RANSEL
Headlines News :

BERITA TERKINI

SEMBUNYIKAN SABU DI SELANGKANGAN,WANITA INI DIBEKUK

Written By ADMIN on Thursday, April 28, 2016 | 11:49 AM

SABU
NASIONAL,korantangsel.com- Dua warga negara Indonesia yang baru pulang dari Malaysia, diamankan tim Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena kedapatan membawa sabu-sabu. Dua wanita itu menyembunyikan narkoba di selangkangan.

Keduanya berinisial DPS dan J. Saat di Malaysia, keduanya mengaku bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK). Mereka mendarat di Bandara Soetta dari Kuala Lumpur.Kepala Bidang Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Deden Fariz mengatakan, petugas semula menaruh curiga dengan gerak-gerik keduanya. Lantas petugas memeriksa badan dan barang bawaan dua perempuan itu."Kami melakukan pemeriksaan, memang ketika dicek body dan barang bawaan tidak ditemukan barang bukti tersebut. Namun ketika diperiksa di bagian selangkangan, petugas berhasil menemukan sabu seberat 1,6 kg sabu," katanya.

Setelah melakukan pendalaman, ternyata DPS dan J merupakan sindikat jaringan pengedar narkoba yang memang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari pengakuan keduanya, polisi melakukan pengembangan.Hasilnya, polisi menahan laki-laki dengan inisial R dan M. "Keduanya juga warga negara Indonesia. dan kami kembangkan lagi dan berhasil mengamankan ARBS, DR, IKW, dan AKM," jelas Deden Fariz.Kini para pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Bandara Soekarno Hatta.      




SIDANG BOM MALL ALAM SUTRA TUNDA

BOM ALAM SUTERA
NASIONAL,korantangsel.com- Sidang perdana kasus Bom Mall Alam Sutra Leopart Wisnu Komala alias Leo di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Dalam sidang perdana tersebut,ketua hakim majelis PN Tangerang Ketut Sudira menunda sidang dengan alasan terdakwa tidak di dampingi kuasa hukum.

"Sidang kita tunda selama satu minggu,untuk memberi kesempatan kepada terdakwa untuk di dampingi kuasa hukum" kata ketut di ruang sidang PN Tangerang.

Sidang yang berlangsung lima menit tersebut,akan di lanjutkan pada hari Rabu (4/5) mendatang terdakwa Leo pun langsung digiring oleh petugas kepolisian dengan bersenjata lengkap menuju Polres Metro Tangerang.

Leo yang di tetapkan sebagai tersangka bom Mall Alam Sutra pada 28 oktober 2015 lalu,serta berkas perkara bom Mall Alam Sutra, dinyatakan lengkap atau P-21.

"Pembacaan dakwaan sidang kasus Mall Alam Sutra di tunda, mengingat terdakwa tidak di dampingi oleh penasihat hukum,dalam perkara ini,terdakwa dikenakan pasal 6,7 dan 9 undang-undang Terorisme dengan ancaman hukuman tiga tahun atau maksimal mati," jelas Andri Tarnova Kasi Pidum Kejari Tangerang.      



RAZIA GABUNGAN, LAGI-LAGI SALAH SASARAN

RAZIA
NASIONAL,korantangsel.com- Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kominfo Provinsi Banten dan Kota Tangerang serta satuan Lalulintas Kepolisian Resort Metro Jaya Kota Tangerang menggelar razia kendaraan berat di jalan Sudirman Daan Mogot Kota Tangerang Banten.

Namun razia tersebut menjadi salah sasaran, Kepolisian Lalu lintas  Metro Jaya melakunan razia bukan untuk kedaraan berat, akan tetapi kendaraan roda dua, alhasil polisi menilang puluhan kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi surat-surat kelengkapan kendaraan.

Sebanyak puluhan kendaraan roda dua terjaring razia yang digelar di jalan Sudirman daan mogot Kota Tangerang, oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kominfo Provinsi Banten dan Kota Tangerang serta Satuan Lalulintas Kepolisian Resort Metro Jaya Kota Tangerang.

Sasaran razia yang pertama hanya pada kendaraan yang bermuatan lebih, dan untuk mengecek atau mengetahui  kenyamanan angkutan penumpang awak bus, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan Angkutan Antar Provinsi (AKAP).

Yudhi yuniardih s, selaku Kepala Seksi Dishub Provinsi Banten mengatakan “razia dilakukan untuk menegakkan hukum diwilayah Kota Tangerang, sasaran razia pada kendaraan bermuatan berat, akan tetapi banyak pengendara motor yang kami razia, dikarenakan pengemudi kendaraan roda dua tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan(STNK) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM)”.
  
Dalam razia yang salah sasaran kali ini,  puluhan kendaraan roda dua yang tidak memiliki STNK dan SIM akan dibawa oleh polisi ke Mapolres Metro Kota Tangerang untuk diamankan.      




NURHAYATI SOSOK KARTINI MASA KINI TANGSEL

NURHAYATI
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Nurhayati HMK yang akrab dipanggil  Nur, wanita kelahiran Tangerang 7 Agustus 1974 ini adalah salah satu sosok penggerak wanita di Tangsel, sosok nya yang ramah dan  mudah bergaul membuatnya sebagai sosok kartini masa kini di Kota Tangerang Selatan.

Terlahir dari keluarga yang berkiprah di politik. Darah politik Alm HM Kanung Ketua DPD Golkar Tangsel mengalir dalam diri Nurhayati atau Nur sapaan akrabnya, membawanya terjun juga di ranah politik dengan berkiprah di Partai Golkar Tangsel, tak hanya berkiprah didunia politik. wanita ini juga sangat senang berorganisasi. Terbukti dengan bermacam organisasi selalu ambil bagian dan menjadi pengurus diorganisasi tersebut. contohnya Bendahara Umum Laskar Anggrek, Bidang  Politik dan Organisasi Laskar Betawi DPD Tangsel, Wakil Bendahara Lembaga KPK  PAN-RI, Bidang Pembinaan Organisasi ICMI Tangsel, serta Kecintaannya  terhadap Negara republik Indonesia dan keinginannya ikut serta membangun Negara khususnya Kota Tangerang Selatan yang membuatnya bersemangat ikut serta dalam pembangunan.

Wanita yang suka dengan makan baso ini adalah wujudnya cintanya dengan makanan Indonesia, dan hobi Olahraga voli juga salah satu bentuk untuk menjaga silahturahmi, dalam setiap kesempatan Nurhayati selalu mengingatkan dan memberi motivasi kepada pemuda pemudi , khususnya wanita untuk terus berkarya dan berbuat untuk kebaikan, dan selalu berpesan untuk jangan hiraukan komentar orang lain jika itu memang baik untuk bangsa dan negara, gunjingan dan hinaan itu biasa setiap ingin berbuat baik untuk kebaikan.

Nur juga tidak lupa akan kodratnya dia adalah seorang ibu dari anak-anaknya, seorang istri bagi suaminya dan seorang anak bagi orang tuanya.      


(korantangsel.com, zulkarnaen)


RAKER LASKAR BETAWI

LASKAR BETAWI
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pembubaran Panitia Laskar Betawi di Cafe Merpati Kp.Sawah Tangsel, pembubaran panitia pengukuhan pengurus DPD Laskar Betawi Tangsel dihadiri oleh para pengurus pusat.

Pengurus DPD Tangsel dan para panitia pengukuhan yang akan dibubarkan kepanitiaannya oleh Ketua Laskar Betawi DPD Kota Tangerang Selatan, dalam acara pembubaran panitia juga akan dibahas tentang Raker.

H.Herman Susilo  Ketum Laskar Betawi dalam sambutannya "warga betawi harus menjadi nomor satu di daerahnya, dan harus bisa maju didaerahnya, jangan ketinggalan dengan orang pendatangng, kita ubah paradigma ormas betawi yang identik dengan kekerasan dan lebih mengutamakan otot ketimbang otak" ucapnya.

Ketika diwawancarai, Ketua Umum Laskar Betawi "Niat awal ormas pasti baik berubahnya karena kurang pembinaan, kita akan tetap konsisten dan memberikan pembinaan, kita akan tampil beda, lebih dalam arah pemberdayaan untuk berdiri dikaki sendiri, dan mengutamakan intelektual bukannya otot, laskar betawi juga akan membentuk koperasi dan bekerja dengan umkm untuk kesejahteraan anggota laskar betawi khususnya dan warga betawi." pungkasnya.

“Kedepannya akan bentuk DPC laskar betawi agar semakin kuatnya disetiap kecamatan, dan tetap akan bergerak lebih ke sosial budaya, kami juga sedang sounding kepada Dinas Pendidikan agar budaya lokal menjadi ekstrakuler wajib di sekolah, kami laskar betawi akan tetap konsisten sesuai dengan visi dan misi awal dibuatnya laskar betawi lebih mengutamakan intelektualan daripada otot dengan Revolusi budaya bukan lagi revolusi anarkis," tambahnya.

Selain itu, H.Syamsudin Sekjen Laskar Betawi "Laskar betawi tetap berjalan sesuai dengan visi misi diawalnya dibentuk,dan tetap konsisten dalam pemberdayaan budaya untuk warga betawi,warga betawi harus tetap nomor satu didaerahnya, setelah pembubaran ini laskar betawi akan Raker untuk pembahasan program kerja dan tetap konsisten majukan budaya betawi,” katanya saat diwawancarai awak media.      

(korantangsel.com, zulkarnaen)


PT. BNI (PERSERO) Tbk, DI SOMASI DI DUGA HALALKAN AKSI PREMANISME DEBT COLLECTOR

Written By ADMIN on Sunday, April 24, 2016 | 10:28 AM

Bank BNI
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Beberapa tahun terakhir ini, marak terjadi aksi Premanisme Penagih Kartu Kredit macet atau Debt Collector di tanah air. Masyarakat mengeluhkan perilaku terror dan tindakan kasar Debt Collector suruhan bank-bank ini yang semakin meresahkan.

Sebelumya kejadian pada seorang pemegang Kartu kredit bernama Victoria SB yang diteror oleh Debt Collector dari Bank Standard Chartered yang kemudian bank tersebut telah terbukti bersalah dan dihukum oleh Mahkamah Agung pada tanggal 13 Oktober 2013 dengan membayar denda 1 Milyar rupiah akibat tindakannya menggunakan Pihak lain/ penagih yang terbukti melanggar Peraturan Bank Indonesia dan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kasus serupa juga di alami oleh nasabah kartu kredit Citibank Irzen Octa yang tewas akibat ulah para Debt Collector CitiBank 5 (lima) tahun silam. Banyaknya kasus aksi Premanisme Penagih tunggakan Kartu Kredit Suruhan Bank tersebut juga di alami baru-baru ini oleh seorang nasabah kartu Kredit BNI MasterCard inisial Mr.TA.

Melalui kuasa hukumnya Adv. Toni Sastra, S.H pada kantor hukum TOSA & PARTNERS di kawasan Ciputat menjelaskan, “Klien nya tersebut Trauma yang sangat mendalam akibat ulah Debt Collector BNI yang mempermalukan dirinya di lingkungan kediaman ibu mertuanya, bahkan teror serta ancaman yang dikhawatirkan berujung kepada hilangnya nyawa mertuanya menjadi ketakutan bagi Klien saya,” kata Toni.

“Awalnya Klien saya memiliki batas kredit sekitar 15 juta rupiah, beberapa tahun pertama pembayaran lancar, sampai usahanya bangkrut, klien saya kesulitan menutup kartu kredit tersebut, namun Debt Collector suruhan bank BNI ini udah mengancam dan meneror kediaman mertuanya, dimana seharusnya mereka menagih kealamat klien saya di medan karena udah pindah domisili kesana,” tegas Adv.Toni.

Lanjut Toni, Puncak kejadian kamis, 7 april 2016, sekitar jam 15.00 WIB, pasukan Debt Collector BNI mendatangi kediaman mertua si Klien kami di bilangan depok, berteriak-teriak di lingkungan tersebut dengan kata-kata kasar, masuk kerumah memakai sepatu, membentak ibu mertunya, menyuruh mertuanya melunasi hutang tersebut, menekan secara verbal agar menantunya membayar sekarang juga, mereka datang tanpa-tanda pengenal. Apakah debt Collector ataupun Preman, untungnya jauh-jauh hari sebelum itu, Klien kami pada saat pertemuan dengan Penagih hutang tersebut sempat meminta di Copy Surat Tugas mereka atau Surat Perintah Kerja, di situ tertera salah satunya bernama Dominggos dan agustinus, dikenal sebagai kepalanya dari mereka, aksi premanisme tersebut membuat klien kami berfikir 1000 kali bagaimana agar dengan urusan kartu kredit BNI ini bisa selesai, mengingat kejadian-kejadian sebelumnya yang di alami oleh nasabah penunggak lain yang sampai meregang nyawa.

Hal tersebut tidak lepas juga mengingat mertuanya di rumah kadang sering sendirian, karena anak-anaknya juga kerja. Makanya pada tanggal 13 April 2016, klien kami membayar dan melunasi hutang tersebut sembari menyambangi divisi Collection BNI di kawasan Jakarta Kota.

Terlihat jelas arogansi dari BNI ketika menentukan jumlah yang seharusnya di bayar oleh Klien kami, si petugas BNI tersebut malah seperti menanyakan kepada Si Debt Collector, padahal mereka adalah Penerbit dan Klien kami semula melakukan kesepakatan kepada BNI, ini seperti Si debt Collector Penguasanya, Ungkap Adv. Toni.

Melihat gerak gerik pegawai tersebut yang bernama Sari sangat menggambarkan perilaku Debt Collector mereka di lapangan. Pasalnya si Pegawai Tersebut saat melayani klien kami tidak menggunakan tanda pengenal, pantaslah si debt Collector tersebut sama halnya di lapangan.
Telah di uraikan cerita ini sebetulnya kepada assisten manager divisi Collection BNI tersebut namun mereka melempar bola kepada Perusahaan Debt Collector tersebut. Karena pengaduan klien kami ini tidak di indahkan dan BNI merasa tidak bertanggung jawab akibat ulah debt Collector tersebut, akhirnya Klien kami membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Melalui Kuasa Hukum Adv. Toni Sastra, S.H, pada tanggal 16 April 2016, Klien kami telah melayangkan Somasi kepada Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk agar bertanggung jawab atas peristiwa ini, mengingat ini sudah melampaui batas kemanusiaan.

Mertua klien kami sampai sekarang trauma, di sambangi banyak pria kasar sampai jam 21.00 malam, sangat mungkin sekali ibu itu merasa terancam akan nyawanya. Klien kami juga di keluarga sudah hancur nama baiknya. Beliau sudah mengikrarkan membawa ini kemanapun sampai ada pihak yang bertanggung jawab, ujar Adv. Toni
Klien saya juga Advokat, dia tahu aturan mainnya, Cuma permasalahannya dia sedang di kampung menyusun kembali kekuatan agar bisa kembali berkerja di Jakarta. Tegas Adv. Toni yang juga ketua Adokat di DPD K.A.I di Banten.

Kami rasa ini udah terjadi Perbuatan melawan hukum dan dugaan tindak pidana Perbuatan tidak menyenangkan 335 (KUHP) jo Pemerasan dengan Ancaman 368 (KUHP) danatau 369 (KUHP) serta pasal 27 Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik jo 55 (KUHP) turut serta yang di lakukan oleh Bank BNI. Ini kita lihat ada tidak keterlibatan atau pembiaran dari perusahaannya dengan modus-modus premanisme seperti ini.

“Karena Bank kan menganut prinsip kehati-hatian. Lagi pula di Peraturan bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 serta surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP 2012 tegas kok mengatur itu semua mana yang melanggar mana yang tidak, mana yang harus menjadi kepatuhan bank tentang kerjasama dengan pihak lain,”. Ungkap Toni.

“Kita akan konsen bawa ini ke pidana dan perdata, termasuk Direktur Utamanya sebagai direksi yang bertindak untuk dan atas nama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk , apalagi klien kami sangat support dengan perkara ini, atensinya tinggilah, jadi kami akan kejar semuanya. Agar ini menjadi contoh kepada Bank-Bank lain dan memikirkan ulang pengawasan mereka terhadap pihak lain yang mereka kerjasamakan,” Tegas Toni Sastra.     


(korantangsel.com, zulkarnaen)

POLSEK SERPONG APRESIASI KEPADA WARTAWAN UNGKAP PELAKU BEGAL

polsek serpong
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pengembangan hasil penangkapan pelaku begal, pelaku yang bekuk oleh rekan rekan media di Jelupang Serpong Tangsel, yang memakan korban 2 orang luka, pelaku yang berinsial FJ (14) dan DF (16) sudah dalam proses penahanan dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan 15 hari mendatang.

Ketika pers conference kepada awak media kompol Didik Putra Kuncoro "Polsek Serpong telah menangkap 2 pelaku begal,yang beraksi di Sebelumnya, pelaku melakukan aksinya pada Minggu (17/4) pukul 01.00 WIB di sekitar Perumahan Graha Raya, Kelurahan Pakujaya, Serpong Utara yakni mencuri sepeda motor Yamaha Mio J nomor Polisi B 6462 GHV sekaligus memukul korban Heryanto (19),” pungkasnya.

“Pelaku yang pertama JF ditangkap di jelupang dirumahnya, penangkapan JF berdasarkan kerjasama dan laporan rekan rekan media yang membantu dalam penangkapan pelaku pertama,dan pelaku kedua ditangkap oleh reserse team 2 polsek Serpong di daerah Kp.Dongkal Pakujaya ,Serpong Utara di kediamannya juga, 2 pelaku JF dan DF ini telah melakukan tindakan kejahatan pencurian dengan kekerasan yaitu pasal 365 dan 366,untuk pelaku begal ini masih pemula dan juga masih dibawah umur, untuk kedua pelaku ini akan diprosess cepat 15 hari dan akan segera dilimpahkan kepada kejaksaan,karena kedua pelaku ini masih dibawah umur jadi diberikan perlakuan khusus untuk cepat dilimpahkan," tambah Kapolsek Serpong.

Kami dari Polsek Serpong berterima kasih kepada rekan media dan masyarakat yang sudah bekerjasama dalam menangkap pelaku begal, dan kita akan tetap berusaha menindaklanjuti setiap laporan masyarakat," tutur Kapolsek Serpong saat berbincang dengan awak media di Mapolsek Serpong Kota Tangerang Selatan Banten.     


(korantangsel.com, zulkarnaen)


 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA