BREAKING NEWS

Tuesday, July 5, 2016

KEGIATAN RAMADHAN YANG INSPIRATIF DAN ASIK

NASIONAL,korantangsel.com- (Kabupaten Serang) Puluhan anak mendatangi sebuah aula di Jl. Raya Karang Bolong Km. 133,6 Anyer, Serang, Banten. Di gerbang masuk menuju aula tersebut terdapat sebuah spanduk bertuliskan “selamat datang anak-anak Indonesia, Jambore Ramadhan 1437 H. Yayasan Filantropi Indonesia.” 

“Membumikan buku pada anak sejak dini,” adalah tema kegiatan sore itu. Selain Jambore anak-anak, Yayasan Filantropi Indonesia (YFI) pun mengadakan kegiatan lain, seperti tebar da’i, pemberian paket ramadhan dan lebaran, serta pelatihan keterampilan untuk orang tua tunggal perempuan. “kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan yayasan filantropi indonesia di berbagai wilayah di Indonesia,” terang M. Irfan Kurniawan, perwakilan Yayasan Filantropi Indonesia yang hadir memberikan sambutan. “Kegiatan-kegiatan ini berjalan dengan dukungan para donatur dan sponsor, baik dari perseorangan, lembaga, maupun korporasi,” lanjutnya seraya mengucap terimakasih.  

Dalam sambutannya, Irfan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat, terutama para orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan anak. “Anak-anak diharapkan memiliki sikap optimis serta keyakinan untuk meraih cita-cita mereka,” jelasnya. 

Irfan menyampaikan tentang minat baca anak Indonesia cukup memprihatinkan. Laporan bank dunia no.16369-IND  (education in Indonesia from crisis to recovery) menyebutkan bahwa tingkat membaca usia kelas VI sekolah dasar di Indonesia hanya mampu  meraih skor 51, 7 di bawah Filipina (52,6), Thailand (65,1) dan singapura (74,0). Data Badan Pusat Statistik tahun 2015 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang menjadikan baca sebagai sumber informasi, baru sekitar 23,5%, Itu jauh di bawah menonton televisi 85,9% dan mendengarkan radio 40,3% . Penelitian human development index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP untuk melek huruf pada 2002 menempatkan Indonesia pada posisi 110 dari 173 negara.

Posisi tersebut kemudian turun satu tingkat menjdi 111 di tahun 2009. “Yayasan Filantropi Indonesia, sejak didirikan pada 13 februari 2015, berkomitmen untuk memperbaiki kondisi yang ada. Komitmen tersebut dibuktikan dengan program-program berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan,” jelas M. Irfan Kurniawan kepada awak media di akhir sambutannya.

Yayasan filantropi Indonesia pun membentuk wadah kerelawanan dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kemandirian masyarakat Indonesia yang menjadi visi YFI. Hingga kini, terhitung YFI telah melibatkan lebih dari 700 relawan di puluhan program yang dilaksanakan di berbagai wilayah program pemberdayaan YFI. 

Selain wadah kerelawanan, untuk banten, YFI pun membentuk dan membina beberapa komunitas, seperti Komunitas Untuk Negeri (KUN), Komunitas Senyum Banten, Komunitas Banten Mengajar, dan Komunitas Banten Membaca. “Semua komunitas itu adalah komunitas yang melaksanakan program-program YFI di banten,” terang Irfan.

“Ke depan, YFI akan terus menjalin kerjasama dan bermitra dengan lembaga-lembaga, instansi pemerintah, dan korporasi untuk program pemberdayaan masyarakat di Banten,” lanjut Irfan selaku General Manager Fundraising YFI yang berkantor di Ciputat, Tangerang Selatan.  

Selanjutnya, dalam sambutan, Dina Marlita mengungkapkan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Filantropi Indonesia di Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Tukik yang ia kelola.

Menurutnya budaya membaca buku sejak dini dapat meningkatkan kualitas memori dan melatih keterampilan berpikir seorang anak. “Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan Jambore Ramadhan ini dapat melahirkan generasi muda bangsa yang cerdas dan berintegritas,” ungkapnya. 
Untuk program budaya membaca, YFI menargetkan pembangunan 10.000 perpustakaan dan taman baca masyarakat  di seluruh Indonesia. “target kami di banten adalah 100 taman baca,” ucap M. Irfan Kurniawan yang begitu optimis bahwa program ini dapat memberikan dampak, pengaruh, dan perubahan yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Banten. Irfan pun berharap jambore anak se-Banten bisa terlaksana agar semua pihak mengetahui potensi-potensi yang dimiliki anak-anak banten.  
Berdasarkan data yang dihimpun awak media, acara ini diikuti lebih dari 30 anak yang berasal dari sekitar lokasi kegiatan. Acara ini dirangkai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, penampilan musik tradisional Angklung dari para peserta dan dilanjutkan dengan kelas inspirasi, menonton film inspiratif, pemberian buku bacaan dan paket lebaran, buka puasa bersama dan diakhiri dengan deklarasi gerakan membaca Indonesia oleh para peserta. 
“Saya senang dengan kegiatan ini, bisa kumpul bareng dengan teman-teman dan ditanya tentang cita-cita oleh kakak-kakak (motivator dan panitia penyelenggara -red),” ungkap Didi, salah satu peserta yang berusia 8 tahun. Hal tersebut senada dengan siti (9 tahun) yang mengatakan bahwa ia sangat senang mendapatkan buku-buku bacaan yang baru, terutama buku cerita bergambar.  “Semoga Indonesia makin berbudaya dengan membaca. Dimulai dari Banten, sebagai provinsi inisiator gerakan membaca,” harap Irfan sesaat sebelum para peserta berbuka puasa bersama.



Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes