RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

SEORANG KAKEK MENCABULI BOCAH USIA EMPAT TAHUN

Written By ADMIN on Wednesday, April 23, 2014 | 10:50 AM

korban cabul
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Sebut saja Melinda Citra Lestari (4) anak pertama pasangan dari Iksan Subur Maulana (29) dan Toti Chalifah (29) Warga Pondok Karya Rt 03/04 Kelurahan Pondok Karya Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan, yang menjadi korban pencabulan yang di lakukan oleh tetangganya sendiri, rumah tersangka yang berjarak hanya dua meter dengan rumah korban saling berhadapan, dan keluarga korban sama sekali tidak menyangka jika anaknya menjadi korban pencabulan.

S (65) tesangka pencabulan dengan modus mengelabui korban dengan cara berpura pura mengajak korban main dan menonton televisi dirumahnya usai korban membeli jajanan diwarungnya, saat itu tersangka mencabuli korban dengan menelentangkan korban dan melakukan aksi bejadnya, korban pun di iming imingi dengan makanan ringan dan es.

Menurut keterangan iksan subur maulana mengatakan, bahwa anaknya sebenarnya telah lama mengeluh kesakitan saat buang air besar. namun dirinya tak menggubris keluhan anaknya, dan baru jumat kemarin anak saya mengeluh sakit di bagian kemaluan dan sakit di lubang anusnya”. ungkapnya bapak korban saat di wawancarai reporter www.korantangsel.com di kediamannya

“tambahnya” Setelah anak saya berbicara bahwa sering di sodok sodok kemaluannya sama tetangganya, di situ saya baru mengetahui bahwa anak saya sering di cabuli dengan tersangka berinisal S (65) saya pun lansung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat”. terangnya Iksan Subur Maulana bapak korban pencabulan.

Dan saat ini tersangka pencabulan anak di bawah umur yang berenisial S(65) sudah di tangkap oleh Polsek Pondok Aren Tangerang Selatan dan tersangka langsung di bawa ke Polres Kabupaten Tangerang Banten untuk di mintai keterangan lebih lanjut dan kasus ini dalam pendalaman Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

KARTINI’S DAY, MPOK NORI MENDAPAT PENGHARGAAN DARI PEMKOT TANGSEL

mpok nori
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti Puspitek Kelurahan Muncul Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan serta keluarga Berencana menggelar peringatan hari kartini dengan mengangkat tema “Perempuan Dalam Sebuah Peristiwa Budaya” yang dihadiri Walikota Tangerang Selatan yakni Airin Rahcmi Diany dan seluruh unsur SKPD di lingkup Pemkot Tangsel.

Dalam peringatan hari kartini kali ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada wanita pelawak budaya betawi yakni Mpok Nori, hal ini di karenakan Mpok Nori adalah salah satu tokoh komedian yang telah memperjuangkan dan melestarikan Budaya Betawi hingga sekarang.

Wali Kota Tangerang Selatan dalam sambutannya mengatakan Hari Kartini adalah moment yang sangat bersejarah bagi kaum perempuan di seluruh Indonesia, hari kartini ini di rayakan  dengan tujuan untuk memperingati sekaligus menghargai perjuangan Raden Kanjeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan”. Ujarnya Airin Rahcmi Diany

“tambvahnya” Dan yang terpenting dalam perayaan hari katini ini hanya untuk mengingatkan bagi kaum wanita untuk terus meng’aktualisasikan perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan Raden Kanjeng Kartini”. tegasnya Walikota Tangerang Selatan.

kartini

Sementara itu komedian senior betawi mpok nori mengatakan, saya terkejut dan bangga serta merasa senang kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang telah memberikan apresiasi berupa penghargaan sebagai tokoh senior komedian lawak budaya betawi kepada saya, dan saya mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Walikota Tangsel Yaitu Airin Rahcmi Diany”. ungkapnya Mpok Nori Pelawak Senior Budaya Betawi saat di wawancarai reporter www.korantangsel.com usai acara

Untuk menghibur para tamu undangan Mpok Nori menampilkan lawakan betawinya di atas panggung dengan di iringi musick kas Budaya Betawi sendiri, dan penampilan lawakan tersebut sangat menghibur dan membuat tamu undang tertawa dengan senang.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

MADU PRAMUKA, LEBARKAN SAYAP KE KOTA TANGERANG SELATAN

Written By ADMIN on Monday, April 21, 2014 | 8:42 PM

MADU PRAMUKA
BISNIS,korantangsel.com- Kepala Cabang Tangerang PT Madu Pramuka, Asim, S.Sos. M.Si. terus melakukan pelbagai upaya agar perusahaannya bisa terus berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan Asim adalah dengan membuka cabang baru.

Cabang tersebut kini berada di Kota Tangerang Selatan dan sudah buka sejak beberapa minggu terakhir. Asim berharap dengan adanya cabang baru ini bisa meningkatkan perusahaan yang bergerak dibidang madu ini. “Melebarkan sayap bisnis itu keniscayaan dalam dunia usaha. Harapan saya, cabang baru di Kota Tangsel ini bisa sukses dan PT Madu Pramuka berjaya di bisnis madu,” ungkapnya. 

MADU PRAMUKA

Pria asli Betawi ini mengatakan cabang baru di Kota Tangsel juga bagian dari keinginan warga di sana. Kata dia, banyak permintaan agar PT Madu Pramuka buka cabang di Tangsel. Setelah melalui usulan dan saran, cabang baru ini dibuka. “Kita juga ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Salah satunya dengan membuka cabang di Tangsel ini,” katanya.


Untuk daerah Tangerang sendiri sudah banyak kedai-kedai Madu Pramuka yang telah dibuka, khusus untuk daerah Kota Tangerang Selatan bertempat di Jalan Raya Ciputat Situ Gintung dan di Jl. Merpati Raya Kampung Sawah, Kota Tangerang Selatan Banten.


(korantangsel.com, iyar diningrat & ahmad baihaqi)

RS RP SOEROSO DIRIKAN PWPM UNTUK PENDIDIKAN WANITA

RS RP SOEROSO TANGSEL
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- PWPM Diresmikan di Tangsel PAMULANG- Perkumpulan wanita peduli menopause (PWPM), kemarin, resmi dibentuk di Kota Tangsel. Organisasi yang konsen bergerak pada menopause ini baru pertama kali didirikan di RS RP Soeroso.

Nantinya organisasi ini akan memberikan pengetahuan tentang menopause dan persoalannya, Ketua pengurus besar perkumpulan menopause Indonesia DKI Jakarta (Permijaya) dr Achmad Merdiana SPOG mengatakan diresmikannya perkumpulan ini  bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap wanita akan memasuki masa menopause, untuk itu kaum wanita perlu mengetahui lebih rinci implikasi menopause terhadap kesehatannya.

Selain informasi tentang menopause, perkumpulan ini juga  untuk memberikan informasi tentang terapi yang tepat guna mengatasi gejala-gejala menopause sehingga setiap wanita yang memasuki masa menopause tetap nyaman dan menikmati kehidupannya pada masa tersebut.  “Makanya pengetahuan tentang gejala menopause perlu diketahui oleh wanita. Ini penting guna menjaga kesehatan kaum perempuan,” katanya, disela-sela peresmian PWPM, di ruang seminar RS RP Soeroso.

Ia mengatakan, menopause adalah proses alami yang tak dapat dicegah. Menopause didefinisikan sebagai suatu saat setelah 12 bulan tanpa haid (amenorea).

Umur rata-rata seorang wanita memasuki masa menopause adalah 51 tahun. Saat terjadi menopause, perempuan mengalami beberapa tanda dan keluhan, akibat menurunnya estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. “Gangguan karena kekurangan estrogen pada masa menopause disebut gejala klimakterik yang mungkin berlangsung mulai pada masa perimenopause (sebelum usia menopause) sampai dengan masa pasca menopause,” katanya.

Ia menjelaskan, gejala awal yang dapat dideteksi terjadi menopause adalah perubahan siklus haid. Siklus haid dapat menjadi pendek atau panjang, jumlah perdarahan dapat berkurang atau bertambah.

Gejala lain akibat penurunan hormon estrogen adalah semburan panas (hot flashes), berupa perasaan terbakar pada bagian tubuh atas, wajah dan leher yang mungkin terlihat memerah. “Gejala lain yang bisa dialami wanita menopause adalah gangguan pada saluran kemih dan vagina, sulit tidur, mudah tersinggung, badan terasa tidak nyaman,” ujarnya.

Bagi kebanyakan wanita, gejala-gejala ini menimbulkan stres dan sukar dihadapi, seringkali bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup dan rasa percaya diri.

Humas RS RP Soeroso, Shinta Lifiani Sofyan mengatakan dibentuknya perkumpulan ini selain memberikan informasi tentang menopause juga informasi berkenaan dengan kesehatan perempuan.

Selain seminar, kedepannya juga ada beberapa kegiatan lainnya. Seperti senam, posyandu, maupun kerohanian. Diharapkan adanya pelbagai kegiatan itu mampu menambah pengetahuan bagi perempuan yang sudah memasuki masa menopause. “Kita juga akan keliling ke beberapa kecamatan di Kota Tangsel untuk memberikan informasi tentang persoalan menopause,” ungkapnya.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

PEMANCINGAN LUBANA SENGKOL, DARI LAHAN KOSONG MENJADI PRIMADONA WISATA KELUARGA

LUBANA SENGKOL
BISNIS,korantangsel.com- Lahan yang tadinya tidak bertuan itu, kini disulap menjadi lokasi rekreasi keluarga. Tempat pemancingan dan makanan keluarga ini bahkan dikunjungi wisatawan dari luar Kota Tangsel, seperti Bandung ataupun Bogor. 

Pemancingan Lubang Sengkol yang berada di Jalan Baru HK, Kampung Sengkol, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Banten, dahulu tidak akan mengira bila lokasi yang dikenal sepi tersebut bakal menjadi tempat rekreasi yang paling dikenal di Kota Tangsel. Bahkan ada yang menyebut bila lokasi itu dibilang ‘jin buang anak’, istilah bagi tempat yang sepi dan tidak bertuan. Lubana Sengkol sendiri berasal dari nama Lubana yang berarti harapan dan Sengkol, nama kampung di lokasi tersebut. Nama tersebut dibuat oleh pemilik Lubana Sengkol, yaitu Saleh Asnawi.

Saat ditemui di lokasi, Saleh mengaku awalnya hanya coba-coba untuk membangun bisnis itu. Ini tidak lain dari lokasinya yang terpencil dan sepi. Dulu waktu dibangun pada 2007 ia tidak membayangkan bila lokasinya akan seramai sekarang. Meskipun Saleh mengaku dirinya harus jatuh bangun membangun bisnis kuliner itu.

Lubana Sengkol ini sendiri berdiri di atas lahan seluas 10 hektare. Tempatnya berbukit dan dikelilingi pepohonan. Di lokasi ini tersedia pelbagai macam tempat rekreasi, mulai dari pemancingan, outbound, hingga tempat makan keluarga.

Pelanggan yang berkunjung bisa memancing dan hasil pancingannya dapat dibakar di tempat. Saleh mengaku menyulap menu itu agar pelanggan bisa merasakan nikmat memancing dan dapat langsung menyantapnya. “Kalau menu ikan bakar kan biasa. Tapi yang luar biasa pelanggan memancing pancingannya dan dapat langsung dimasak sendiri,” katanya.
Ia mengaku ketika membangun Lubana Sengkol hanya menyedikan menu makanan seperti warung pada umumnya. Namun ketika berbicang dengan pelanggan, timbul ide untuk bisa menyulap tempat itu agar ada tempat pemancingan.
LUBANA SENGKOL

Ketika ditanya berapa omsetnya perhari, Saleh mengaku dapat Rp 50 jutaan. Nominal itu ketika musim libur tiba. Namun rata-rata per hari omset yang didapat sekira Rp 20 jutaan. Setengah berpromosi Saleh mengatakan Lubana Sengkol merupakan salah satu tempat pemancingan di Indonesia yang memiliki koleksi Monster Fish atau ikan eksotis, di pemancingan ini juga terdapat kolam kiloan dengan beberapa jenis ikan air tawar, hasil ikan yang berhasil terpancing dapat dibawa pulang atau dimasak langsung di pondok makan Selain sebagai tempat pemancingan.

Lubana Sengkol juga menerima Wedding Party, Gathering, Meeting Room, Garden Party dan Delivery. “Jadi menu yang kita tawarkan banyak. Kita ingin membuat agar pembeli dimanjakan dengan berbagai fasilitas,” ungkapnya.

Pria asal Lampung ini mengungkapkan berkembangnya Lubana Sengkol ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Karena dengan semakin dikenalnya tempat ini, otomatis menarik pekerja dalam jumlah yang tidak sedikit. Total pekerjanya ada sekira 500an orang. Ia mengaku pekerjanya berasal dari penduduk sekitar Lubana Sengkol. “Saya tidak melihat latar belakang pendidikan mereka. Yang penting mau bekerja,” akunya.

Sementara itu, suasana di Lubana Sengkol tampak ramai. Beberapa pengunjung terlihat asyik memancing. Deretan mobil tambah siang kelihatan padat. Mereka berasal dari beberapa daerah. Seperti Jakarta, Bandung, ataupun Bogor. Sesekali mimik pengunjung tampak serius. Ketika ikan diraih, wajah mereka langsung sumringah.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)

KINERJA BURUK, LIRA SIAP GANTIKAN PANWASLU TANGSEL

LIRA TANGSEL
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Penemuan terkait adanya kecurangan yang sedang di selidiki oleh LIRA untuk mendapatkan bukti-bukti yang autentik  agar menjadi laporan yang kuat kepada Panwaslu Tangerang Selatan.

Apabila pihak Panwaslu tidak siap dan tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengawasi pemilu ini, LIRA sudah siap dengan segala kekuatan yang ada untuk menggantikan Panwaslu dalam menjalankan tugasnya. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan LIRA saat konfrensi pers yang diadakan di Saung Djati Serpong,Tangerang Selatan sore kemarin, mereka siap untuk menggatikan panwaslu.

“kami siapkan mengganti panwaslu apabila mereka tidak siap dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi pemilu legislatif ini.” Tutur Acep Sekretaris LIRA Tangsel saat diwawancaraikorantangsel.com

Banyak laporan pengaduan yang masuk ke LIRA terkait penggelembungan suara di PPS, contohnya di Kelurahan Pisangan Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, Kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang. Semua berkas yang masuk ke LIRA sekarang sedang dalam proses lebih lanjut, berkas yang masuk ke LIRA yaitu dari : Pondok Aren, Pamulang, Ciputat, Serpong Utara, dan Serpong sedang proses pengambilan data oleh LIRA.

“berkas-berkas akan kami kumpulkan dan kami proses lebih lanjut karena berkas inilah yang menjadi modal kuat kami untuk menyelesaikan masalah ini yang mungkin susah untuk dibereskan oleh KPU juga Panwaslu, menurut kami ini harus segera kita selesaikan karena kasus ini terjadi bukan pada saat ini saja mungkin terjadi sebelum-sebelumnya cumin LIRA mendapatkan laporannya hanya pemilu legislatif ini saja.” Tambahnya saat konfrensi pers.


(korantangsel.com, rama saudana)

LIRA TEMUKAN KECURANGAN BERUPA PENGGELEMBUNGAN SUARA DI PPS

LIRA TANGSEL
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Rapat pleno sebentar lagi sudah hampir selesai, semua surat suara yang berada di PPS Kelurahan sudah di rekapitulasi oleh Panitia Pelaksana untuk diserahkan ke Kecamatan untuk dilaporkan ke KPU.

Salah satu kecurangan yang dilakukan oleh panitia PPS di salah satu Kelurahan Di daerah Tangerang Selatan berhasil diungkap oleh lembaga LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), dalam rekapitulasi yang dilakukan oleh PPS tersebut. Kecurangan yang dilakukan oleh panitia tersebut adalah Penggelembungan suara agar salah satu partai politik atau calegnya mendapatkan suara yang maksimal supaya mendapatkan kursi.

“kami menemukan kecurangan yang dilakukan oleh panitia PPS di salah satu kelurahan di Tangerang Selatan ini, bentuk kecurangan yang terjadi adalah penggelembungan suara oleh panitia PPS.” Tutur Acep Sekretaris LIRA Tangerang Selatan saat konfrensi pers.

Salah satu PPS Kelurahan tersebut diduga bekerjasama dengan salah satu caleg agar caleg tersebut menang dalam pemilu, dalam penelusuran LIRA data suara yang hadir dan sudah dihitung pada saat itu ada 13.217 suara sah, tetapi saat rekapitulasi jumlah suara berubah menjadi 15. 233 suara, hampir 2.000 suara lebih yang ditambahkan saat rekapitulasi berlarjalan.

“jadi saat pencoblosan dihitung suara yang sah ada hampir 13.217 suara sah, setelah rekapitulasi kami minta data di PPS, kami menemukan kejanggalan saat melihat jumlah suara yang 15.000 lebih, pada saat kami periksa ternyata benar terjadi penggelembungan suara di PPS.” Tambah acep saat diwawancarai olehkorantangsel.com.

(korantangsel.com, rama saudana)
 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA