BREAKING NEWS

Monday, January 19, 2015

DINDIK NGAKU RPJMD 90 PERSEN

dinas pendidikan tangsel
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Dinas Pendidikan Kota Tangsel mengklaim program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2016 sudah berjalan hampir 90 persen. Dari sekian banyak program, beberapa yang sudah 100 persen diantaranya prosentase kelulusan siswa dan wajib belajar sembilan tahun.

Kepala Dindik Kota Tangsel Mathodah mengatakan, capaian 90 persen merupakan hasil hitung-hitungan yang dibebankan ke Dindik selama lima tahun terakhir. Di tahun 2015 ini, kemajuan program yang dicanankan sudah hampir rampung.

Meski sudah rampung, ia mengakui ada beberapa yang belum selesai. Salah satunya, ruang kelas siswa SD yang masih kurang. Di beberapa lokasi, ada satu ruang belajar dipakai lebih dari 32 siswa, angka ini jauh ideal. “Harusnya maksimal satu ruang untuk 32 siswa. Namun di beberapa SD ada yang lebih dari jumlah tersebut. Ini yang sedang kita dorong agar tak ada lagi ruangan dipakai lebih 32 siswa,” katanya, saat ditemui di sebuah acara, di Kecamatan Setu.

Mathodah mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya telah mendorong agar pembangunan ruang kelas bisa segera direalisasikan. Untuk fisiknya, tahun 2015 tak dikerjakan oleh Dindik, namun Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukimanan (DTKBP). “Tahun ini katanya mau dikebut pembanguan sekolah. Kita inginnya 2016 ruang belajar seluruhnya memadai,” ungkapnya.

Selain ruang kelas, program yang lainnya, sudah berjalan dan capaiannya maksimal. Ia mencontohkan, sertifikasi guru, tingkat kelulusan siswa, angka buta huruf, ataupun, program wajib belajar sembilan tahun dimana siswa tak dipungut sepeserpun uang pendidikan. Meski dinilainya maksimal, Mahtodah mengaku tetap akan melakukan evaluasi-evaluasi. Terutama berhubungan dengan kualitas belajar mengajar. Evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana pendidikan yang dihasilkan. Jangan malah hanya mengejar tingkat kelulusan, tetapi kualitas siswanya diabaikan. “Ini yang coba kita kikis. Tak hanya baik secara nilai, tapi akidahnya juga harus diutamakan,” imbuhnya.

Pengamat Pendidikan Rasyud Syakir berharap pendidikan di Kota Tangsel bisa semakin baik. Ia menyoroti fasilitas, maupun tenaga pengajar yang harus terus ditingkatkan kualitas. Dengan kota yang memiliki motto cerdas, modern, dan religius, seyogyianya kualitas pendidikan terus ditingkatkan. “Harus terus ditingkatkan mutu pendidikan, jangan malah tak bagus,” ungkapnya.

Ketua Komite Pendidikan Kota Tangsel Supriano mengatakan, agar kualitas pendidikan bagus mutu para gurunya yang harus ditingkatkan. Untuk itu, guru profesional kini menjadi keharusan. Mereka tak hanya dituntut hebat mengajar tetapi juga bisa berkomunikasi, berinteraksi, hingga memanajemen dengan baik. Selain itu guru juga harus menguasai mata pelajaran yang diembannya. “Guru juga harus bisa menumbuhkan kreativitas siswa. Bila ini berhasil, tentu bakal ada inovasi-inovasi dari generasi muda,” katanya.


Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes