RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

DI DUGA KARNA PAKAI BPJS, PASIEN RSU KOTA TANGERANG HARUS MENUNGGU PENANGANAN MEDIS

Written By ADMIN on Saturday, April 18, 2015 | 12:17 AM

BPJS
TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Unyong (64), pasien Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang yang menderita sakit gagal ginjal, harus menunggu pelayanan pihak Rumah Sakit selama satu malam untuk mendapat penanganan. Padahal kondisi pasien saat itu sudah kronis dan harus segera cuci darah.

Bukannya mendapat pelayanan medis yang layak, Unyong disarankan dirujuk secepatnya ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Pihak keluarga yang panik akhirnya mengikuti saran untuk merujuk pasien. Berbekal surat rujukan dan hasil tes laboraturium, keluarga Unyong bergegas ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Lagi-lagi pihak Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerangpun menolak, dengan sebelumnya menanyakan sistem pembayaran biaya Rumah Sakit yang menggunakan BPJS. Yang alasannya bahwa tidak ada dokter spesialis dan keterbatasan alat medis.

Ada apa dengan BPJS??...

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang dokter Wibisono, saat di konfirmasi via handphone oleh reporterkorantangsel.com mengatakan, “bukan karena pasien menggunakan BPJS sehingga tidak dilayani, melainkan tidak adanya dokter spesialis dan operator alat medis yang bertugas saat itu,” ujar sang direktur.

“Karena pasien harus segera cuci darah, untuk itu pasien hanya ditangani dengan penanganan pertama dan untuk selanjutnya dirujuk” tambahnya.


AIRIN MENGEMBALIKAN FORMULIR DENGAN SEMBUNYI-SEMBUNYI

airin
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Penjaringan saat yang telah dilakukan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sangat begitu terasa aneh pada saat penutupan terakhir untuk para bakal calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel) ditutup.

Dimana saat pengembalian formulir yang dilakukan oleh incumben Airin Rachmi Diany yang mana saat ini masih menjabat sebagai walikota Tangsel begitu sangat ditutup-tutupin oleh partai. Yang  dimana dalam pernyataannya telah disampaikan oleh ketua Lajna Penjaringan PPP Nanang Kusnandar pemulangan formulir yang pada saat itu hanya didampingi timnya." Pengembalian untuk formulir ibu Airin telah diwakili oleh salah satu tim dari Golkar," katanya kepada Media.

Namun hasil kebenaran dari hal tersebut , terlihat bahwa Airin yang pada saat itu di dampingi timnya datang langsung untuk mengambalikan formulir ke kantor DPD PPP. Entah apa memang sudah di setting atau ini adalah kemauan dari Airin itu sendiri yang tidak mau di ekspos oleh awak media yang mana saat ini menjadi tanda tanya.

Menanggapi hal tersebut hal ini dari ketua DPD PPP Tangsel Ahmad Fauzi atau yang sering disapa Rully ini menuturkan bahwa kedatangam Airin pada saat itu untuk mengembalikan formulir pada pukul jam 9 malam. Dimana sebelumnya formulir pendaftaran tersebut telah diantar oleh timnya.

"Kita tidak berniat untuk menutup-menutupi kebenaran dari  hal tersebut, memang begitu Kedatangannya  Airin itu cuma hanya untuk meminta bukti kalau dirinya telah menyerahkan formulir pendaftaran saja, kebetulan pada saat itu para wartawan yang mana sudah menunggunnya telah meninggalkan kantor DPC PPP." Ungkapnya


 (korantangsel.com, rr016)

PKS MENGUSUNG KADER INTERNAL UNTUK PILKADA TANGSEL

PKS
TANGERANG SELATAN,Korantangsel.com- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tangsel melalui tim dari Panitia Seleksi (Pansel) juga ikut serta untuk membuka pendaftaran untuk balon Walikota bertempat di kantor DPD PKS di jln. Puspitek Raya, Setu Kota Tangsel. Pilkada yang dilakukan Serentak ini akan digelar pada akhir Tahun 2015 ini.  

Hal ini dari Ketua DPD PKS Tangsel Unggul Wibawa mengisyaratkan, kepada partainya untuk dapat mengusung dari para kader untuk ikut serta dalam bursa pencalonan Walikota Tangsel untuk maju dalam Pemilukada Tangsel yaitu salah satunya Ruhamaben dan Budi Prayogo.

“ Untuk saat ini kami mengutamakan dari internal kami dahulu. Dari Kedua kader tersebut mana yang terpilih ini merupakan terbaik dan dianggap telah lolos dari seleksi dengan sangat begitu ketat,” katanya

“Selain membuka penjaringan untuk internal, Dari DPD PKS juga memberikan kesempatan untuk  masyarakat yang dianggap  terbaik di Kota Tangsel yang mana saat ini ingin maju untuk berkompetisi dalam pilkada Tangsel yang akan diselenggarakan pada Desember ini melalui usungan dari Partai PKS.”

Untuk para Bakal Calon Walikota ini pun dapat dan bias mengambil formulir pendaftaran tersebut dikantor  Sekretariat DPD PKS dari  25 s/d 22 April 2015 Mendatanag. Kemudian mengembalikan formulir pendaftaran tersebut pada Tanggal 23 s/d 30 april 2015.


AIRIN RACHMI DIANY DIANGGAP GAGAL MEMIMPIN, KARENA BANYAK KASUS KORUPSI DITANGSEL

airin
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Penjaringan yang dilakukan Partai Politik di Kota Tangerang Selatan guna menempuh tahapan-tahapan Pemilihan Kepala Daerah pada bulan Desember 2015 mendatang. Banyak pula bakal-bakal calon Walikota yang sudah mendaftarkan dirinya untuk mendapat dukungan dari Parpol. Hal ini dikarenakan, para Balon Walikota sangat geram dengan kepimpinan Walikota Airin Rachmi Diany yang masih adanya oknum pejabat tersandung tindak pidana korupsi.

Hal ini ditanggapi oleh salah satu balon walikota dari anggota Komisi I DPRD Tangsel, Gacho Sumarno mengungkapkan bahwa saat ini dari kepimpinan walikota, Airin di anggap kurang baik dan sanggat dianggap tidak mampu memimpin Tangsel Menurut dia saat ini masih banyaknya para pejabat yang tersandung kasus korupsi yang mana hal ini membuat image kota Tangsel menjadi jelek."maka dari itu, saya berinisiatif untuk maju dalam  memberantas korupsi di Tangsel,"Pungkasnya.

Hal ini juga menjadi sorotan dari salah satu Anggota DPRD Banten Komisi 4 Ivan Ajie Senada mengatakan menurut dirinya kasus korupsi yang ada saat ini dalam kepemimpinan Airin, bukan rahasia umum lagi. Banyaknya para pejabat yang ada saat ini di pemerintahan Tangsel banyak yang tersandung kasus korupsi."tindakan korupsi ini yang harus diberantas dandihapus, maka itu saya berniat untuk  maju membenahi Kota Tangsel untuk menghapuskan tindakan korupsi sampai pada akar-akarnya, dan untuk membawa Kota Tangsel kedepan agar lebih baik lagi dari sebelumnya," ungkapnya.

Sementara dari mantan Plt. Walikota Tangsel Sholeh MT mengatakan hatinya sangat tergerak maju untuk menjadi salah satu kandidat bakal calon Walikota hal ini disebabkan masih banyaknya para oknum pejabat di Tangsel itu sendiri menjadi salah satu tersangka kasus tindakan korupsi."Hal ini, menjadikan saya ingin maju untuk memberantas korupsi menjadi proritas utama selain dari masalah untuk mengembangkan bidang pendidikan, kesehatan, dan agama," pungkasnya.

Selain itu hal ini juga menjadi komentar dari bakal calon Walikota Heri Gagarin mengatakan hal ini juga sangat miris melihat kondisi saat ini karena Kota Tangsel yang masih banyaknya  para pejabat yang tersandung kasus korupsi. Yang dimana Kota Tangsel yang baru dipemekaran ini sangat dimanfaatkan para oknum pejabat untuk meraih keuntungan dirinya sendiri."Salah satu tujuannya saya untuk maju dalam pilkada ini, selain untuk membrantas narkoba," tandasnya.


KRONOLOGIS JULIANSYAH MENINGGAL AKIBAT MAL PRAKTEK

mal praktek
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Juliansyah (7) anak pasangan Ahmad dan Yani meninggal diRumah Sakit Medika BSD Kota Tangerang Selatan setelah dilakukan operasi. Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Al-Hidayah Villa Dago Serua Kota Tangerang Selatan.

Kronologis meninggalnya Juliansyah, berawal saat  pihak keluarga  membawa korban ke rumah sakit untuk berobat  karena menderita luka dibagian kaki kanannya akibat luka bakar pada 6 bulan yang lalu.

Namun setelah dilakukan operasi, korban tidak  dirawat diruang ICU terlebih dahulu langsung dimasukan ke ruang perawatan tanpa di bantu dengan alat medis lainya, kondisi kesehatan korban pun semakin melemah bahkan saat pihak korban menanyakan namun pihak rumah sakit kurang tanggap meski kondisi korban semakin kritis setelah di operasi dan Juliansyah pun menghembuskan nafas terakhirnya  di rumah sakit tersebut.

Ahmad, ayah Juliansyah mengatakan memang ada kelalaian dari pihak rumah sakit namun keluarga ikhlas dengan kematian anaknya. dan dirinya sangat kecewa terhadap rumah sakit yang sangat lalai menjalankan tugasnya menjadi seorang dokter

Isak tangis keluarga dan kerabat korban tak terbendung, saat jenazah juliansyah di masukkan ke dalam kubur.


(korantangsel.com, milhan wahyudi & rr016)

BOCAH TEWAS SETELAH DI OPRASI,DI DUGA MAL PRAKTEK

mal praktek
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Suasana duka menyelimuti keluarga pasangan Ahmad dan Yani warga Kampung Serua Ciputat Kota Tangerang Selatan Banten, atas meninggalnya  Juliansyah bocah berumur 7 tahun ini harus menghembuskan nafas terakhirnya  di Rumah Sakit Medika  BSD Serpong Tangsel, yang di duga akibat mal praktek dari pihak rumah sakit, setelah di lakukan operasi di bagian kaki. Pasalnya sebelum di lakukan operasi korban dalam keadaan sehat, namun setelah di oprasi korban langsung kejang-kejang, sayangnya, pihak Rumah Sakit terkesan menelantarkan pasien di ruangan perawat tanpa alat infus dan oksigen, akhirnya bocah laki-laki Juliansyah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Sebelumnya korban mengalami luka bakar pada 6 bulan yang lalu, namun kedua orang tua julianyah memutuskan untuk membawa kerumah sakit, agar diberikan perawatan intensif, namun setelah tiba, pihak rumah sakit meminta juliansyah di oprasi bagian kaki. Setelah di oprasi, keadaan Juliansyah makin memburuk, akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga korban merasa kecewa, akibat kelalaian pihak rumah sakit.

Pihak Rumah Sakit Medika BSD langsung mendatangi rumah keluarga korban, untuk meminta maaf atas kelalaian yang di lakukan dokter yang menyebabkan Juliansyah meninggal dunia.

Prof.DR.dr.Hafil Budianto Abdulgani, Direktur Rumah Sakit Medika BSD, mengatakan bahwa kejadian tersebut yang mengakibatkan Juliansyah meninggal dunia dan pihak rumah sakit akan kami menyelidiki terlebih dahulu, karena kami belum evaluasi dan dirinya membantah akan keterkaitan dengan mal praktek.

Pihak keluarga memberikan waktu selama 24 jam kepada pihak Rumah Sakit Medika BSD untuk mengevaluasi atas meninggalnya Juliansyah, dan memberikan keterangan akibat terjadinya peristiwa tersebut.

(korantangsel.com, milhan wahyudi & rr016)

IVAN AJIE, SIAP JADI WALIKOTA TANGSEL

Written By ADMIN on Thursday, April 16, 2015 | 10:49 PM

ivan ajie
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pilkada Tangsel beberapa bulan lagi dan salah satu dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten dari Partai Demokrat Ivan Ajie Purwanto mendaftarkan diri kepada PPP yang mana sebelumnya pada partai kualisi bersatu di antaranya PAN dan Demokrat.

Menurut Ivan Ajie dirinya akan terus maju untuk berada pada posisi nomor satu saat Pilkada Desember Mendatang. Saya akan terus maju, yang mana telah memiliki ijin dan dukungan sepenuhnya dari keluarga dan masyarakat Kota Tangsel khususnya untuk maju sebagai calon Walikota Tangsel kedepan.Ungkapnya kepada awak media

"Saya sendiri saat ini optimis untuk maju sebagai walikota dan mudah-mudahan atas ridho alloh saya siap maju menjadi untuk Tangsel 1." katanya.

"Saya yakin semua kandidat memiliki visi dan misi yang bagus, jadi saat ini saya harus mampu bersaing dengan para calon yang lain. Mari kita menjaga Pemilukada Kota Tangsel dengan jujur, adil dan bermakna, agar Pilkada ini  berjalan dengan baik tanpa adanya kecurangan-kecurangan dengan cara yang tidak baik,"Tambahnya

Selain itu juga ivan ajie telah melakukan pengambilan formulir pada beberapa partai lain untuk dapat dukungan dari partai lain untuk mengusungnya sebagai bakal calon walikota Tangsel dan diantanya telah mendaftarkan diri ke partai PDIP, Gerindra, Hanura.



 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA