BREAKING NEWS

TANGERANG SELATAN

NASIONAL

TANGERANG RAYA

Thursday, September 16, 2021

Dprd Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Ulama Besar MUI

Dprd Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Ulama Besar MUI


Tangerang Raya, Korantangsel.com- (Tangerang Kota) Pimpinan DPRD Kota Tangerang menyampaikan duka cita, turut berbelasungkawa atas kepergian Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi yang tutup usia pada Rabu (15/09) pagi tadi.


Ketua DPRD Gatot Wibowo mengaku sangat kehilangan sosok almarhum Kyai Edi, seorang ulama besar di Kota Tangerang.


"Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Tangerang, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita, orang tua kita, panutan kita, Kyai Edi Junaedi," ujar Bowo kepada Media seusai mensholatkan alm Kyai Edi, di Masjid Al-Azhom, Rabu (15/09) sore.


"Semoga beliau diampuni segala dosa-dosanya. Dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," sambung dia.


Kyai Edi juga adalah tokoh dan panutan bagi masyarakat Kota Tangerang, menurut Bowo.


"Kami banyak belajar dari beliau dimasa hidup. Tentang cara kesederhaan hidup, tentang cara memikirkan ummat," ucap politisi PDI Perjuangan ini.


"Tentu kita semua sangat kehilangan. Dan beliau juga seoarang figur yang mampu mensinergikan antara ulama dan umaro, ditangan beliau hubungan komunikasi berjalan dengan baik," tutur Bowo.

Dprd Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Ulama Besar MUI


Sementara Wakil Ketua DPRD Turidi Susanto, juga mengaku sangat kehilangan, aset dan kebanggaan masyarakat Kota Tangerang, Kyai Edi Junaedi.


"Kita dari Fraksi Gerindra turut berbelasungkawa. Beliau ini kan aset Kota Tangerang sebenarnya, kita cukup kehilangan sekali ulama besar ini," ujarnya.


Dimata Turidi, kyai Edi yang kharismatik ini juga sesekali lucu dan suka becanda ketika sedang menyampaikan dakwah-dakwahnya.


"Narasi-narasi dakwahnya pun menyejukan. Dan banyak sekujuuali guyon-guyon beliau yang mengena, mengajari kita untuk bersifat Ahlakul Karimah. Saya kira ini luar biasa," kata dia.


"Kita semua kehilangan bukan hanya keluarga. Kyai Edi Junaedi adalah milik masyarakat Kota Tangerang ini adalah aset besar," pungkas Turidi. 


Senada dikatakan politisi PKB, menurutnya Kyai Edi adalah seorang ulama besar dan seorang pejuang Kota Tangerang. 


"Kami dari Fraksi PKB, mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Kyai Edi. Beliau adalah ulama besar seorang pejuang, beliau orang baik saya saksinya. Insya Allah beliau husnul khotimah," kata dia.

(Sn/Korantangsel.com)

Sunday, September 12, 2021

Rindu Jajanan Khas Palembang, Dapur Wak Kampus Tempatnya

 


BISNIS,korantangsel.com- Buat kamu yang punya kampung halaman di Sumatera Selatan, pasti kangen dengan jajanan khas kampung. Di Dapur Wak Kampus salah satu anggota UMKM Tangerang menyediakan berbagai macam jajanan Palembang.

Pemilik Dapur Wak Kampus, Apriza Angraeny (44) sebut saja seperti kue engkak, palembang, lapis legit khas Palembang, tekwan, otak-otak, sarikaya, maksuba dan maklagit. 



Apriza mengaku resep turun menurun ini, ia dapat dari sang Nenek. Bahkan untuk bahan bakunya pun di datangkan dari Palembang, seperti gula merah dan hampir semua rasa kue buatannya pun mirip seperti di daerah asalnya.

"Kalau orang Palembang asli yang merantau disini, banyak yang bilang mencicipi kue disini seperti makan kue seperti masih kecil. Karena rata-rata orang Palembang suka manis," katanya. (Dini) 

Dapur Wak Kampus
IG : dapurwakkampus
WA : 081218904054


(korantangsel.com,Dini)

Niat Sembuhkan Suami, Sugiarti Buat Sari Bawang Putih Tunggal


BISNIS,korantangsel.com- Sugiarti perempuan yang bertempat tinggal di Ciliwung, Karawaci, Kota Tangerang ini kini merambah usaha sari bawang putih tunggal yang kaya akan manfaat. 

Sugiarti mengaku usaha ini berawal dari sang suami yang menderita serangan jantung. Setelah mendapat resep dan menambah komposisi lainnya, akhirnya Sugiarti berhasil membuat sari bawang tunggal yang sudah dikenal hingga ke Jambi. 



"Kalau kata pelanggan, sari bawang tunggal punya saya nggak bau. Karena dari komposisi saya tambahkan cuka apel dan madu," katanya.

Sugiarti menuturkan sari bawang putih sudah memiliki pelanggan tetap yang tersebar di Tangerang, Jakarta dan luar kota lainnya. Di mana hampir setiap bulan 10 botol berukuran 650 mili selalu terkirim. Untuk mencicipi sari bawang tunggal miliknya, Anda cukup merogoh kocek di harga Rp 110 Ribu berukuran 650 mili dan Rp 70 Ribu ukuran 250 mili. 

Ciliwung Herbal
Alamat : Jalan Ciliwung III No. 54, Perumnas 1, Karawaci
IG : sugiarti_herbal
WA : 0877-7122-2304

(korantangsel.com,Dini)

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes