CEGAH DEMAM TOFOID DENGAN VAKSINASI - RANSEL
Headlines News :
Home » » CEGAH DEMAM TOFOID DENGAN VAKSINASI

CEGAH DEMAM TOFOID DENGAN VAKSINASI

Written By korantangsel.com on Thursday, August 29, 2019 | 10:08 PM


KESEHATAN,korantangsel.com- Guna mencegah terjadinya demam tifoid yang masih terjadi di Indonesia, Paviliun B Siloam Hospitals Lippo Village menggelar edukasi terkait kesehatan pencernaan bertajuk “Vaksinasi sebagai Salah Satu Cara Pencegahan Demam Tifoid”, Selasa (27/8/2019).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospital Lippo Village, dr. Nata Pratama, Sp.PD mengatakan, demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella typhii yang menginfeksi tubuh manusia.

Nata menambahkan, penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja dan sangat erat kaitannya dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.


Sebagai negara dengan wilayah endemis tifoid, lanjut Nata, kejadian tifoid masih cukup tinggi di Indonesia. Sementara untuk pencegahannya sendiri, demam tifoid dapat diupayakan dengan berbagai cara. Seperti, peningkatan higiene dan sanitasi untuk menurunkan insidensi demam tifoid atau melalui cuci tangan dengan sabun dan air mengalir ,penyediaan air bersih dan pembuangan, pengelolaan sampah,menjaga kebersihan pribadi, dan menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Tak hanya itu, yang paling penting, menurut Nata, pemberian vaksinasi dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyakit serta sebagai tindakan pertahanan dan perlindungan terbaik,terhadap infeksi dan berbagai penyakit.

Untuk pemberian vaksin tifoid, Nata menganjurkan sebaiknya diberikan kepada anak usia dua tahun, anak sekolah, orang dewasa, petugas kuliner yang berhubungan dengan makanan dan minuman, serta wisatawan yang akan bepergian di wilayah endemik demam tifoid.

“Tifoid tidak dapat dianggap remeh, terlebih bila menyerang anak-anak. Karena daya tahan tubuh anak cenderung masih lemah dan belum sekuat orang dewasa. Jika perlu dianjurkan untuk diulang setiap tiga tahun sekali. Vaksin tifoid dapat berupa oral ataupun suntikan, tapi khusus di Indonesia saat ini yang beredar, adalah suntikan,” ujar Nata.

(korantangsel.com,dini)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA