FLOOD EARLY WARNING SYSTEM DI TANGSEL, DIPERTANYAKAN - RANSEL
Headlines News :
Home » » FLOOD EARLY WARNING SYSTEM DI TANGSEL, DIPERTANYAKAN

FLOOD EARLY WARNING SYSTEM DI TANGSEL, DIPERTANYAKAN

Written By korantangsel.com on Thursday, January 9, 2020 | 11:24 PM


TANGERANG SELATAN,korantangsel.com-  Bencana banjir yang terjadi awal tahun 2020 di Tangsel, seharusnya bisa diminimalisasi dengan keberadaan Flood Early Warning System (FEWS).

Tercatat, sejak 2017 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki 11 Flood Early Warning Sistem (FEWS) di Tangsel atau Alat Pendeteksi Dini Banjir.

Dikatakan Aji Bromokusumo, Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel  usai bertemu dengan Kepala Bagian (Kabag) Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana (PTRB) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ke sebelas titik tersebut, terletak di Kedaung Bukit Pamulang Indah, Kedaung MA, Ciputat SMAN 05, Ciputat Taman Mangu, Cibenda Hulu, Cibenda Hilir, Ciputat Hulu, Ciputat Japos, Serua Hulu, Serua Hilir dan Cantiga.

"Hasil dari koordinasi dan penelusuran Fraksi PSI ke BPPT, ternyata seluruh FEWS tersebut berfungsi dengan baik dan semuanya tidak ada masalah. Hanya memang di beberapa titik CCTV pemantau tidak bisa diakses, dikarenakan tidak adanya kuota internet atau pulsa modem di CCTV tersebut,” tuturnya.

Lanjut Aji, tentang situasi keberadaan monitoring FEWS yang berada dalam lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU), ternyata belum terkoordinasi dengan baik antar dinas terkait kebencanaan. Sedangkan data yang diambil oleh Dinas PU hanya digunakan untuk dasar pembenahan saluran-saluran air, bagaimana dengan mitigasi bencana, ternyata belum terkoordinasikan dengan BPBD.

Lebih lanjut Aji mempertanyakan mengenai apakah ada integrasi command center terhadap alat-alat pemantau tersebut yang bisa disinergikan dengan monitoring untuk mengantisipasi bencana serta koordinasi dengan dinas-dinas terkait. Dalam situasi kebencanaan banjir seperti kemarin, seharusnya sudah dapat termonitor karena FEWS akan mengirimkan notifikasi peringatan dini jika permukaan air sudah mulai naik, melalui sms ke nomor yang dapat ditentukan dan diprogram di dalam sistem FEWS. 
Dengan adanya FEWS yang terintegrasi dengan command center, maka akan sangat signifikan memberikan antisipasi jika dalam kondisi hujan lebat di daerah yang berpotensi banjir. Paling tidak masyarakat mendapat peringatan dini terutama yang berpotensi paling terdampak. Evakuasi bisa dilakukan lebih dini dan penyelamatan harta benda masyarakat dapat dilakukan beberapa jam sebelumnya.
“Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan tersedianya sistem dan teknologi canggih karya anak bangsa yang ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal," terang Aji.
Pembangunan Tangsel yang semakin melaju dengan cepat tentu akan berdampak terhadap lingkungan, karena semakin banyaknya pemukiman, dengan konsekuensi logisnya semakin berkurangnya daerah tangkapan dan resapan air. Evaluasi menyeluruh secara komprehensif mutlak harus dilakukan oleh semua stakeholders di Kota Tangerang Selatan agar hal tersebut bisa dimaksimalkan.


(korantangsel.com,zul/red)








Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA