RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

SATPOL PP TUTUP SEMENTARA TEMPAT HIBURAN WARNET DAN GAME ONLINE DI KOTA TANGERANG

Written By korantangsel.com on Monday, September 21, 2020 | 2:42 PM

 


Tangerang Raya, Korantangsel.com - Satpol PP Kota Tangerang menutup sementara  beberapa tempat hiburan warnet dan game online yang beroprasi dan tidak melakukan protokol kesehatan Covid-19, tindakan tersebut berdasarkan adanya aduan dari masyarakat  untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19), di Kota Tangerang.

"Terima kasih atas peran aktif warga masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan PSBB, pemerintah tdk mungkin bisa bekerja sendiri untuk memutus penyebaran covid19 butuh dukungan seluruh elemen masyarakat," Kata Gufron Selaku Kabid Satpol PP Kota Tangerang, Senin (21/9/2020).

Satpol PP Kota Tangerang menutup sementara  beberapa tempat hiburan warnet dan game online di kota tangerang, foto istimewa korantangsel.com


Gufron  menyebutkan , Sesuai dengan  Peraturan Walikota (PERWAL)  psbb bahwa untuk arena permainan game online selama psbb belum diperkenankan untuk dibuka, malam  ini didampingi oleh tokoh masyarakat kita lakukan penutupan sementara, di Wilayah Rw 015 dan Rw 016,  Tanah Tinggi, Kota Tangerang.(20/09/20).

Gufron Menjelaskan, Kita sudah perintahkan ke para kasi tramtib untuk memantau di wilayah masing - masing, seandainya ada yg membandel untuk  tetap buka silahkan laporkan ke satpolpp untuk kita tindak lanjuti.

(Korantangsel.com, Hasan)

Bangunan Minimarket "Alfamart" Tidak Berizin di Bona Sarana Indah Tak Kunjung di Bongkar Petugas..

Written By korantangsel.com on Thursday, September 17, 2020 | 5:33 PM


Tangerang Raya, Korantangsel.com- Terbukti tidak berizin dan melanggar sejumlah peraturan, sebuah Alfamart di Bona Sarana Indah tepatnya di blok V /1 Rt.004/Rw.007, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang. 

Diketahui, Alfa Mart tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sejalan dengan izin operasi usaha.

Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Kota Tangerang  mengirimkan anggotanya untuk kembali menindak bangunan Alfa Mart yang diketahui belum memiliki IMB, (2/9).

Pasca penyegelan hingga menerbitkan rekomtek, penindakan atas pelanggaran dijelaskannya telah menjadi kewenangan Satpol PP Kota Tangerang.

"Saya sudah mengirimkan anggota ke lokasi, dan benar di temukan adanya tukang yg masih kerja dan bangunan tanpa IMb tersebut di gembok dan di kasih police line," kata Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Hendra.

Namun, Hingga sampai saat ini bangunan tersebut tak kunjung di bongkat padahal tidak mengantongiizin. Tapi malah di arahkan untuk mengurus izin mendirikan bangunan, sedangkan bangunan sudah 90 % jadi.

Kabid Gakumda "Gufron" meyatakan bahwa jika ingin melakukan pembongkaran harus mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait, dalam ini Dinas Perkim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Tangerang.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Tangerang, "Muhamad Noor, SE. M.Si" Memberikan pendapat bahwa  bangunan yang tidak berizin dan menggelar perda tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah kewenangan penyegelan dan pembongkaran ada di SKPD penegak perda (Dinas Satpol PP Kota Tangerang). Dan dari dinas Perkim Kota Tabgerang belum bisa di konfirmasi sampai saat ini. (16/9/2020)

Ketua LSM BMI ( Dedy/ coki ) sangat disesalkan dinas Satpol PP kota tangerang yang seharusnya sebagai garda terdepan dalam penegakan perda kota tangerang terlihat tebang pilih dan tidak berani melakukan tindakan tegas pembongkaran  kepada para investor yang ingin membuat usaha di kota tangerang dengan melanggar aturan perda kota tangerang. Lebih baik bongkar lalu urus izin dan mereka silakan membangun kembali.


 

Jika tidak bisa menegakan aturan perda dengan tegas, kami sarankan lebih baik mundur dari jabatan kepala Dinas Satpol PP kota tangerang. Masih banyak putra dan putri bangsa yang bisa memimpin dengan tegas dan berani sesuai tugas dari Satpol PP itu sendiri “ Ujarnya dedy/coki kepada salah satu awak media Korantangsel.com." (17/9/2020)

Jika investor sudah membangun tanpa mengantongi izin , setelah pembangunan di segel bahkan di gembok lalu di arahkan untuk mengurus izin. Bagaimana bisa member efek jera bagi para investor lain yang ingin mendirikan usaha di kota tangerang.

(Korantangsel.com, Hasan)

Pol PP Kota Tangerang Menanggapi surat LSM BMI Terkait Pembongkaran Bangunan Minimarket di Bona Sarana Indah

Written By korantangsel.com on Saturday, September 12, 2020 | 7:30 PM


Tangerang Raya, Korantangsel.com- Tetap membandel,  pasca di segel Satpol PP kembali untuk yang kedua kalinya pada 02 September 2020 Kemarin dengan gembok serta Pol PP Line,  Lsm Bintang Merah Indonesia kembali Melayangkan surat untuk pembongkaran salah satu pembangunan yang berlokasi di Jalan Bona Sarana Indah, ke Kantor Satpol PP Kota Tangerang.(9/9)

"Pasca segel yang kedua ,  LSM BMI Meminta Satpol PP untuk membongkar bangunan tersebut karena telah melanggar prosedur untuk membuat suatu bangunan yang ada di Kota Tangerang, dengan tujuan memberikan effek jera serta membungkam bahwa peraturan di Kota Tangerang tidak main main." Kata Ketua LSM BMI,  Dedy Coki kepada Korantangsel.com

Mendapati surat tersebut Satpol PP Kota Tangerang tidak bisa menindak lanjuti untuk pembongkaran karena belum adanya Rekom dari dinas terkait, Meski sudah jelas salah membangun tanpa mengurus izin terlebih dahulu. 

 

"Iya,  Itu surat memang sudah kami terima,  cuma kalau terkait pembongkaran ada prosedurnya dia kan sedang mengajukan proses izin,  selama izinya belum keluar kita sudah hentikan aktivitas pembangunan tersebut,  namun jika izin tersebut tidak bisa di keluarkan baru nanti ada rekom teknis dari dinas terkait untuk pembongkaran bangunan tersebut dan bangunan harus seperti semula,  kalau memang izinya rumah tinggal ya harus rumah tinggal. "  Kata Kabidpol PP Kota Tangerang,  Gufron.

Diberitakan sebelumnya,  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Kota Tangerang menyegel untuk yang kedua kalinya pasca membandel untuk melakukan aktivitas pembangunan yang di duga untuk salah satu minimarket di Jalan Bona Sarana Indah,  Blok V/1 Rt 004/007, Kel. Cikokol,  Kec. Tangerang, Selasa (2/9).

Penyegelan dan pembongkaran tersebut, berdasarkan adanya aduan dari masyarakat yang resah,  dan Tindakan penyegelan berdasarkan Perda Nomer 3 Tahun 2012 Tentang bangunan dan gedung,  nomer 17 Tahun 2015 Tentang retribusi perizinan tertentu,  serta nomer 8 Tahun 2018 Tentang ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. 




(Korantangsel.com, Hasan)

JAMU BAHENOL ALA PENGUSAHA MUDA ASAL KOTA TANGERANG

Written By korantangsel.com on Friday, September 11, 2020 | 2:55 PM



BISNIS,korantangsel.com- Chantika (19) mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Tangerang ini bisa menjadi satu contoh bagi teman-teman sebayanya.

Dengan bermodalkan Rp 1000.000, ia membuka usaha minuman sehat yang berbahan dasar dari rempah-rempah yang biasa dijadikan bahan dasar Jamu.

"Iya minuman ini saya kasih nama Jamu Bahenol, tapi minuman ini saya modifikasi lagi agar lebih menarik dan enak di konsumsi baik bagi orang tua ,dewasa dan anak-anak," kata Chantika saat di temui dilokasi pembuatan Perumahan Pabuaran Residen Karawaci Kota Tangerang, Kamis (10/9/20).

Memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya menjadi satu strategi pemasaran bagi Chantika. Untuk memasarkan produk Jamu Bahenol Beer Pletok, Chantika memanfaatkan media sosial tapi bisa juga datang langsung ke tempat produksi.


Dalam produksinya Chantika bisa memproduksi minuman sebanyak 10-15 botol per hari. Chantika mengaku, banyaknya pesanan membuat dirinya harus menyempatkan waktu  berbelanja rempah-rempah di pasar tradisional Kota Tangerang. Keterbatasan bahan-bahan pembuatan jamu kadang menjadi kendala baginya untuk produksi. 

Ada dua varian produk minuman andalan Jamu Bahenol seperti, Kunyit Asem dan Bir Plethok paling banyak di pesan oleh konsumen, selain rasanya yang menyegarkan juga di yakini bisa membangkitkan tenaga dan menjaga kebugaran tubuh bagi mereka yang sering mengkonsumsinya. 

(korantangsel.com,dens)

Lsm BMI Desak Satpol PP bongkar bangunan mini market di Bona Sarana Indah

Written By korantangsel.com on Thursday, September 10, 2020 | 11:51 AM


Tangerang Raya, Korantangsel.com- Pemerintah Kota Tangerang terus mengejar para investor yang ingin melakukan investasi di Kota Tangerang, Namun Para Investor jangan sampai melanggar peraturan yang ada. Pemerintah Kota Tangerang selalu menghimbau bahwa pembangunan harus di lengkapi dengan adanya izin izin yang wajib di urus dan dilengkapi.

 Namun ada saja investor yang melakukan pembangunan tanpa izin bahkan membangun terlebih dahulu baru mengurus izin. Salah satunya pembangunan yang berlokasi di Bona Sarana Indah yang di duga bangunan untuk salah satu minimarket ternama di Indonesia.

 "Kami sudah mengirim surat pertama pada 31 Agustus 2020 untuk penyegelan kepada Kasatpol PP Kota Tangerang (Agus Hendra)  berdasarkan Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang bangunan dan gedung, Nomor 17 tahun 2015 tentang retribusi perizinan tertentu, serta Nomor 8 tahun 2018 tentang ketertiban umum dan perlindungan masyarakat , Namun satu hari setelah penyegelan kami menemukan masih ada tukang yang bekerja. Lalu kami meminta kepada Kasatpol PP Kota Tangerang agar bertindak tegas dengan memberi police line dan penggembokan pada bangunan tersebut." Kata Ketua LSM BMI, Dedy Rahmadsyah, kepada Korantangsel.com

 


Hari ini LSM Bintang Merah Indonesia Kembali mengirimkan surat yang ketiga untuk melakukan pembongkaran bangunan tersebut kepada Kasatpol PP Kota Tangerang dengan tujuan memberikan efek jera dan membungkam bahwa peraturan di Kota Tangerang tidak main majn.  Rabu (9/09/2020)

 pembongkaran tersebut, berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang resah, dan di duga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

(Korantangsel.com, Hasan)

PROGRAM PANDAWA, SOLUSI KURANGI ANTRIAN DI KANTOR BPJS

Written By korantangsel.com on Thursday, September 3, 2020 | 9:28 PM

TANGERANG RAYA,korantangsel.com – Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Tangerang melakukan inovasi pelayanan di masa pandemi covid-19, yaitu pelayanan terbaru berbasis daring. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala BPJS KC Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Nunki Malahayati Tambunan, pelayanan administrasi melalui whatsapp (PANDAWA) ini bertujuan untuk meminimalisir pertemuan tatap muka.

Diakui Nunki, semenjak pandemi terjadi di Indonesia yang disertai dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), membuat pertemuan tatap muka yang menimbulkan kerumunan dilarang. Namun demikian, masih banyak peserta BPJS yang datang ke kantor BPJS setempat sehingga kerumunan tidak terhindari.

“Melalui layanan pandawa, kerumunan dapat kami atasi. Berdasarkan data kami, pada bulan Maret hingga Mei memang terjadi penurunan kunjungan. Namun pada masa adaptasi kebiasaan baru, sekitar Juni dan Juli terjadi lagi lonjakan kunjungan. Untuk itu kami hadirkan layanan pandawa ini,”katanya kepada awak media di Kawasan Tangerang Selatan, Kamis (3/9/20).

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan cabang Kota Tangerang, Johana menambahkan sepatutnya para peserta bisa memanfaatkan layanan Pandawa ini dengan maksimal. Layanan dapat digunakan pada jam pelayanan mulai dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. 

“Dalam sehari petugas kami maksimalkan pelayanannya, sehingga bisa menuntaskan sekitar 60 persen layanan yang masuk. Karena sisanya berdasarkan catatan kami, terkendala karena beberapa hal. Seperti peserta lama respon, berkas kurang lengkap , melewati jam pelayanan, salah pemilihan kode dan lainnya,”ungkapnya.

Sekedar informasi, saat ini tercatat kunjungan peserta ke kantor BPJS mencapai 100-200 orang per harinya.  Pada bulan Agustus bahkan mencapai 5.106 orang. Adapun pelayanan Pandawa ini bisa diakses di nomor 081283078906  untuk wilayah Tangerang Selatan dan 082122375424 Kota Tangerang dan 081210292667 Tigaraksa.

Meski demikian, terdapat kanal layanan lainnya yang mendukung penerapan protocol kesehatan yang bisa di akses peserta melalui aplikasi JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400 dan CHIKA di nomor whatsapp atau telegram di 08118750400. 


(korantangsel.com,dens)

368 WARGA BINAAN LAPAS PEREMPUAN DAPAT 12 JENIS PELATIHAN

 


TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Sebanyak 368 warga binaan lapas perempuan Tangerang, mendapat pembekalan dari Lembaga Pelatihan Kerja Puspa Antariksa atau tenaga pengajar bersetifikat maupun praktisi yang berpengalaman di bidangnya. 

Kepala Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang, Rafni Trikoriaty Irianta mengatakan ada sekitar 12 pembekalan yang diberikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang kepada warga binaannya. Mulai dari pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, serta pembuatan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, hand soap, dan masker kain yang menyesuaikan pemintaan pasar.

"Setidaknya ada 12 jenis kepelatihan per tahun ini. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak produk yang bisa dipasarkan di akun marketplace lapas yang kami kelola," kata Indri di sela-sela kegiatan. 

Pihaknya menargetkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sebesar Rp 12.740.000 bisa diperoleh pada tahun 2020 ini. Menurut data terbaru yang dirilis Lapas Perempuan, hingga bulan Agustus PNBP yang dikumpulkan senilai Rp 4.960.000, atau kurang lebih sepertiga dari target.

"Oleh karena itu, warga binaan kami dukung agar memproduksi produk bernilai jual. Apalagi kebutuhan masyarakat saat ini terhadap masker dan hand sanitizer kian meningkat. Kami optimistis target PNBP bisa tercapai," tambah Indri.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhukam Banten, R. Andika Dwi Prasetya menuturkan lapas menjamin premi untuk tiap warga binaan yang dapat menghasilkan produk bernilai jual. Sehingga dan akan jadi movitasi tersendiri terlebih lagi dapat mengantongi sertifikat keahlian di bidang yang mereka tekuni selama masa menjalani pidana.

“Diharapkan masyarakat mjd tahu bahwa di dalam lapas itu banyak kegiatan kegiatan yang produktif," tutupnya.

(korantangsel.com,dens)

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA