TANGERANG
SELATAN,korantangsel.com-
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Provinsi Banten mendapat uang insentif
sebesar Rp 100 ribu setiap bulan yang diberikan tiap enam bulan sekali.
Pembina Tagana
Provinsi Banten Subangkit mengatakan, dana yang diberikan untuk anggota Tagana
merupakan sebuah apresiasi bukan gaji. Sebab kalau dilihat ukuran nilainya
sangat kecil.
“Menjadi
anggota Tagana karena kerelaan membantu sesama. Kalau buat tumpuan hidup, susah
kalau mengandalkan Tagana,” katanya, saat ditemui di sebuah acara, di Setu,
kemarin.
Subangkit
menambahkan, dana insentif buat anggota Tagana berasal dari anggaran
Kementerian Sosial. Uang tersebut memang rutin diberikan setahun dua kali. Walaupun
uang yang diberikan kecil, tidak menyurutkan anggota untuk bekerja lebih baik.
Sebagai organisasi non profit memang anggaran dana untuk Tagana tidak besar.
Selain uang insentif, pihaknya kini juga
sudah mengajukan permohonan kerja sama ke salah satu bank. Kerja sama ini dalam
rangka agar setiap anggota memiliki asuransi jiwa.
Asuransi ini
sebagai bentuk kepedulian bila anggota mengalami musibah. Besarannya mencapai
Rp 10 juta untuk anggota yang meninggal, sementara untuk sakit anggaran yang
dicover berkisar Rp 1 jutaan.
“Harapan semua
anggota bisa tercover asuransi jiwa,” katanya.
Sementara itu
Koordinator Tagana Provinsi Banten Andika Hazrumi mengatakan, pemberian
asuransi jiwa merupakan salah satu program yang sudah berjalan setahun ini.
Program lainnya, adalah Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berada di setiap desa
ataupun kelurahan, Santri Tanggap Bencana (Santana), pelatihan bagi anggota
yang dilakukan secara berkala dan program perekutan anggota Tagana.
Program
tersebut masih terus berjalan dan setiap waktu dilakukan evaluasi. “Banyak
program yang kita genjot. Ke depannya kita ingin Tagana menjadi organisasi
profit yang besar dan bisa dibanggakan,” ungkapnya.
(korantangsel.com, usni)