RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

PENJUAL BAJU DI HIPNOTIS HINGGA PULUHAN JUTA RAIB

Written By ADMIN on Friday, December 19, 2014 | 7:58 PM

hypnotis
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Berhati-hatilah anda jika berdagang di kawasan Pasar Serpong Kota Tangerang Selatan Banten, meski terbilang kawasan ramai pembeli, namun tidak menjamin anda akan terhindar dari kejahatan, seperti yang di alami Sumiati (40) pedagang baju dan dan sepatu di datangi oleh seorang wanita yang berpura-pura sebagai pembeli, tidak halnya seorang penjual melayani pembeli.

Berapa jam kemudian dirinya  sadar bahwa uang 20 juta rupiah dan emas 30 gram di bawa sang pencuri tersebut. Sumiati yang terkena hipnotis itu langsung kaget uang dan perhiasannya hilang, warga yang mendengar langsung medatangi pemilik toko, Sumiati hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini.

Kejadian hipnotis tersebut, sudah sering terjadi di Pasar Serpong Kota Tangerang Selatan, kejadian tersebut sudah tiga kali terkena hipnotis yang korban nya penjual pakain, namun Kepolisian Polsek Serpong hanya bisa menerima laporan kehilangan tidak bisa memerangi kejahatan yang merajarela  di kawasan Pasar Serpong.


(korantangsel.com, milhan wahyudi)

TRUK BERMUATAN PASIR 7 TON TERBALIK

truk terbalik
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Evakuasi badan truk yang bermuatan pasir aspal yang di kemudikan Rudi (30) akibat menabrak sebuah tembok pembatas Perumahan Puspitek Tangsel. Peristiwa ini berawal truk bernomor polisi  B 8815 FC yang melaju dari arah Tangerang menuju ke Parung Bogor, tiba-tiba sang sopir lepas kendali diduga mengantuk, sehingga truk pun langsung terglincir hingga menabrak sebuah tembok pembatas perumahan.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, tetapi bamper truk bagian depan terlepas akibat menghantam tembok tersebut, proses evakuasi pun dilakukan hingga satu jam lebih dan akhirnya badan truk berhasil di evakuasi.

Proses evakuasi pun mengakibatkan arus lalu lintas dari Tangerang menuju ke Parung Bogor mengalami kemacetan dan sebaliknya hingga dua kilo meter


(korantangsel.com, milhan wahyudi)

PENYEGELAN LIMA TOWER ILEGAL

penyegelan
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Satuan Polisi Pamong Praja dan tim penyidik Penataan Pembangunan Tangsel merobohkan serta menyegel lima pembangunan tower, lantaran pembangunan tersebut dianggap ilegal, tanpa adanya ijin Pemerintah Daerah.

Dari lima tower yang disegel diantaranya, tower didaerah Serpong milik PT Indosa, tower didaerah Ciater Serpong millik PT Mitratel, tower didaerah Pondok Kacang Prima milik PT Gametraco, tower didaerah Lengkong Gudang dan Lengkong Timur Pondok Aren milik PT Mitratel, kelima tower tersebut membangun tanpa ijin.

Menurut Kasie Sarana Umum, Muhdini mengatakan, “penyegelan kelima tower yang kami lakukan, karena pemilik Pembangunan Tower tidak memiliki ijin dari pemerintah setempat, dan ini sudah melanggar Peraturan Daerah,” katanya dengan tegas.

Dari kelima pembangunan tower yang sudah di robohkan dan disegel. Satuan Polisi Pamong Praja sera Tim Penyidik Penataan Pembangunan Tangsel akan menyisir kesetiap pelosok daerah, karena dugaan masih banyaknya pembangunan tower ilegal.


SMPN 17 TANGSEL GALANG DANA UNTUK KORBAN LONGSOR BANJARNEGARA JATENG

tanah longsor
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Siswa dan siswi SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan dengan membawa dua kotak kardus bertuliskan peduli korban bencana longsor di Banjar Negara Jawa Tengah menyambangi siswa lainnya guna menggalang dana untuk korban musibah bencana longsor yang saat ini dikabarkan sudah menelan ratusan korban.

Mereka mendatangi siswa satu persatu dan masuk ke dalam kelas guna meminta bantuan kepada siswa yang nantinya akan dikumpulkan kepada Lembaga Sosial yang telah ditunjuk oleh pemerintah setempat.

Menurut Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 17 Tangsel, Imam Amali mengatakan penggalangan dana untuk korban bencana longsor banjar negara atas dasar rasa keprihatinan dirinya terhadap sesama yang tengah mengalami musibah. “penggalangan dana ini untuk korban bencana di Banjar Negara Jawa Tengah, setelah trkumpul kita akan kasih ke Lembaga Sosial untuk di salurkan,” katanya.

Sementara Kepala SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan, Hermayandana, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari anak didiknya, dia pun mengatakan nantinya hasil penggalangan dana ini akan langsung disumbangkan di lembaga social. rencananya kegiatan penggalangan dana ini akan kembali dilanjutkan esok hari hingga batas waktu yang akan ditentukan.


(korantangsel.com, milhan wahyudi)

KORBAN TENGGELAM DI PANTAI UJUNG GENTENG, TIBA DIRUMAH DUKA

korban tenggelam
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Jenazah Apandi Akbar putra ke empat dari ke enam saudara pasangan Manifah dan Muhammad Nazir, mahasiswa Universitas Pamulang yang tewas tenggelam akibat terseret arus ombak pantai ujung genteng, Sukabumi Jawa Barat, akhirnya tiba dirumah duka di Kawasan Pondok Benda Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Banten.

Ibu serta keluarga korban yang tak kuat melihat jenazah siswa yang baru saja menginjak kelas tujuh ini menangis histeris bahkan jatuh pingsan, lantaran tak kuat melihat jasad Apandi Akbar yang sudah terbungkus kain kafan.

Sementara sejumlah teman sekolah korban pun berdatangan untuk berbelasungkawa.

Manifah, ibu kandung korban, mengatakan bahwa korban berpamitan kepada orang tuanya hendak jalan-jalan menuju puncak setelah kepuncak korban dengan temannya menuju ke pantai ujung genteng, Sukabumi Jawa Barat, namun dirinya mendapat kabar dari pihak pengelola pantai bahwa anak nya tersebut meninggal akibat terseret ombak di pantai ujung genteng, “Cuma dapet kabar dari pengelola pantai kalo Pandi sudah meninggal akibat terseret ombak,” kata ibu kandung korban sambil menangis.

Jenazah Afandi Akbar usai disemayamkan, rencananya akan dimakamkan di TPU Buaran Serpong Kota Tangerang Selatan Banten.


TOLAK PEMBANGUNAN SPBG, WARGA LAYANGKAN SURAT KE KELURAHAN BELUM DI TANGGAPI

demo
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Proyek Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jalan Raya Bukit Serua Indah Kota Tangerang Selatan Banten, di tolak warga dengan membawa spanduk yang berisikan tuntutan penolakan, karena mengganggu aktifitas warga, seperti pencemaran polusi udara.

Para warga pun melakukan penyegelan dengan cara memasang sepanduk dibangunan proyek, dengan emosi warga sejumlah kendaraan yang hendak masuk ke area proyek pun diberhentikan warga.

Sejumlah warga menolak keras dengan proyek pembangunan SPBG ini, dan warga pun mengaku sudah mengajukan surat kepada pihak kelurahan namun sampai saat ini belum ada tanggapan, sedangkan proyek tersebut ilegal tanpa adanya izin dari pemerintah, “kita menolak keras pembangunan ini, kita juga sudah bikin surat pengaduan ke kelurahan tapi sampe skrang ga ada tanggapan,” kata Mulyani salah satu warga setempat saat di wawancarai tim reporter korantangsel.com

“Selain itu proyek pembangunan ini membuat warga sangat terganggu dengan bahayanya  pengisian bahan bakar gas, kita ngeri meledak,” tambahnya.

Sejumlah warga berharap, Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera menghentikan proyek pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).


PLT GUBERNUR BANTEN: TINGKATKAN SKILL SETIAP ANGGOTA TAGANA BANTEN

tagana
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno mengatakan akan mendukung setiap kegiatan Tagana. Apalagi, Banten kerap mengalami beberapa bencana, seperti banjir, longsor, bahkan gempa bumi. Dirinya berharap Tagana bisa menjadi besar dan makin dikenal di masyarakat.

Mengenai daerah rawan bencana di Banten, Rano mengatakan tidak ada titik yang spesifik. Bicara banjir, semua titik juga daerah juga bisa menjadi rawan banjir, bila tidak dijaga kelestarian lingkungan. “Sebagai organisasi kebencanaan, seharusnya peningkatan kemampuan anggota dan rekuitmen anggota bisa dimaksimalkan,” ujarnya.


 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA