RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

AIRIN DINILAI BANYAK TEROBOSAN SOAL KEBIJAKAN

Written By ADMIN on Thursday, August 28, 2014 | 10:20 PM

airin
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pemerintah Kota Surakarta melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (26/8). Kunjungan yang dipimpin Asisten Daerah I (Asda) Pemkot Surakarta Widi Srihanto ini ingin menimba ilmu soal pembagian kewenangan kepala daerah ke Camat dan Lurah yang ada di Surakarta.

Widi Srihanto menjelaskan, Tangsel dinilai memiliki keberanian terkait terobosan akan sebuah kebijakan kerja,sehingga dirinya bersama 60 rombongan melakukan kunjungan kerja ke Tangsel.

 “Banyak terobosan kebijakan yang dibuat Bu Airin yang baik dan perlu dicontoh terkait pelayanan administrasi terpadu kecamatan dan ini perlu dicontoh,”ungkapnya saat ditemui di Aula Kecamatan Serpong Utara.

Terlebih mengenai, perlimpahan wewenang ke Camat dan Lurah, dari walikota kepada camat dan lurah. Ia mengatakan, Airin pernah membuat kebijakan soal pengelolaan administrasi terpadu ke kecamatan. "Padahal, kita sendiri belum memberlakukannya. Ternyata, di  Kota Tangsel juga sekarang sudah tidak berlaku. Makanya, kita ingin mengetahui apa persoalannya sehingga kebijakan ini tak dilanjutkan," jelasnya.

Lanjutnya, persoalan pelimpahan kewenangan ke camat dan lurah itu dikembalikan ke sistem lama karena persoalan infrastruktur dan SDM. "Karena sama-sama kota urban dan berkembang, ternyata permasalahan untuk pelimpahan sampai ke camat dan lurah sampai teknis sama saja. Karena SDM," ujarnya.

Kedatangan rombongan dari Pemkot Surakarta ini, disambut Asda I Kota Tangsel Ismunandar, Kepala Disdukcapil Toto Sudarto, Staf Ahli Walikota Eddy Malonda, serta Camat Serut Andi Dandi Patabai.

Penyambutan dilakukan di Aula Kecamatan Serpong Utara. Camat Serut Andi D Patabai menerangkan persoalan kelurahan di Kota Tangsel. Menurutnya, persoalan yang ada di Kota Tangsel adalah, masih banyak kelurahan yang dipimpin pelaksana tugas. Pejabat ini pun, statusnya bukan PNS. "Dari tujuh kelurahan yang ada, baru dua yang lurahnya sudah PNS. Sisanya, dijabat mantan kades," tutur Andi.

Andi juga menjelaskan bahwa kelurahan di Kota Tangsel belum menjadi SKPD. Walhasil, anggaran untuk program di kelurahan dipasok di kecamatan. "Untuk penerapan pelayanan online hingga ke kelurahan juga belum karena anggarran untuk pengadaan aplikaksi juga belum," paparnya.

Namun demikian, Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Toto Sudarto mengatakan bahwa ke depan sistem pelayanan online di kelurahan mulai diberlakukan. Sehingga, dalam pelayanan kependudukan misalnya, warga tak mesti datang ke Disdukcapil.

"Pada 2015 nanti, sudah online dari kelurahan ke dukcapil. Untuk aplikasi alatnya sudah siap, dan akhir Desember siap difungsikan," pungkasnya.


SALEH ASNAWI: SMA DI TANGSEL HARUS SEGERA DIGRATISKAN

Written By ADMIN on Monday, August 25, 2014 | 5:21 PM

saleh asnawi
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Setelah SD dan SMP digratiskan, sangat berharap tingkat SMA dan sederajat juga dapat digratiskan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat putus sekolah di Kota Tangerang Selatan.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Tangsel terpilih, yang akan menjadi Wakil Ketua DPRD Tangsel periode 2014-2019 dari Partai Hanura, Drs. H Moch Saleh Asnawi, di kediamannya di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Saleh menilai, SMA juga harus digratiskan karena selain mengurangi angka putus sekolah, hal ini sama dengan program jamkesda dan jamkesmas di Pemkot Tangsel yang dapat diterapkan. Alokasi dana dapat digunakan melalui anggaran perubahan yang hingga kini belum disahkan.

Legislator yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Tangerang Selatan tersebut, hal ini paling masuk akal karena termasuk kepentingan generasi penerus bangsa agar setiap masyarakat dapat mengemban ilmu setinggi langit, khususnya hingga tingkat SMA.

(korantangsel.com, indrawan)


NGAKU ORANG DEKAT AIRIN DAN CAK IMIN, JADI PEMBAHASAN HEBOH

cah imin
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Selain itu, informasi yang beredar dari sumber, Suryadi juga sempat mengaku  orang dekat Ketua Umum PKB dan Walikota Airin Rachmi Diany. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPC PKB Kota Tangsel Tarmizi mengatakan informasi tersebut jelas sangat menggangu internal partai. Mengingat Suryadi hanya anggota PKB bukan pengurus. 

"Saya rasa jauh dari orang dekat Muhaimin Iskandar. Dia (Suryadi) hanya anggota partai," katanya.

Menurutnya, hal ini juga akan dibahas di internal PKB sendiri. Pasalnya, pencatutan nama ini merupakan persoalan serius yang harus secepatnya disikapi.

"Dalam waktu dekat ini akan ada pembahasan internal soal ini," katanya.

Sebelumnya, Salah seorang calon legislatif terpilih Provinsi Banten dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suryadi Hendarman dilaporkan ke polisi. Suryadi dilaporkan ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. Ruslani, korban penganiayaan yang juga salah seorang kader PKB mengatakan dirinya melaporkan Suryadi ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. 

Kejadiannya penganiayaan tersebut menurut Ruslani terjadi pada 16 Oktober 2013 lalu. Saat itu, dirinya bersama enam orang kader PKB mendatangi kantor Suryadi di wilayah Jelupang, Serpong, Kota Tangsel untuk urusan partai. 

"Saya bersama rekan-rekan datang dalam rangka urusan partai," ungkap Ruslani menjelaskan. Namun, di tengah obrolan, Suryadi tiba-tiba marah kepada Ruslani. Saat itu, Ruslani sudah mencoba meminta maaf kepada Suryadi. Namun, amarah Suryadi tak bisa dibendung. Suryadi pun melempar gelas ke arah Ruslani, namun meleset. Kemudian Suryadi melempar tatakan gelas ke arah Ruslani dan mengenai tangannya hingga mengeluarkan darah.

Rekan korban yang melihat kejadian tersebut pun langsung menjauhkan Ruslani dari amukan Suryadi. Namun belum puas sampai disitu, Suryadi pun mengancam akan menghabisi Ruslani. Akibat kejadian tersebut, Ruslani pun menerima lima jahitan di tangan kirinya.

"Saya sudah minta maaf tapi Suryadi malah terus marah," kata Ruslani. Buntutnya, Ruslani pun langsung melaporkan kejadian  tersebut ke Polsek Serpong. Oleh pihak kepolisian, Ruslani diantar untuk melakukan busum di RS Assobirin. Ruslani bersama polisi pun sempat mendatangi tempat kejadian  perkara di Jelupang. Namun, kosong. 

Saat itu, lanjut Ruslani, melalui partai, Suryadi sempat ingin mengupayakan jalan damai. Namun, Ruslani merasa, tidak ada permintaan maaf secara pribadi dari pribadi Suryadi. Buntutnya, pada 7 Juni 2014, Ruslani kembali lapor ke pihak kepolisian untuk membuat Berita Acara Pidana (BAP). "Saya sudah menunggu itikad baik dari Suryadi selama delapan bulan. Akhirnya saya kembali melaporkan masalah ini ke Polsek Serpong," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak Polsek Serpong. Ketika ingin dikonfirmasi, Telepon genggam Kepala Polsek Serpong Kompol M Iqbal tidak diangkat.



INTERNAL PARTAI SUDAH BAHAS PERSOALAN HUKUM KADERNYA

kekerasan
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Ketua DPC PKB Kota Tangsel Abdul Chalik mengatakan secara intern partai pihaknya enggan mencampuri Persoalan hukum yang melibatkan kadernya. Akan tetapi DPC PKB Kota Tangsel akan menggelar pertemuan internal dengan Dewan Syuro untuk membahas persoalan hukum Suryadi dan Ruslani ini.

"Kalau bisa diselesaikan secara internal ya kami berharap bisa diselesaikan. Karena Suryadi dan Ruslani kan kader PKB," ucapnya.

Rapat internal DPC PKB dengan Dewan Syuro ini menurut Chalik digelar untuk memberikan rekomendasi kepada DPP PKB atas kasus hukum yang membelit Suryadi ini.

"Kalau saya hanya bicara soal partai saja. Saya enggak mau bicara soal hukumnya," tandasnya.

Sebelumnya, Salah seorang calon legislatif terpilih Provinsi Banten dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suryadi Hendarman dilaporkan ke polisi. Suryadi dilaporkan ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. Ruslani, korban penganiayaan yang juga salah seorang kader PKB mengatakan dirinya melaporkan Suryadi ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. 

Kejadiannya penganiayaan tersebut menurut Ruslani terjadi pada 16 Oktober 2013 lalu. Saat itu, dirinya bersama enam orang kader PKB mendatangi kantor Suryadi di wilayah Jelupang, Serpong, Kota Tangsel untuk urusan partai. 

"Saya bersama rekan-rekan datang dalam rangka urusan partai," ungkap Ruslani menjelaskan. Namun, di tengah obrolan, Suryadi tiba-tiba marah kepada Ruslani. Saat itu, Ruslani sudah mencoba meminta maaf kepada Suryadi. Namun, amarah Suryadi tak bisa dibendung. Suryadi pun melempar gelas ke arah Ruslani, namun meleset. Kemudian Suryadi melempar tatakan gelas ke arah Ruslani dan mengenai tangannya hingga mengeluarkan darah.

Rekan korban yang melihat kejadian tersebut pun langsung menjauhkan Ruslani dari amukan Suryadi. Namun belum puas sampai disitu, Suryadi pun mengancam akan menghabisi Ruslani. Akibat kejadian tersebut, Ruslani pun menerima lima jahitan di tangan kirinya.

"Saya sudah minta maaf tapi Suryadi malah terus marah," kata Ruslani. Buntutnya, Ruslani pun langsung melaporkan kejadian  tersebut ke Polsek Serpong. Oleh pihak kepolisian, Ruslani diantar untuk melakukan busum di RS Assobirin. Ruslani bersama polisi pun sempat mendatangi tempat kejadian  perkara di Jelupang. Namun, kosong. 

Saat itu, lanjut Ruslani, melalui partai, Suryadi sempat ingin mengupayakan jalan damai. Namun, Ruslani merasa, tidak ada permintaan maaf secara pribadi dari pribadi Suryadi. Buntutnya, pada 7 Juni 2014, Ruslani kembali lapor ke pihak kepolisian untuk membuat Berita Acara Pidana (BAP). "Saya sudah menunggu itikad baik dari Suryadi selama delapan bulan. Akhirnya saya kembali melaporkan masalah ini ke Polsek Serpong," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak Polsek Serpong. Ketika ingin dikonfirmasi, Telepon genggam Kepala Polsek Serpong Kompol M Iqbal tidak diangkat.



CALEG TERPILIH PROVINSI BANTEN, JADI TERSANGKA

tersangka
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Kasus tuduhan penganiayaan yang dilakukan Caleg terpilih Provinsi Banten Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suryadi Hendarman terhadap Wakil Ketua DPC PKB Kota Tangsel Ruslani berbuntut panjang. Selain dilaporkan ke pihak kepolisian, Suryadi juga sudah berstatus tersangka.

Kuasa Hukum Ruslani, Abdul Haris Makmun mengatakan dalam pengembangan penyidikan atas laporan Ruslani, Suryadi sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Pihaknya mengetahui status tersangka Suryadi dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke empat nomor : B/256/VIII/2014/sek.srp, tanggal 21 Agustus 2014.

"Dalam SP2HP itu Suryadi sudah ditetapkan menjadi tersangka," ungkap Abdul menjelaskan kepada tim liputan korantangsel.com.

Atas dasar itu, pihaknya juga sempat meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan penahanan terhadap Suryadi. Penahanan ini menurutnya harus dilakukan untuk memudahkan penyidikan. "Ya semuanya kami serahkan  ke pihak kepolisian. Kami berharap setelah jadi tersangka Suryadi bisa ditahan," katanya.

Sebelumnya, Salah seorang calon legislatif terpilih Provinsi Banten dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Suryadi Hendarman dilaporkan ke polisi. Suryadi dilaporkan ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. Ruslani, korban penganiayaan yang juga salah seorang kader PKB mengatakan dirinya melaporkan Suryadi ke Polsek Serpong atas tuduhan penganiayaan. 

Kejadiannya penganiayaan tersebut menurut Ruslani terjadi pada 16 Oktober 2013 lalu. Saat itu, dirinya bersama enam orang kader PKB mendatangi kantor Suryadi di wilayah Jelupang, Serpong, Kota Tangsel untuk urusan partai. 

"Saya bersama rekan-rekan datang dalam rangka urusan partai," ungkap Ruslani menjelaskan. Namun, di tengah obrolan, Suryadi tiba-tiba marah kepada Ruslani. Saat itu, Ruslani sudah mencoba meminta maaf kepada Suryadi. Namun, amarah Suryadi tak bisa dibendung. Suryadi pun melempar gelas ke arah Ruslani, namun meleset. Kemudian Suryadi melempar tatakan gelas ke arah Ruslani dan mengenai tangannya hingga mengeluarkan darah.

Rekan korban yang melihat kejadian tersebut pun langsung menjauhkan Ruslani dari amukan Suryadi. Namun belum puas sampai disitu, Suryadi pun mengancam akan menghabisi Ruslani. Akibat kejadian tersebut, Ruslani pun menerima lima jahitan di tangan kirinya.

"Saya sudah minta maaf tapi Suryadi malah terus marah," kata Ruslani. Buntutnya, Ruslani pun langsung melaporkan kejadian  tersebut ke Polsek Serpong. Oleh pihak kepolisian, Ruslani diantar untuk melakukan busum di RS Assobirin. Ruslani bersama polisi pun sempat mendatangi tempat kejadian  perkara di Jelupang. Namun, kosong. 

Saat itu, lanjut Ruslani, melalui partai, Suryadi sempat ingin mengupayakan jalan damai. Namun, Ruslani merasa, tidak ada permintaan maaf secara pribadi dari pribadi Suryadi. Buntutnya, pada 7 Juni 2014, Ruslani kembali lapor ke pihak kepolisian untuk membuat Berita Acara Pidana (BAP). "Saya sudah menunggu itikad baik dari Suryadi selama delapan bulan. Akhirnya saya kembali melaporkan masalah ini ke Polsek Serpong," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak Polsek Serpong. Ketika ingin dikonfirmasi, Telepon genggam Kepala Polsek Serpong Kompol M Iqbal tidak diangkat.


KEJAR TARGET PBB, PELAYANAN SABTU DI GSG TAMAN JAJAN CAPAI Rp 633 JUTA

pajak bumi bangunan
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) terus mengoptimalkan pelayanan untuk meningkatkan pendapatan dibidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga mencapai target Rp 170 Miliar.

Untuk itu sebanyak 11 titik pelayanan sabtu-minggu pun terus digenjot agar realisasi pajak dapat terwujud. Ini yang terlihat di pelayanan Sabtu di Gedung Serba Guna (GSG) Taman Jajan, Pasar Modern Tangsel.

Pelayanan yang dibuka sejak Pukul 09.00 hingga Pukul 14.00 WIB ini disambut antusias warga BSD. Ini terlihat dari jumlah transaksi dalam waktu enam jam sebanyak 1108 transaksi menghasilkan pemasukan pajak senilai Rp 633,3 Juta.

Salah seorang warga Ayunda (35) warga BSD ini menyambut baik pelayanan yang dilakukan DPPKAD Tangsel. “Ini sangat mempermudah kita untuk melakukan pembayaran dihari libur kerja,”ungkap ibu dua anak ini.

Dia mengatakan, disela-sela kesibukannya, dia baru bisa membayar pajak dihari Sabtu kemarin.”Ia nih, baru sempat bayar, kebetulan dekat rumah,”katanya sambil mengatakan dari pada telat kena denda, lebih baik bayar sekarang.

Kasie PBB di DPPKAD Tangsel Cahyadi menjelaskan, untuk mengoptimalkan pendapatan, penambahan loket pembayaran terus dilakukan di Sabtu-Minggu ini.

“Kita mengaktifkan pelayanan selama satu minggu terakhir ini nonstop disebelas titik yang tersebar di tujuh Kecamatan di Tangsel,”ungkap Cahyadi saat ditemui dilokasi pembayaran mobil keliling GSG BSD.

Lanjutnya, kesebelas titik ini diantaranya di Kantor Kecamatan Pamulang, Kecamatan Setu, Kantor Alam Sutera, Kelurahan Pakujaya, GSD Taman Jajan BSD, Bjb Bintaro, Kelurahan Rengas, Perumahan Cinere perbatasan Tangsel dengan Depok, Kelurahan Sawah.

Tidak hanya itu, sampai 31 Agustus sebanyak 3 pos pelayanan pun ditambah yakni Kantor Kelurahan Jombang, Kelurahan Kedaung dan Kecamatan Ciputat Timur.

“Kita terus mengoptimalkan pelayanan di Sabtu-Minggu, begitu pula dengan mobil keliling yang difungsikan untuk melayani masyarakat Tangsel yang jauh dari jangkauan BJB,sehingga memudahkan mereka untuk membayar pajak,”katanya.

Cahyadi menjelaskan, dalam waktu enam jam, pelayanan PBB di GSG Taman Jajan pun transaksinya mencapai Rp 633,3 Juta. “Alhamdulillah bisa capai Rp 633,3 Juta dan keseluruhan PBB mencapai Rp 124 Miliar dari target Rp 170 Miliar,”katanya sambil optimis target 170 Miliar ini dapat terwujud.


KUASA HUKUM INGINKAN SH DITAHAN

Written By ADMIN on Saturday, August 23, 2014 | 10:23 AM

kekerasan
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Kuasa Hukum Ruslani, Abdul Haris Makmun mengatakan Ruslani dan keluarganya kerap menerima ancaman dari orang tak dikenal. Bahkan orang tak dikenal tersebut kerap mendatangi rumah korban. Atas dasar itu dirinya pun juga membuat surat ke DPP PKB dan Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti kejadian yang menimpa dirinya.

"Orang tak dikenal itu sering datang ke rumah klien saya. Bahkan pernah terlibat cekcok dengan istrinya. Rumahnya pun pernah diancam akan dibakar," ucapnya.

Abdul juga mengatakan untuk melindungi Ruslani dan keluarganya, pihaknya pun meminta kepada pihak kepolisian untuk menahan SH. Apalagi, semua bukti sudah kuat.



 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA