RS RP SOEROSO DIRIKAN PWPM UNTUK PENDIDIKAN WANITA - RANSEL
Headlines News :
Home » » RS RP SOEROSO DIRIKAN PWPM UNTUK PENDIDIKAN WANITA

RS RP SOEROSO DIRIKAN PWPM UNTUK PENDIDIKAN WANITA

Written By ADMIN on Monday, April 21, 2014 | 8:39 PM

RS RP SOEROSO TANGSEL
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- PWPM Diresmikan di Tangsel PAMULANG- Perkumpulan wanita peduli menopause (PWPM), kemarin, resmi dibentuk di Kota Tangsel. Organisasi yang konsen bergerak pada menopause ini baru pertama kali didirikan di RS RP Soeroso.

Nantinya organisasi ini akan memberikan pengetahuan tentang menopause dan persoalannya, Ketua pengurus besar perkumpulan menopause Indonesia DKI Jakarta (Permijaya) dr Achmad Merdiana SPOG mengatakan diresmikannya perkumpulan ini  bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap wanita akan memasuki masa menopause, untuk itu kaum wanita perlu mengetahui lebih rinci implikasi menopause terhadap kesehatannya.

Selain informasi tentang menopause, perkumpulan ini juga  untuk memberikan informasi tentang terapi yang tepat guna mengatasi gejala-gejala menopause sehingga setiap wanita yang memasuki masa menopause tetap nyaman dan menikmati kehidupannya pada masa tersebut.  “Makanya pengetahuan tentang gejala menopause perlu diketahui oleh wanita. Ini penting guna menjaga kesehatan kaum perempuan,” katanya, disela-sela peresmian PWPM, di ruang seminar RS RP Soeroso.

Ia mengatakan, menopause adalah proses alami yang tak dapat dicegah. Menopause didefinisikan sebagai suatu saat setelah 12 bulan tanpa haid (amenorea).

Umur rata-rata seorang wanita memasuki masa menopause adalah 51 tahun. Saat terjadi menopause, perempuan mengalami beberapa tanda dan keluhan, akibat menurunnya estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. “Gangguan karena kekurangan estrogen pada masa menopause disebut gejala klimakterik yang mungkin berlangsung mulai pada masa perimenopause (sebelum usia menopause) sampai dengan masa pasca menopause,” katanya.

Ia menjelaskan, gejala awal yang dapat dideteksi terjadi menopause adalah perubahan siklus haid. Siklus haid dapat menjadi pendek atau panjang, jumlah perdarahan dapat berkurang atau bertambah.

Gejala lain akibat penurunan hormon estrogen adalah semburan panas (hot flashes), berupa perasaan terbakar pada bagian tubuh atas, wajah dan leher yang mungkin terlihat memerah. “Gejala lain yang bisa dialami wanita menopause adalah gangguan pada saluran kemih dan vagina, sulit tidur, mudah tersinggung, badan terasa tidak nyaman,” ujarnya.

Bagi kebanyakan wanita, gejala-gejala ini menimbulkan stres dan sukar dihadapi, seringkali bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup dan rasa percaya diri.

Humas RS RP Soeroso, Shinta Lifiani Sofyan mengatakan dibentuknya perkumpulan ini selain memberikan informasi tentang menopause juga informasi berkenaan dengan kesehatan perempuan.

Selain seminar, kedepannya juga ada beberapa kegiatan lainnya. Seperti senam, posyandu, maupun kerohanian. Diharapkan adanya pelbagai kegiatan itu mampu menambah pengetahuan bagi perempuan yang sudah memasuki masa menopause. “Kita juga akan keliling ke beberapa kecamatan di Kota Tangsel untuk memberikan informasi tentang persoalan menopause,” ungkapnya.


(korantangsel.com, ahmad baihaqi)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA