,” ungkapnya.

Akar Budaya dan Asal Usul Martabak Kubang

Secara historis, Martabak Kubang muncul sebagai hasil akulturasi antara budaya Minang dan pengaruh Timur Tengah. Sejak abad ke-19, banyak pedagang dan ulama dari Yaman datang ke wilayah pesisir Sumatra Barat, membawa serta berbagai resep, termasuk martabak daging.

Namun, masyarakat Minang tidak sekadar meniru. Mereka mengolah resep itu dengan rempah-rempah lokal dan teknik masak khas Minang. Inilah yang menciptakan cita rasa otentik Martabak Kubang yang berbeda dari martabak ala Arab atau India.

“Martabak Kubang itu bukan cuma makanan, tapi juga identitas. Kalau orang Minang buka rumah makan, biasanya martabak ini jadi andalan utama,” ungkap Iwan.


Numpang di Toko Hingga Miliki Cabang

Menurut Iwan, kini Martabak Kubang Hayuda bukan sekadar kuliner malam biasa. Melainkan simbol keberhasilan tradisi merantau masyarakat Kubang. Usaha yang dimulai dari menumpang di toko es sederhana milik orang lain, kini telah berkembang menjadi jaringan restoran besar di Padang, Jakarta, dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

“Kami memiliki berbagai cabang, salah satunya di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Serpong dan saat ini ikut di Festival Kuliner Serpong (FKS) Summarecon Mall Serpong untuk kesekian kalinya,” tuturnya.

Ia mengaku, animo masyarakat terhadap Martabak Kubang di festival ini cukup tinggi. Apalagi, saat FKS tahun 2012 bertajuk Minang Nan Rancak omset martabak menembus di angka Rp 40 juta per hari.

“Kami berharap, melalui momen FKS ini. Martabak Kubang semakin banyak dikenal, dan masyarakat dapat menikmati rasa otentik dari martabak ini,” tutupnya. (Dini)

FKS Summarecon Mall Serpong Gelar "Satu Jalur Seribu Rasa: Lintas Sumatera", Boyong Kelezatan Nusantara dalam Satu Tempat

                                      

HIBURAN, korantangsel.com- Summarecon Mall Serpong (SMS), kembali menghadirkan gelaran Festival Kuliner Serpong (FKS). Konsisten merayakan kekayaan kuliner
nusantara sejak pertama kali tahun
2011, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” yang menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi.

Center Director Summarecon Mall Serpong Finnah Ngadio mengatakan, "Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” tidak hanya sekadar menjadi tema, tetapi juga menjadi ajakan untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara, khususnya kuliner Sumatera dengan cita rasa yang kaya akan berbagai rempah khas Indonesia tanpa harus berpindah kota.

 

Selain itu, lanjutnya, tidak hanya menjadi festival yang menghadirkan beragam cita rasa, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan pelaku kuliner dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UKM yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner Tanah Air.”



Untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner, FKS Summarecon Mall Serpong menghadirkan ratusan kuliner, termasuk 13 tenant yang mendapat label autentik dari daerah asalnya yaitu Lampung, Palembang dan Padang. Seperti Lampung ada Bakso Son Haji Sony dan Mie Koga,  Palembang ada Pempek Beringin Palembang sejak 1970 & oleh-oleh Beringin, Es Kacang Merah Asuk Koboy, Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z, dan Bakmi Aloi, dan Padang ada Teh Talua Malimpah Mak Datuak, Kripik Balado dan Rendang & Dendeng Christine Hakim Asli Padang, Martabak & Roti Cane Kubang Hayuda, Nasi Goreng & Mie Goreng Kubang Hayuda, Sate Mak Syukur Padang Pandjang dari Padang. 

Tak hanya itu, hadir juga beberapa pilihan tenant favorit lainnya seperti Es Kacang Merah Asuk Koboy Palembang sejak 1989, Sate Padang Pariaman Putra Koto, Soto Padang & Mie Tahu Uni Vina, Lamang Tapai Uni Dewi, Si Paling Si Padang Keliling, hingga Pisang Kapik dan Pisang Santan Sutan Muda. Pilihan kuliner dari Medan seperti Kede Cesku, Mie Keriting Siantar Alai, dan Martabak Piring Medan Bang Naga, serta makanan dari Aceh juga hadir Mie Aceh Seulawah,


Pengalaman “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” tidak hanya dihadirkan melalui kuliner, tetapi juga melalui dekorasi tematik yang membawa pengunjung seolah menjelajahi berbagai daerah di Sumatera. Area FKS dilengkapi dengan berbagai representasi ikon daerah, mulai dari miniatur landmark seperti Jam Gadang, rumah adat, hingga dekorasi 3D tipografi yang memperkuat karakter visual masing-masing daerah.
 


Sementara itu, Penanggungjawab Tenant Pempek Beringin khas Palembang Zidan mengaku, berbeda dengan pempek lainnya, pempek Beringin dibuat dengan bahan berkualitas tinggi, tanpa pengawet dan terbuat dari ikan tenggiri asli ditambah kuah cuko yang sangat kental.

Tak hanya itu, ia menambahkan, pempek Beringin juga memiliki varian unik. Seperti pempek keju dan pempek kapal selam telor asin, celimpungan, mie celor dan tekwan yang dibandrol dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu.

Zidan mengaku, dalam sehari pempek Beringin bisa menghabiskan 10 ribu porsi di hari biasa, sedangkan hari libur bisa menghabiskan 20 ribu porsi. “Kebanyakan yang dipesan memang  pempek keju dan kapal selam telor asin,” tutupnya. (Dini)








Tuesday, August 18, 2026

RS Melati Raih Penghargaan Produktivitas


NASIONAL, korantangsel.com - Rumah Sakit (RS) Melati Tangerang kembali megukir prestasi dengan meraih Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian produktivitas perusahaan sekaligus kontribusinya terhadap peningkatan daya saing tenaga kerja di Kota Tangerang.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang. 

Direktur RS Melati Tangerang Noor Ikhwan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima. Karena, dalam penghargaan tersebut, RS Melati Tangerang menjadi satu-satunya rumah sakit yang berhasil meraih penghargaan tersebut. 



Ia mengaku, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian. Melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan membangun budaya kerja yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 

“Kami sangat senang dan pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan komitmen seluruh karyawan rumah sakit, dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada pasien. Penghargaan ini pun penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya. 

Lanjutnya, ke depan rumah sakit akan terus berkomitmen untuk melakukan transformasi dan pengembangan secara berkelanjutan. Sehingga, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga terus bertumbuh sebagai institusi yang produktif, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Tangerang.

 

Dinilai Berhasil Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan, pemberian penghargaan  ke RS Melati dan beberapa usaha lain, sebagai apresiasi kepada sejumlah perusahaan skala mikro, kecil, hingga menengah yang berkontribusi besar memberdayakan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di daerah tersebut. 


Ia menambahkan, penghargaan yang diberikan rutin setiap tahun tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para perusahaan dan pelaku usaha untuk terus bertransformasi, berinovasi dan menjaga daya saing demi kemajuan  Kota Tangerang. (korantangsel.com – dini)

Friday, August 14, 2026

Spesial HUT RI, Perumda TB Berikan Diskon 81% Untuk Pemasangan Baru

Spesial HUT RI, Perumda TB Berikan Diskon 81% Untuk Pemasangan Baru
Spesial HUT RI, Perumda TB Berikan Diskon 81% Untuk Pemasangan Baru

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang, Banten bersama Perumda Tirta Benteng menghadirkan program spesial berupa diskon 81 persen biaya pemasangan sambungan baru air bersih.


Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengajak masyarakat memanfaatkan momentum kemerdekaan dengan menikmati berbagai program keringanan yang telah disiapkan.


"Momentum HUT ke-81 RI ini kami manfaatkan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Selain program diskon PBB dan BPHTB, ada juga diskon 81 persen biaya pemasangan sambungan baru air bersih. Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mendukung kebutuhan masyarakat," ujar Sachrudin.


Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy menjelaskan, biaya pemasangan sambungan baru yang semula sebesar Rp1.250.000 kini cukup dibayar sekitar Rp237.500 setelah mendapatkan potongan sebesar 81 persen.


"Program ini kami hadirkan sebagai hadiah kemerdekaan untuk masyarakat Kota Tangerang yang belum menjadi pelanggan. Kualitas layanan dan air yang diterima pelanggan tetap sama, memenuhi standar kesehatan dan proses pemasangan dilakukan paling lambat tujuh hari setelah pembayaran," jelas Doddy.


Ia mengatakan, program tersebut berlaku sepanjang Agustus untuk seluruh warga Kota Tangerang. Khususnya, masyarakat di wilayah Zona 2 yang meliputi Kecamatan Periuk, Jatiuwung, Cibodas, dan Karawaci.


”Kawasan tersebut menjadi fokus pengembangan jaringan perpipaan Perumda Tirta Benteng agar semakin banyak warga memperoleh akses air bersih yang aman dan berkelanjutan,” katanya.


Bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam pembayaran biaya pemasangan, Perumda Tirta Benteng juga memberikan kemudahan berupa fasilitas pembayaran secara mencicil, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, setelah mengajukan permohonan kepada Perumda Tirta Benteng.


”Untuk mengajukan pemasangan sambungan baru, masyarakat cukup menyiapkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, SPPT PBB, surat keterangan domisili bagi pemilik KTP luar Kota Tangerang, serta satu lembar materai Rp10 ribu,” katanya.


Doddy menambahkan, pendaftaran dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor Perumda Tirta Benteng, melalui aplikasi Si Ganteng, atau menghubungi layanan pelanggan di 0811-6121-095. (sn)

Wednesday, August 12, 2026

Sekretariat Makam Galeong Karawaci Dirusak, Pengurus: Usut Tuntas

Sekretariat Makam Galeong Karawaci Dirusak, Pengurus: Usut Tuntas
Doc. Sekretariat Setelah diduga dilakukannya pengerusakan

Tangerang Raya, Korantangsel.com - Terkait pengrusakan kantor sekretariat wakaf makam Kampung Galeong, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian pada 6 juni 2026 lalu dan telah masuk proses penyelidikan. 


Pengurus Makam Dedi Kusnadi mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pihak kepolisian untuk menegakkan proses hukum terhadap sekelompok para terduga pengrusakan di tanah wakaf tersebut.


"Secara resmi telah kami laporkan dan juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, kami dari pengurus meminta agar peristiwa ini diusut tuntas siapa saja yang terlibat maupun dalangnya," Ujar Dedi saat di temui, Senin (10/8/2026). 


Lebih jauh Dedi mengatakan bahwa dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi, pihaknya juga telah memberikan beberapa nama terduga pelaku. 


"Sejauh ini keterangan kami sebagai pelapor telah diambil, berikut barang bukti dan keterangan saksi-saksi juga telah kami sampaikan dan serahkan kepada pihak kepolisian (penyidik),selanjutnya kami menunggu proses selanjutnya," ungkapnya. 


Dedi menceritakan bahwa awal kejadian tersebut dilaporkan oleh pihaknya melalui call center polri 110 yang kemudian disambungkan kepada Polsek Karawaci datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. 


"Pasca olah TKP, kami dari pengurus langsung melakukan pelaporan dengan membawa bukti-bukti dan CCTV," paparnya.


Diketahui saat ini 5 orang saksi telah dimintai keterangan termasuk saksi yang berada di lokasi. 


Atas kejadian tersebut, kaca sekretariat wakaf makam Kampung galeong pecah, plang makam dirobohkan serta gudang porak poranda. 

Sekretariat Makam Galeong Karawaci Dirusak, Pengurus: Usut Tuntas
Pengurus Makam Galeong Saat dijumpai

Tidak hanya itu, dedi juga menceritakan bahwa, saat ini dari informasi terduga pelaku juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian melalui surat undangan klarifikasi pada sabtu 8 agustus 2026 kemarin. 


"Dari CCTV yang ada, terduga dikabarkan telah diundang oleh pihak kepolisian dalam rangka klarifikasi, untuk hasilnya seperti apa masih belum mengetahui dan belum menerima SP2H (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan)," paparnya. 


Dedi berharap kasus ini terus berjalan, sehingga peristiwa terang benderang dan terduga pelaku bisa diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus perusakan Sekretariat Wakaf di Kecamatan Karawaci tersebut. ( Sn/TeamSepuluh)

Tuesday, July 21, 2026

Anggota TNI Ditemukan Tewas Alami Luka Tusuk di Gading Serpong

Anggota TNI Ditemukan Tewas Alami Luka Tusuk di Gading Serpong

Anggota TNI Ditemukan Tewas Alami Luka Tusuk di Gading Serpong

Tangerang Raya, Korantangsel.com- Warga Kelapa Dua Kabupaten Tangerang digegerkan dengan adanya penemuan jasad pria di Jalan Raya Pondok Hijau Golf (PHG) Gading Serpong, pada Minggu (19/7/2026) pagi hari. Tepatnya di depan pertigaan Cluster Turquoise, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.


Dihimpun dari beberapa sumber diduga jasad pemuda tersebut merupakan anggota Yon TP 804/Nabire Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI- AD) aktif berpangkat Prada dengan nama ABS (Inisial-red), yang diduga menjadi korban penusukan di salah satu bar atau restoran atau tempat hiburan malam (THM) di wilayah tersebut. Saat itu tengah menjalankan tugas bantuan personel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.


Penemuan korban pertama kali dilaporkan sekitar pukul 05.45 WIB. Seorang pengemudi taksi Bluebird, AW (Insial-red) melihat seorang pria tergeletak di pinggir jalan saat hendak memasuki kawasan Cluster Turquoise. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada petugas keamanan setempat, Shi (Insial-red).


Mendapat laporan itu, Shi (Insial-red) bersama rekannya, Dir (Inisial- red), langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di tempat kejadian sekitar pukul 05.50 WIB, keduanya menemukan seorang pria tergeletak di badan jalan dengan bercak darah di area tangan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kelapa Dua dan kepolisian setempat.


Sekitar pukul 07.10 WIB, ambulans tiba di lokasi, disusul Tim Inafis dan petugas piket Reserse Kriminal sekitar pukul 07.30 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, menurut informasi yang didapat korban diduga meninggal dunia akibat mengalami 10 luka tusuk diduga akibat  Dikeroyok disalah satu tempat hiburan malam dan kemudia korban di tinggalkan di lokasi penemuan jasat tersebut, ada beberapa luka tusuk terdiri atas lima luka di bagian dada, tiga luka di bagian punggung, satu luka di leher sebelah kanan, dan satu luka di bahu sebelah kiri.


Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang sekitar pukul 07.50 WIB untuk penanganan lebih lanjut.


Sementara, seseorang yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan, "Ada oknum yang diduga sebagai TNI meninggal di pendekar bar di tusuk, Semalem," tulisnya, pada Minggu (19/7/2026) melalui aplikas pesan singkat Whatsapp.


"Pelaku nya dah kena 6 orang sisah nya masih pengejaran," tambahnya.


Atas adanya informasi tersebut, pihak Redaksi berupaya untuk melakukan penelusuran dan mencoba mengkonfirmasi kebenaran atas adanya hal tersebut.


"Kita belum monitor, belum tau. Terkait hal tersebut juga sedang dalam proses pendalaman," ujar Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, kepada Wartawan, pada Senin (20/7/2026) saat dikonfirmasi oleh Wartawan.


Diketahui, Saat ini sejumlah terduga pelaku berhasil diamankan oleh Polres Metro Tangerang Selatan serta, masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut. Namun untuk sementara detail kronologi kejadian belum dapat dipastikan, namun berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa narasumber Dilapangan, banyak yang menyebutkan awal kejadian bermula dari salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Gading Serpong, rumor yang beredar terduga pelaku dengan korban sebelumnya sedang berkunjung ke Pendekar Bar and Resto, tak seling sehari setelah ke jadian pendekar bar and resto memposting di instagram nya mohon maff hari ini kami tutup. (TeamSepuluh/San)

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes