IDI ANCAM PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN - RANSEL
Headlines News :
Home » » IDI ANCAM PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN

IDI ANCAM PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN

Written By ADMIN on Wednesday, October 2, 2013 | 1:01 AM

IDI ancam TANGERANG SELATAN
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com- Perseteruan Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan kian memanas, pasca pemecatan sejumlah dokter Non PNS (Pegawai Negeri Sipil) oleh Direktur RSUD, kini giliran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang dan Provinsi Banten, yang mengancam pemerintah dan manajemen rumah sakit, terkait pemecatan terhadap para dokter tersebut.

Para pengurus Ikatan Dokter Indonesia ini menyatakan sikapnya di hadapan wartawan, mereka menolak sikap Pemerintah Kota Tangsel yang tak juga menyetujui tuntutan para dokter, dimana Pemerintah dan Dinas Kesehatan segera mengganti Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tangsel dari unsur dokter, bukan masyarakat umum.

Namun ironisnya sejumlah dokter justru mendapatkan sangsi bahkan pemecatan bagi mereka yang Non PNS adalah sikap yang tidak profesional yang dilakukan oleh pihak managemen RSUD dan  tidak sesuai dengan undang-undang praktek kedokteran, nomer 44 tahun 2009 tidak hanya itu manajemen rumah sakit juga mempekerjakan dokter asing.

IDI ancam TANGERANG SELATAN

Ketua IDI Provinsi Banten, dr Hendarto, mengaskan akan menempuh jalur hukum jika masalah ini tetap di biarkan Pemda dan Dinas Kesehatan, IDI mendesak  bagi dokter yang Non PNS tidak kembali di pekerjakan dan segera melakukan mediasi, bila mana ini terus di biarkan pemerintah, maka IDI akan menggunakan jalur sesuai perundangan tenaga kerja ke Depnaker.

Menurutnya hasil mediasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Sekertaris Daerah Kota Tangerang Selatan menerima penuh aksi damai para dokter, dan akan segera melakukan koordinasi secepatnya. Tambah dr Hendarto saat diwawancarai reporter korantangsel.com.

IDI mendesak Pemerintah untuk melakukan peninjauan kembali dan pembatalan sangsi yang dicantumkan para dokter tersebut, sekaligus merehabilisitasi nama baik. Jika tidak di lakukan potensi akan mengganggu pelayanan, dari 21 dokter spesialis, 18 yang mendapatkan sanksi.

(korantangsel.com-id/budi haryono)


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA