RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

SIAPKAN MENTAL DAN KEAHLIAN WARGA BINAAN SAAT BEBAS, LPP KELAS 1 RESMIKAN SALON DAN LAUNDRY DI LINGKUNGAN LAPAS

Written By korantangsel.com on Friday, November 15, 2019 | 6:28 AM


TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas I Tangerang, Kamis (14/11/2019) meresmikan salon dan laundry di lingkungan lapas. Kehadiran salon dan laundry ini, merupakan wadah bagi warga binaan untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat selama di dalam rutan.

Kepala LPP Kelas 1 Tangerang, Herlin Chandrawati mengatakan keberadaan salon dan loundry di lingkungan LPP ini, akan dibuka untuk umum yang dikerjakan oleh warga binaan sendiri.

"Walaupun mereka (warga binaan-red)  yang mengerjakan, tetapi mereka sudah mendapat pelatihan dan bersertifikasi. Sehingga, masyarakat umum tidak perlu khawatir atas kemampuan mereka. Dan untuk mempromosikan pembukaan salon ini, kami memberikan gratis bagi siapa pun yang ingin mempercantik diri di salon LPP Kelas 1 Tangerang," kata Herlin.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Banten, Imam Suyudi menuturkan keberadaan salon dan laundry di LPP Kelas 1 ini, merupakan upaya kami untuk memberikan modal kepada warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat.

 "Ini satu bentuk program Lapas yang harus dijalankan, dengan peresmian dan penandatanganan MOU oleh LPP kelas I Tangerang bersama para Steakholder, menjadi satu buktinya bahwa kami serius menjalankan segala perintah dan program Kementrian Hukum dan HAM, terutama dalam pembinaan mereka yang menjadi warga binaan di LPP Kelas I Tangerang," ucap Imam.

(korantangsel.com,dens/red)


DEMI KENYAMANAN, LPKA TANGERANG LUNCURKAN CAFE KUNJUNGAN

Written By korantangsel.com on Wednesday, November 13, 2019 | 11:27 AM


TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Demi kenyamanan dan terciptanya  pelayanan yang bermartabat, Lembaga  Permasyarakatan Kelas Anak (LPKA) Klas I Tangerang meluncurkan Cafe Kunjungan tepatnya di LPKA Kelas 1 Tangerang, Senin (11/11/2019).

Selain kafe, LPKA juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang lainnya demi terciptanya pelayanan yang bermartabat dengan mengedepankan hak asasi manusia (HAM).


Pelaksana tugas (Plt) Kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi mengatakan, fasilitas kafe dihadirkan untuk memberikan rasa keharmonisan bagi anak didik pemasyarakatan (andikpas) saat dikunjungi keluarganya.

"Jadi, saat anak didik masuk maupun keluarganya masuk ke sini (dalam lapas) bisa merasakan kebahagiaan keluarga," katanya.

Dalam Cafe Kunjungan, lanjut Dedy, pengunjung yang berinteraksi dengan andikpas juga akan dihibur dengan tampilan musik kekinian, yaitu grup band yang berasal dari andikpas. Sehingga, kehadiran kafe ini menjadi ruang bagi andikpas untuk menampilkan kemampuannya di hadapan publik.

"Musik kami berikan, karena bagian dari hipnoterapi agar pikirannya terasa nyaman," ucap Dedy.

Dedy menambahkan, tak hanya itu, fasilitas ramah disabilitas juga disediakan. Seperti tersedia area perparkiran kendaraan, jalur, ruang tunggu khusus bagi pengunjung yang menyandang disabilitas, dan terdapat kamar disabilitas untuk andikpas meskipun saat ini belum ada andikpas penyandang disabilitas.

Bahkan, kamar Registrasi H pun tersedia walau belum ada andikpas yang mengalami penyakit menular. Sebab, pusat layanan kesehatan Klinik Assyifa yang dilengkapi tenaga kesehatan selalu memonitoring kesehatan andikpas.

"Ruang rawat inap pula kami sediakan," tuturnya.

Bagi keluarga yang ingin beribadah, Dedy menuturkan, kami menyediakan Mushola Al-Hidayah. Kami berharap, ragam fasilitas publik berbasis HAM ini dapat memberikan pelayanan secara maksimal untuk masyarakat. 

"Karena untuk layanan berbasis HAM, kami liding sektornya," pungkasnya.

(korantangsel.com,dens/red)

DI PENGHUJUNG TAHUN, IKEA HADIRKAN PRODUK BERGAYA SKANDINAVIA

Written By korantangsel.com on Monday, November 11, 2019 | 2:00 PM


image.png

BISNIS,korantangsel.com- Menyambut  perayaan di penghujung tahun, IKEA menghadirkan produk bergaya Skandinavia mulai dari keperluan memasak, makan, dekorasi, hingga menyiapkan kertas kado untuk Anda berikan kepada orang tercinta.

Ririn Basuki, Public Relations IKEA Indonesia mengaku biasanya perayaan akhir tahun menjadi momen di mana kita berkumpul bersama kerabat dekat.  Sehingga IKEA menghadirkan produk  Skandinavia yang sederhana, namun kaya akan pola-pola ceria dan warna cerah.

Lanjut Ririn, seperti menyiapkan makan malam yang terkadang memerlukan waktu dan tenaga tambahan. Perlengkapan makan VINTERFEST adalah salah satu yang dapat diandalkan dari tahun ke tahun. Desain yang sederhana dan tidak termakan waktu ini berbentuk bulat dan lembut, dapat dipadu-padankan dengan perlengkapan makan lain yang sudah dimiliki di rumah.  Memasang taplak VINTERFEST yang berbahan katun berkelanjutan dengan warna serasi juga bisa menyulap meja makan Anda menjadi sebuah karya seni yang meriah.


                         image.png

Bagi Anda yang ingin memberi hadiah untuk relasi atau kerabat, Ririn menjelaskan coba lakukan hal baru dengan menggunakan alternatif yang lebih berkelanjutan, seperti menjadikan  bahan kado sebagai bagian dari kadonya. Bisa menggunakan kaleng kue atau lap dapur VINTERFEST untuk membingkis hadiah, atau mungkin memakai rantai lampu LED VISSVASS untuk menghias kado.

                          image.png 

Untuk menerangi malam, Ririn menyarankan lampu rantai hingga kap lampu gantung berbentuk bintang dapat menjadikan setiap sudut rumah Anda semakin bercahaya.

 Bagi Anda yang menginginkan cahaya yang tidak begitu terang, manfaatkan tempat lilin STRĂ…LA dengan tiga lengan berbentuk setengah lingkaran yang dioperasikan menggunakan baterai. Selain itu, tempat lilin ini memiliki timer di dalamnya yang dapat menyalakan lampu lilin LED di waktu yang sama setiap hari selama 6 jam.

“Dengan adanya rangkaian produk yang dapat mendukung perayaan di penghujung tahun ini, manfaatkan momen kebersamaan dengan keluarga dan teman agar menjadi lebih meriah dan berkesan,” tutup Ririn.

(korantangsel.com,dini)

STISIP YUPPENTEK AJAK KAUM MILENIAL MENJAGA KESATUAN BANGSA MELALUI OPERET

Written By korantangsel.com on Saturday, November 2, 2019 | 5:06 PM


TANGERANG RAYA,korantangsel.com-Banyak hal yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda, salah satunya dengan Operet yang dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Yuppentek (STISIP), Jumat (1/11/2019).

Ketua STISIP Yuppentek, Bambang Kurniawan mengatakan peringatan hari Sumpah Pemuda yang di adakan oleh Badan Exekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Yuppentek ini, bertujuan untuk mengajak kaum milenial tetap bersatu dan menjadi pemuda harapan bangsa, demi terwujudnya cita-cita yang telah diamanatkan oleh para pendahulunya.


"Berbeda-beda suku bangsa namun tetap satu Indonesia, perbedaan yang menjadi satu ciri bangsa Indonesia tidak untuk di jadikan satu masalah, namun perbedaan yang ada harus kita jadikan satu keindahan dan warna bagi bangsa ini," kata Bambang.

Bambang menambahkan, dalam sejarah bangsa Indonesia 91 tahun lalu para pemuda Indonesia telah berikrar dan berjanji untuk mempersatukan Indonesia yang beragam suku, bangsa dan bahasa. Atas dasar itulah pemuda dijaman milenial saat ini, harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan agar tetap utuh demi kemajuan bangsa.

"Dengan kita merayakan hari sumpah pemuda, semoga kita bisa menghargai segala jasa para pahlawan yang sudah bersusah payah dengan mengorbankan darah dan air mata demi Indonesia negara yang kita cintai ini," harap Bambang.

Dalam rangkaian acara tersebut BEM Mahasiswa STISIP Yuppentek menampilkan Operet yang bertemakan Sejarah sumpah pemuda.

(korantangsel.com,dens/red)

SEMANGAT JAGA PERDAMAIAN PAPUA MELALUI KONSER MUSIK "INDONESIA IN HARMONY"

Written By korantangsel.com on Friday, November 1, 2019 | 8:24 PM


TANGERANG RAYA,korantangsel.com-  Sebagai wujud syukur terhadap kondisi Papua yang aman dan damai, komposer sekaligus pianis Ananda Sukarlan membawakan karya-karya khusus untuk Papua di konser “Indonesia in Harmony” yang digelar di Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Kamis (31/10/2019).

Komposer dan Pianis, Ananda mengatakan Rapsodia Nusantara 24 merupakan karya lagu tradisional nusantara yang dibuat untuk memperkenalkan dan memperingati tokoh perdamaian Papua, Pater Neles Tebay yang wafat pada April lalu. Karya ini menggubah melodi rakyat “Domidow” asal Dogiyai, Papua, tempat kelahiran Pater Neles Tebay.

Ananda mengaku, awalnya tidak pernah dengar tentang Dogiyai. Kemudian setelah melakukan riset dan seorang misionaris Jerman memberitahu mengenai notasi melodi rakyat Domidow, kemudian menjadi Rapsodi Nusantara 24.

Sebelum konser, penonton juga disuguhkan dengan pemutaran film dokumenter tentang Papua yang berjudul “Pelangi di Ufuk Timur” karya Baptista Anton, dan diskusi yang menghadirkan Aileen H Riyadi dari Yayasan Pendidikan Harapan Papua. Mereka sepakat kedamaian di Papua harus terus dirawat demi memajukan pendidikan dan kualitas kehidupan saudara sebangsa setanah air kita di Bumi Cenderawasih.


Seperti diketahui, semangat untuk terus merawat perdamaian di Papua juga ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih daerah Papua sebagai kunjungan perdananya setelah dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024. Bahkan, pada 28 Oktober 2019 Jokowi secara khusus meluangkan waktunya untuk meninjau sejumlah lokasi terdampak kerusuhan yang pernah terjadi di Wamena pada September lalu.

Jokowi meminta kerusuhan tidak terulang lagi di tanah Papua, termasuk di Wamena. Dia nuga menekankan, pemerintah tak hanya akan membangun kembali gedung-gedung dan fasilitas publik yang rusak, namun juga akan berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat di Wamena.

(korantangsel.com,dens/red)

PERAYAAN DIRGAHAYU PBB, RATUSAN SISWA BINUS SCHOOL KENAKAN PAKAIAN ADAT MANCANEGARA

Written By korantangsel.com on Thursday, October 31, 2019 | 7:26 PM


TANGERANG SELATANsel,korantangsel.com- Bertepatan dengan Hari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Binus School Serpong merayakan Internationalism Week, Rabu (30/10/2019) tepatnya di Sjuman Hall Binus School Serpong, Tangsel. Menariknya lagi, dalam perayaannya itu, siswa menggunakan pakaian adat khas negara tersebut.


PIC Acara Internationalism, Mr Sechem Cudilla mengatakan Internationalism Week yang merupakan acara tahunan ini, bertujuan untuk mengajarkan siswa mengenai perbedaan etnis dan budaya dunia.

"Disini, siswa mengenakan pakaian adat dari negara PBB dan harus memperagakan di depan siswa melalui parade pakaian, parade makanan khas dari manca negara, bahkan pertunjukkan seni dari manca negara pun ada," kata Sechem.


Tak hanya parade pakaian dan pertunjukkan seni mancanegara, lanjut Sechem, mengangkat tema Greening The Blue, siswa diajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan berfokus pada pengurangan pencemaran karbon emisi.

"Kami berharap tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tapi siswa juga mempunyai hati untuk peduli terhadap manusia dan lingkungan," tutupnya.

(korantangsel.com,dini)

STISIP YUPPENTEK GELAR SEMINAR PUG

Written By korantangsel.com on Tuesday, October 29, 2019 | 7:14 AM


TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Sebagai bentuk pemahaman mahasiswa terkait Pengarusutamaan Gender dalam proses pembangunan, STISIP Yuppentek menggelar seminar bertajuk "Kolaborasi dan Inovasi : Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Dalam Pembangunan Kota Tangerang", Senin (28/10/2019) di Aula Widyaloka STISIP Yuppentek, Cikokol, Tangerang.

Ketua STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan mengatakan, untuk mewujudkan kesetaraan gender memang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah saja dan tersesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

 Bambang menambahkan, perlu dilakukan secara terencana dan melibatkan banyak pihak, serta berkelanjutan. Oleh karenanya, perlu ada peran kolaborasi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Tangerang yang berkeadilan gender secara optimal.


"Memang amanat undang-undang termasuk juga Perda menyebutkan tentang pengarusutamaan gender itu mengamanatkan untuk membentuk wadah. Dimana, dalam wadah tersebut terdiri dari berbagai unsur di antaranya adalah pers, terus juga kampus,” jelas Bambang.

Kegiatan tersebut, diharapkan Bambang, dapat meningkatkan pengetahuan para peserta seminar tentang konsep kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan serta konsep perlindungan anak dan perempuan dari berbagai tindakan kekerasan.

“Kami ingin mahasiswa kami lebih memahami tentang pengarusutamaan gender dalam proses pembangunan. Kami juga ingin terbentuknya sebuah lembaga kolaborasi pengarusutamaan gender dari lintas pelaku, yang di dalamnya terdiri dari unsur pemerintah, pers, mahasiswa, dan ormas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tangerang, Aini Suci Wismansyah menuturkan, terkait peran PKK dalam pembangunan memiliki program pokok PKK yang menunjang pembangunan Kota Tangerang, bahkan PKK menjadi wadah perempuan yang penting untuk pembangunan.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,(DP3AP2KB) Heryanto menambahkan ini menjadi sebuah kolaborasi untuk mewujudkan paham pengarusutamaan gender di Kota Tangerang.

Diketahui, salah satu tujuan dalam seminar ini adalah terpetakannya rumusan desain kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan Perguruan Tinggi untuk mendorong pembangunan berkeadialan gender yang berkelanjutan.

Kegiatan juga bertujuan untuk menginisiasi sinergitas pembangunan antara Pemda dan Perguruan Tinggi melalui kerjasama dalam bentuk pendidikan, penelitian atau kajian dan pengabdian kepada masyarakat.


(korantangsel.com,dens/red)







 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA