Gara-Gara Corona, Pengusaha Peti Mati Kebanjiran Pesanan - RANSEL
Headlines News :
Home » » Gara-Gara Corona, Pengusaha Peti Mati Kebanjiran Pesanan

Gara-Gara Corona, Pengusaha Peti Mati Kebanjiran Pesanan

Written By korantangsel.com on Friday, October 16, 2020 | 1:32 PM


BISNIS,korantangsel.com- Berawal dari dua anggota keluarga yang meninggal akibat Covid-19 dan kesulitan mendapat peti mati, Lie A Min dan Jimmy seorang pengusaha furnitur di Kecamatan Benda, Kota Tangerang mengubah setengah pabrik miliknya untuk memproduksi peti mati Covid-19. 

"Dua anggota keluarga saya meninggal karena Covid-19, dan mendapat peti mati yang tidak bagus. Rekan bisnis saya Jimmy seorang event organizer kematian yang juga kewalahan akan kebutuhan peti mati. Mulai disitulah kami berdua berkolaborasi," ungkap Lie A Min, Owner pabrik furnitur Funisia Perkasa, Rabu (15/10/20). 

Ia mengungkapkan, peti mati Covid-19 mulai ia produksi Maret lalu. Sejak itu, Lie A Min dan Jimmy berkomintmen hadir untuk membantu Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Salah satunya, memproduksi peti mati harga murah. Mulai Rp 1 jutaan dengan kualitas kayu terbaik. "Kami membantu banyak RS di Indonesia tak terkecuali RSUD Kota Tangerang, dalam memenuhi  ketersediaan peti mati," katanya. 

Sementara itu, Jimmy mengungkapkan, hingga saat ini ia sudah memproduksi lebih dari 4.000 peti mati yang ia sebar ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek hingga Merauke. 

"Kami sehari mampu produksi sekitar 50 hingga 100 peti. Permintaan dan pengiriman tidak pernah ada hentinya setiap harinya, kami pun hampir kewalahan," jelas Jimmy. 

Jimmy pun mengungkapkan, tak sekadar melayani RS swasta, Pemda hingga berbagai yayasan. Bahkan pabrik furnitur Funisia Perkasa juga membuka donasi peti mati untuk mereka yang membutuhkan. 

"Banyak donatur yang datang ke sini, memberikan sumbangannya untuk bantuan peti mati. Petugas kami yang akan kirim ke berbagai rumah sakit, baik itu rumah sakit sesuai permintaan donatur atau sesuai rumah sakit yang lagi butuh saja," katanya. 

Di tengah derasnya pesanan peti mati, Lie A Min dan Jimmy pun mengaku, tidak berharap pesanan peti mati terus meningkat, meski jumlah kasus Covid-19 di tanah air terus bertambah. 

"Kami tidak mau produksi peti mati ini tak kunjung berakhir. Tempat kami cari duit adalah furnitur. Kami ingin pandemi berakhir dan Indonesia cepat pulih," tegasnya.

(korantangsel.com,dens)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA