BREAKING NEWS

TANGERANG SELATAN

NASIONAL

TANGERANG RAYA

Sunday, November 1, 2026

Aisyiyah Kabupaten Tangerang Gelar Baitul Arqom 2026, Perkuat Ideologi dan Wujudkan Perempuan Berkemajuan


NASIONAL, korantangsel.com – (Kabupaten Tangerang) Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tangerang melalui Majelis Pembinaan Kader menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom pada 30–31 Oktober 2026 di SMK Insan Mulia Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi, Memperkuat Amal, Mewujudkan Perempuan Berkemajuan” ini diikuti sebanyak 52 peserta yang berasal dari 15 Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Tangerang.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang masing-masing, termasuk dari Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Tarjih, serta Majelis Pendidikan Kader Aisyiyah Wilayah Banten.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, para peserta juga diarahkan untuk menyusun rancangan tindak lanjut yang nantinya akan diterapkan di masing-masing cabang sesuai dengan potensi dan kebutuhan organisasi.



Ketua Majelis Pendidikan Kader Aisyiyah Kabupaten Tangerang, Ferry Yanthy Burhan, M.Pd.,  “Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan kaum perempuan agar menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, Sebagai organisasi kemasyarakatan sekaligus organisasi kader”

Aisyiyah memiliki komitmen untuk melahirkan kader-kader militan yang berpegang teguh pada cita-cita Muhammadiyah, yakni mewujudkan masyarakat Islami berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.berakhlak mulia, serta menjadikan keluarga Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan .

Melalui Baitul Arqom 2026 ini, Aisyiyah Kabupaten Tangerang diharapkan semakin memperkuat kualitas kader, meningkatkan semangat pengabdian, serta melahirkan perempuan-perempuan berkemajuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan masyarakat , Tegas bunda yanti biasa di sapa

Dari kesan dan pesan yang disampaikan, para peserta mengaku merasa senang dan memperoleh banyak ilmu serta pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

 Mereka berharap berbagai materi dan pembekalan yang telah diterima tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat.

(korantangsel.com – ian )

Imbas Gelombang Boikot RANS Carnival, Raffi Ahmad Angkat Bicara dan Sampaikan Permohonan Maaf


NASIONAL, korantangsel.com - (DKI Jakarta) Selebritas sekaligus pengusaha Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara serta menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan publik yang berdampak langsung pada penyelenggaraan festival hiburan miliknya, RANS Carnival, di Sleman, Yogyakarta 31 Oktober – 1 November 2026..

Gelombang boikot dan kritik tajam masyarakat mengemuka setelah kehadiran Raffi Ahmad dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di Jakarta (28/10)  menuai kontroversi. Polemik semakin memanas usai muncul dugaan penggunaan almamater kampus oleh massa yang disinyalir bukan mahasiswa asli. Sentimen negatif publik di media sosial tersebut dengan cepat berdampak pada gelaran RANS Carnival di Lapangan Maguwoharjo, Sleman (1/11). 

 Akibat aksi boikot tersebut, sejumlah musisi besar yang dijadwalkan mengisi acara—seperti Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho—secara bergelombang menyatakan mundur demi menjaga kondusivitas, kenyamanan, serta kepekaan terhadap isu sosial di masyarakat.  Tak hanya itu, deretan tenant UMKM kuliner juga memilih membatalkan partisipasi mereka, sehingga hari pertama pelaksanaan festival tampak sepi penonton.

Merespons iklim yang kurang kondusif tersebut, Raffi Ahmad menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terbuka atas keresahan yang timbul. Raffi menegaskan bahwa dirinya hanya hadir sebagai undangan dalam agenda deklarasi Sumpah Pemuda tersebut dan tidak memiliki keterlibatan dalam perencanaan maupun susunan kepanitiaan acara.  

"Saya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi hingga berdampak pada kenyamanan masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat," ujar Raffi Ahmad dalam keterangannya. "Saya hadir semata-mata atas undangan dan tidak mengetahui detail teknis acara tersebut. Kendati demikian, saya sangat terbuka menerima masukan dan kritik masyarakat selama didasarkan pada fakta."   Ucap rafi

Meski diterpa aksi pengunduran diri massal dari para pengisi acara dan pelaku usaha, pihak manajemen RANS tetap berupaya menyelesaikan rangkaian acara sambil melakukan evaluasi internal guna memulihkan kepercayaan publik dan para mitra usaha yang terdampak.  (korantangsel.com – ian )

Friday, October 30, 2026

Pengurus Tagih Kepastian Hukum Kasus Pengerusakan Sekretariat Makam Galeong

Pengurus Tagih Kepastian Hukum Kasus Pengerusakan Sekretariat Makam Galeong
Pengurus Tagih Kepastian Hukum Kasus Pengerusakan Sekretariat Makam Galeong

Tangerang Raya, Korantangsel.com – Penanganan kasus dugaan pengerusakan sekretariat pengurus tanah wakaf Makam Galeong, Kota Tangerang, dinilai berjalan di tempat. Empat bulan sejak laporan dibuat, tersangka masih bebas berkeliaran dan belum dilakukan penahanan.


Laporan polisi dengan nomor LPB/146/VI/2026/SPKT/Polsek Karawaci/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga memicu kekecewaan pihak pengurus makam.


Pengurus Makam Galeong, Dedi Kusnadi, menyampaikan kekecewaannya karena proses hukum belum memberikan kepastian. Padahal, menurut dia, alat bukti telah lengkap.


"Saksi dan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) sudah lengkap, serta barang bukti sudah diamankan, tetapi mengapa para tersangka tak kunjung ditahan (sejak melapor melalui layanan 110 pada 17 Juni 2026)," ujar Dedi kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).


Ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara transparan dan memberikan kepastian hukum. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan menimbulkan keresahan di kalangan pengurus dan warga sekitar makam.


"Polres Metro Tangerang Kota segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan pihak korban agar perkara ini tidak berlarut-larut," katanya.


Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Karawaci, AKP Riono, menjelaskan bahwa penanganan perkara tersebut sudah tidak berada di tingkat Polsek. Perkara tersebut telah dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang Kota.


"Perkara sudah dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang Kota, informasinya sudah naik sidik," ujar Riono singkat.


Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Tangerang Kota belum memberikan keterangan resmi terkait progres penyidikan maupun alasan belum dilakukannya penahanan terhadap tersangka. (GBY/Tim)

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes