REBUTAN BESI TUA, STAFSUS KEPRESIDENAN TURUN TANGAN - RANSEL
Headlines News :
Home » » REBUTAN BESI TUA, STAFSUS KEPRESIDENAN TURUN TANGAN

REBUTAN BESI TUA, STAFSUS KEPRESIDENAN TURUN TANGAN

Written By ADMIN on Sunday, October 9, 2016 | 5:30 PM

besi tua
NASIONAL,korantangsel.com- Kasus perebutan besi tua yang di klaim milik PT Freeport dan sudah dihibahkan kepada masyarakat Papua, berujung bentrok antara pemuda yang mengaku perwakilan Timika dengan PT Indoferro perusahaan peleburan besi tepatnya di PT Union Food yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang. Akibat peristiwa tersebut, staf kepresidenan harus ikut turun tangan.

Berdasarkan pantauan korantangsel.com, aksi pemuda Papua ini mendapatkan penolakan, karena PT Indoferro selama ini menitipkan besi-besi itu di lahan milik PT Union Food.

Namun, perlawanan yang dilakukan PT Indoferroo dan PT union Food melalui kuasa hukumnya akhirnya tak berarti apa-apa, setelah kelompok pemuda Papua yang dikawal aparat Polda Metro Jaya menunjukan surat perintah pengawalan verifikasi hibah bernomer: Sprint/16519/IX/2016 dan surat dari Staf Khusus Kepresidenan RI bernomer sprint. 61/SKP-LK/08/2016 yang ditandatangani Lenis Kogaya.

Besi-besi tua yang rata-rata berukuran besar itu akhirnya satu persatu diangkut menggunakan truk trailer.

"Surat perintah (Sprint) dari Polda itu adalah mengawal verifikasi barang yang diklaim milik PT Freeport, bukan untuk mengambilnya. Sehingga kita perbolehkan masuk, namun kenyataannya mereka malah mengangkut," kata kuasa Hukum PT Indoferroo, Ramli Tarigan.

Ramli menjelaskan, kliennya merupakan pemilik besi-besi tua karena mereka membeli langsung dari PT Freeport dengan kontrak jual beli yang sah. Selain dari PT Freeport, besi-besi tua milik PT Indoferroo itu ada juga yang didapat dari Tiongkok.

"Besi-besi itu milik kita, memang ada yang kita beli dari PT Freeport dengan sistem kontrak," ungkap Ramli.

"Mereka datang ujug-ujug langsung pilokin semua barang-barang kita dan langsung diklaim itu milik mereka dan mereka angkut tanpa menunjukan bukti kepemilikan resmi. Sementara kita punya bukti resmi bahwa itu milik kita. Ada surat pembeliannya," ujarnya.



Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA