RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

HARI RAYA IDUL FITRI, HARGA CABAI DAN DAGING SAPI MEROKET

Written By ADMIN on Wednesday, July 30, 2014 | 3:21 AM

daging
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Seperti tahun-tahun sebelumnya kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit yang sebelumnya sekitar 8.000 Rupiah perkilo sekarang menjadi 20.000 rupiah perkilonya, dan harga bawang yang sebelumnya 12.000 rupiah perkilo sekarang menjadi 20.000 rupiah perkilonya, begitu juga dengan ayam dan daging sapi yang harganya melonjak tinggi.

Harga ayam potong saat ini mencapai 35.000 rupiah yang sebelumnya hanya 25.000 rupiah dan harga daging sapi yang sebelumnya 95.000 rupiah sekarang menjadi 110.000 rupiah kenaikkan harga tersebut terjadi pada saat mendekati Hari Raya Idul Fitri, bahkan tahun lalu harga daging sapi menembus angka 150.000 rupiah perkilogramnya.

Menurut Sumiati salah satu pedagang sayuran mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan rawit serta harga bawang memang terjadi setiap menjelang idul fitri, dikarenakan pedagang sayuran dipusatnya libur sehingga sayuran seperti cabai dan bawang susah didapat, kenaikkan untuk hari raya idul fitri tahun ini mencapai 50%. “sampe saat ini harga sembako mahal banget, sampe-sampe naik kira-kira stengah dari harga sebelumnya,” kata pedagang di Pasar Serpong Kota Tangerang Selatan Banten.

Sementara itu Ahmad Sodikin, pedagang daging sapi mengatakan, “untuk tahun ini harga daging sapi local, pada h min 3 sudah mencapai 110.000 rupiah per kilogram, yang sebelumnya hanya 95.000 rupiah per kilogramnya, dan diprediksi akan kembali mengalami kenaikan hingga setelah lebaran mendatang.

Kenaikan tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pembeli yang berharap agar Pemerintah setempat dapat segera mengontrol harga cabai, bawang, daging sapi dan ayam potong. Hal ini dikarenakan harga daging sapi bisa menembus angka 100.000 rupiah per kilogramnya, padahal sebelumnya masih di angka 90.000 rupiah.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

AIRIN, RAYAKAN LEBARAN TANPA SUAMI

airin rachmi diany
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Hari kemenangan seluruh umat Islam telah tiba yaitu Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, dimana sanak keluarga saling bersilaturahmi bersalaman untuk saling memaafkan satu sama lain, akan tetatapi hari kemenangan tersebut, berbeda dengan Walikota Tangerang Selatan yaitu Airin Rachmi Diany yang merayakan hari kemenangan tahun ini tanpa didampingi suaminya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah kali ini, Airin Rachmi Diany yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di Lapangan Kecamatan Pamulang Jalan Sliwangi Nomor Satu Tangsel, hanya bersama kedua anaknya tanpa di dampingi suami tercintanya, hal ini dikarenakan suami Walikota Tangsel Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan masih mendekam di penjara tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus kasus yang dilakaukannya salah satunya kasus Sengketa Pilkada Lebak Banten yang saat ini di vonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana  Korupsi di Jakarta.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk seluruh Masyarakat Kota Tangsel, dan Airin mengatakan meskipun Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah kali ini tanpa didampingi suami tercintanya akan tetapi walikota tangsel cantik ini merayakan dengan keluarga dan para karabat terdekatnyalai, “walaupun tidak ada pemimpin keluarga untuk merayakan lebaran tahun ini saya hanya memaknainya dengan segala sesuatu yang pasti ada hikmahnya dari semua itu, dan akan saya hadapi bersama anak anak-anak kami”. Ujar airin rachmi diany walikota tangsel saat diwawancari reporter www.korantangsel.com

Adapun Agenda Lebaran Walikota Tangsel Airni Racmi Diany usai Shalat Idul Fitri akan langsung menjenguk suami tercintanya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang masih ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dilanjutkan Open House ke Sanak Familinya dan kerabatnya serta  tetangga terdekatnya.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

POLSEK PAMULANG SANTUNI ANAK YATIM

Written By ADMIN on Saturday, July 26, 2014 | 5:17 AM

polsek pamulang
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Detik-detik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Satuan Kepolisian Polsek Pamulang, Kota Tangerang Selatan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim tepatnya di Kantor Polsek Pamulang, kemarin.

Kompol Dodi F Sanjaya, Kapolsek Pamulang mengatakan, kegiatan buka puasa dan santunan anak yatim piatu ini, merupakan salah satu bentuk kegiatan kepolisian selama bulan suci ramadhan.”Intinya, kegiatan ini sebagai ajang menjalin tali silahturahmi  antara polisi, wartawan dan anak yatim,” kata Dodi.

Seperti diketahui, selain mengajak puluhan anak yatim piatu, acara buka puasa ini pun melibatkan puluhan wartawan harian Tangsel.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

SALON MESUM BERKEDOK RIAS PENGANTIN DIGEREBEK WARGA

psk
TANGERANG SELATAN,korantangsel.comSebuah salon rias pengantin yang diduga kerap memberikan layanan plus-plus kepada pelanggan yang berada di Jalan Pondok Kacang Prima, Kota Tangerang Selatan akhirnya digerebek  warga,kemarin

“ Kejadian ini berawal saat seorang tamu hendak ke salon tersebut dengan memparkirkan kendaraan tepat didepan halaman rumah warga, dan saat ditegur tamu tersebut marah-marah.Setelah melihat kejadian tersebut, sejumlah warga langsung emosi dan langsung menggerebek salon,” kata Sofwan Arman, saksi.

Ia melanjutkan, namun saat digerebek salah seorang wanita diketahui tengah melayani tamu. Dalam penggerebekan Salon Ratu Cantik Indah yang diduga salon rias pengantin ini, pihak kepolisian Pondok Aren berhasil menciduk dua wanita capster salon masing-masing berinisial Caca (17) dan Ica (33) beserta pemilik salon yang bernama Noni.

“Saat digerebek, pemilik salon nggak mengaku kalau salonnya ini plus-plus,” ucap Sofwan kepada www.korantangsel.com

Sebelumnya Pihak Kepolisian juga sempat mendapat keluhan dari warga sekitar seputar aktifitas di salon mesum yang berkedok salon rias pengantin tersebut, apalagi saat digerebek salah satu capster tengah telanjang dan memberi layanan kepada seorang pengunjung.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)


ALHAMDULILLAH… 20.000 PEMUDIK, BERANGKAT MUDIK GRATIS

Written By ADMIN on Friday, July 25, 2014 | 12:47 AM

GIANT
TANGERANG SELATAN, korantangsel.com- 24 Juli 2014 di Parkir Timur Senayan, PT Hero Supermarket Tbk melalui salah satu bisnis unitnya GIANT Ekstra dan Ekspres menyelenggarakan acara yang sudah memasuki tahun keenam yaitu “GIANT Pulang Kampung Gratis 2014”sebagai program tahunan yang didedikasikan khusus bagi pelanggan setia GIANT.

Tahun ini, secara keseluruhan Giant memberangkatkan 20.000 orang pemudik, ke 35 titik kota-kota di sepanjang pulau Jawa, dan tahun 2014 ini menambah 1 transportasi baru yaitu Kapal Penumpang PT PELNI (Kapal Laut), dengan tujuan ke Surabaya.

Para peserta Giant Pulang Kampung 2014 dapat memanfaatkan kesempatan emas ini melalui jasa angkutan darat yakni sejumlah 260 unit bus full AC untuk 15.000 kursi pemudik, 31 gerbong kereta api untuk 2.500 kursi pemudik dan angkutan udara menggunakan 12 pesawat terbang untuk 1.500 kursi yang disediakan bagi para pemudik Giant Pulang Kampung tahun ini.

Arief Istanto mengatakan ‘’Program Giant Pulang Kampung Gratis 2014 ini sudah memasuki tahun yang keenam karena kami perhatikan, setiap tahun animo pesertanya semakin meningkat dan Program ini kami dedikasikan kepada para konsumen loyal, karena kami sangat mengapresiasi kesetiaan mereka selama ini dan sebagai pengelola supermarket yang dekat dengan para konsumen, kami selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggan kami”. ujar Arief Istanto

“Selain itu program ini juga kami berikan untuk karyawan Giant sehingga dapat menikmati pulang kampung gratis dengan menggunakan bus sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jerih payah dan usaha mereka untuk perusahaan, Melalui program ini kami juga bermaksud membantu Pemerintah Provinsi Jakarta dalam mengantisipasi kepadatan arus mudik”. tambahnya Arief Istanto Chief of Corporate Affair, Industrial Relations & Risk Management PT Hero Supermarket Tbk

Dengan Giant Pulang Kampung diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan menekan angka kecelakaan terutama disaat menjelang mudik Lebaran.

(korantangsel.com, ahmad baihaqi)
 

GA NGASIH THR… PERUSAHAAN DIUMUMKAN DI MEDIA MASSA

THR
TANGERANG SELATAN, korantangsel.com- Memasuki H-3 Hari Raya Iedul Fitri 1435 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tangsel belum menerima satu pun pengaduan dari buruh mengenai pelanggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dari karyawan perusahaan.

Kepala Disnakertrans Kota Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, pihaknya belum menerima pengaduan dari pekerja yang tidak dibayarkan hak THR-nya oleh perusahaan. Karena hingga batas waktu yang ditentukan tak kunjung ada laporan mengenai tidak dibayarkannya THR, pihaknya memastikan tidak ada penindakan bagi pengusaha yang melanggar Perda No 3/2013 tentang Ketenagakerjaan.

"Sampai hari ini (kemarin-red) belum ada laporan masuk ke posko pengaduan yang kita buka," ungkapnya. 

Dikatakan, untuk memantau pelaksanaan pembayaran THR oleh pengusaha terhadap karyawannya, pihaknya membentuk tim. Tim ini untuk turun ke lapangan untuk memantau

"Kita juga pantau terhadap perusahaan yang ada di Kota Tangsel," katanya. 

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Tangsel Suyatman Ahmad mengatakan,  pemberian sanksi tersebut merupakan salah satu alternatif agar perusahaan tunduk kepada aturan yang berlaku. Diharapkan adanya sanksi tersebut bisa menimbulkan efek jera supaya ke depannya tidak ada lagi perusahaan yang bandel. 

"Kalau sanksi pidananya kan tidak ada. Maka itu kita mengambil tindakan berupa pengumuman di media massa perusahaan mana saja yang tidak bayar uang THR," ucapnya.

Suyatman menilai sanksi ini bisa efektif karena perusahaan akan berfikir dua kali bila melanggar aturan itu. Bila perusahaan diumumkan di media massa, tentunya akan berdampak kurang baik lantaran masyarakat bisa mengetahui sejauh mana kinerja perusahaan tersebut. 

"Banyak efeknya bila perusahaan nakal diinformasikan ke masyarakat. Seperti ketidakpercayaan publik kepada perusahaan itu," imbuhnya.

Suyatman optimistis pengumuman perusahaan nakal di media massa dapat menekan penggebirian pekerja. Teknis pengumuman seperti apa, Suyatman mengaku baru diketahui bila sudah ada jumlah perusahaan nakal.

Meski hanya sebatas usulan, ia yakin aturan ini bisa diimplementasikan. Soalnya, tidak ada aturan yang melarang publikasi bagi perusahaan membandel. Dinsosnakertrans sudah membuka posko pengaduan THR mulai H-15 hingga H-3. Langkah ini untuk mengawasi perusahaan supaya memenuhi kewajiban kepada karyawan. Kata dia, posko ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Pekerja yang belum dibayar uang THR bisa melaporkan ke posko untuk bisa segera ditindaklanjuti. Dari laporan yang diterimanya belum ada perusahaan yang melanggar aturan. Ia pun berharap tidak ada persoalan terkait pembagian uang THR. 

"Kita inginnya semua berjalan lancar. Perusahaan mematuhi kewajibannya, pekerja mendapatkan haknya," ujarnya. 

Dijelaskan potensi pelanggaran disini terhitung kecil karena selain jumlah perusahaan tidak banyak, Kota Tangsel bukan termasuk daerah industri seperti Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang ataupun Kota Cilegon. Di Kota Tangsel perusahaannya memang terdiri dari industri kecil, sedang dan besar. Tetapi kuantitasnya tidak besar. 

"Potensi konflik pekerja dan perusahaannya juga tidak besar bila dibanding kota lainnya. Saya optimistis tidak ada gejolak disini," katanya.


(korantangsel.com, duz & milhan wahyudi)

KORBAN PESAWAT MALAYSIA AIRLINES MH 17, JANE MADELEINE AS SEMASA HIDUPNYA SANGAT RAMAH

mh 17
TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Almarhum Jane Madeleine Adi Soetjipto yang tewas dalam tragedi Pesawat Malaysia Airlines MH 17, dianggap orang yang baik dan ramah dilingkungan tempat tinggalnya di Apartemen Bona Vista Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Menurut keterangan Edi Purwanto, security apartemen mengatakan, korban dilingkungan tempat tinggalnya sangat baik, selalu memberikan senyum terhadap orang disekitaranya, termasuk dengan semua security apartemen, “dia sering memberikan senyum dan menyapa sama orang yang dikenalnya, termasuk juga kita-kita”, kata Security Apartemen.

“Korban tinggal di aparteman sudah sekitar tiga tahun lamanya bersama empat orang keluarganya, anaknya satu dan keponakan beserta istrinya  dari adik suaminya yang sudah lama meninggal.” Tambah Edi.

Untuk saat ini keluarga Jane Madeleine Adi Soetjipto, tidak mau memberikan keterangan selanjutnya terhadap media.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)
 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA