BREAKING NEWS

Tuesday, June 11, 2013

NADA SHOFA : PEREKONOMIAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT JADI PR BESAR PEMERINTAH

SPBU
dok:tribunnews
TANGERANG RAYA,korantangsel.com- Walaupun belum ditetapkan secara pasti, rencana pemerintah pusat untuk menaikan harga bahan bakar minyak (bbm) tampaknya tidak dapat dirubah lagi. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan bulan Juni ini premium naik Rp 2000 menjadi Rp 6000 per liter dan solar naik Rp 1000 menjadi Rp 5.500 per liter.

 Mendengar keseriusan terkait rencana pemerintah untuk menaikan harga bbm, ternyata banyak menuai pro dan kontra. Nada Shofa, Bakal Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tangerang, salah satu wanita asal partai berwarna hijau ini menolak terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm).

“Jelas saya menolak, karena ini akan merugikan dan memberatkan masyarakat luas. Sebab, faktor ekonomi menjadi kendala utama bagi masyarakat,” kata Nada kepada reporter korantangsel.com.

Nada shofa

Ia berharap, sebelum rencana tersebut diberlakukan, sosialisasi menjadi salah satu jalan yang harus pemerintah lakukan.

Sementara itu, di tempat terpisah, Suryadi, salah satu buruh pabrik di Kabupaten Tangerang mengatakan, kenaikan bahan bakar minyak seharus diimbangi dengan perekonomian dan pendapatan masyarakat. “Naik sih boleh, tapi pemerintah juga harus lihat perekonomian masyarakat secara luas,” terangnya. 


 (korantangsel.com-ahmad baihaqi)

Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes