KASUS TANAH PENGEMBANG PROPERTY OLEH WARGA - RANSEL
Headlines News :
Home » » KASUS TANAH PENGEMBANG PROPERTY OLEH WARGA

KASUS TANAH PENGEMBANG PROPERTY OLEH WARGA

Written By ADMIN on Tuesday, July 26, 2016 | 12:06 PM

jaya real property
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Pengukuran lahan sengketa seluas 2080 meter persegi di Kelurahan Pondok Jaya Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, gagal dilakukan.

Upaya hukum bagi warga yang mengklaim tanah tersebut miliknya harus kecewa lantaran dihalangi pihak pengembang. Meski petugas Badan Pertanahan Nasional Kota Tangerang Selatan menunjukan surat tugas namun tetap dihalangi.

Pengembang Jaya Real Property merasa keberatan atas pengukuran ulang tanah tersebut oleh pihak BPN menurutnya tanah yang menjadi sengketa sudah di eksekusi sesuai putusan Mahkamah Agung tahun 2010.

“Kalau alasan pertama dari sisi hukum sudah menang dari tingkat Pengadilan Negeri 2007 sekitaran, saya lupa yang kedua Pengadilan Negeri Banten, yang ketiga Mahkamah Agung setelah itu dimohonkan penetapan eksekusi oleh kita kepada Pengadilan Negeri Tangerang eksekusi sudah dilakukan tahun 2013 kalau tidak salah,” katanya.

Sementara menurut kuasa hukum warga, Eggi Sudjana mengatakan eksekusi yang dimaksud pihak pengembang Jaya Real Property adalah persil nomor 63 sedangkan tanah warga memiliki persil nomor 65.

“Mereka tadi beralasan ini sudah di eksekusi perlu diketahui, eksekusi yang dimaksud adalah beda persilnya yang kita punya nomor 65 yang mereka punya 63 jadi dengan pengertian seperti itu kita melihat dengan fakta hukum disini saya himbau dengan sangat pengusah janganlah menindas rakyat yang relatif lebih susah dari kalian sebagai pengusaha yang kedua pihak polisi aparat lainnya yg kita tahu sampai dipengadilan kita sudah tahu lah di Indonesia ini brengseknya setengah mati yaitu soal sogok menyogok pasti kita lawan kalau kita kalah dengan triakan dan gerakan kita,”

Sengketa lahan tanah seluas 2080 meter persegi terjadi sejak tahun 2008 lalu, pemilik lahan Punto Wibisono yang memiliki sertifikat tanah hak milik (SHM) nomor 279 tahun 1991 oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tengerang di gugat pihak pengembang.


(korantangsel,com, tur)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA