NASIONAL, korantangsel.com (Maluku, Kota Ambon) - Dr (c) Alexander Waas, SH, MM., Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta seluruh investor dan pemangku kepentingan atas dimulainya pembangunan (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Blok Masela (17/7).
Momentum ini merupakan tonggak sejarah yang telah dinantikan masyarakat Maluku selama puluhan tahun. Groundbreaking Blok Masela bukan hanya menandai dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi kemajuan Provinsi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
“Kami memberikan penghargaan atas komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian investasi serta memperkuat ketahanan energi nasional. Sinergi antara pemerintah dan investor menjadi fondasi penting agar proyek ini berjalan tepat waktu, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa,” kata Dr (c) Alexander Waas, SH, MM., Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku.
Namun demikian, keberhasilan proyek ini tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi maupun kapasitas produksi gas. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat utama dari pembangunan tersebut.
“Karang Taruna Provinsi Maluku mendorong agar percepatan pembangunan Blok Masela diiringi dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat daerah, antara lain melalui prioritas penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kompetensi generasi muda melalui pendidikan dan sertifikasi, serta keterlibatan nyata pengusaha lokal dalam rantai pasok proyek, mulai dari konstruksi, logistik, transportasi, jasa pendukung hingga pemberdayaan UMKM,” ujar Dr (c) Alexander Waas, SH, MM., Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku.
“Selain itu, kami mengusulkan pembentukan Forum Kemitraan Blok Masela yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, operator proyek, pengusaha lokal, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh adat, dan masyarakat sebagai wadah koordinasi untuk memastikan keterlibatan masyarakat Maluku berlangsung secara nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Blok Masela harus menjadi titik awal lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku. Efek berganda dari proyek ini harus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan daya saing pengusaha daerah, memperkuat UMKM, serta mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi yang aman, kondusif, dan produktif. Investasi yang sehat akan menjadi motor penggerak kesejahteraan apabila dibangun di atas semangat kolaborasi, keadilan, dan keberpihakan kepada masyarakat lokal”, tegas Dr (c) Alexander Waas, SH, MM., Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku.
Sudah saatnya orang Maluku tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya sendiri, tetapi menjadi pelaku utama, penerima manfaat utama, dan pewaris masa depan dari pembangunan yang berlangsung di tanah leluhurnya.
Karang Taruna Provinsi Maluku siap menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia, mendorong kewirausahaan pemuda, serta memastikan manfaat pembangunan Blok Masela benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku dari generasi ke generasi. (korantangsel.com - dini)







