BREAKING NEWS

TANGERANG SELATAN

NASIONAL

TANGERANG RAYA

Thursday, January 22, 2026

Seleksi Calon Penyedia Jasa Tahun Anggaran 2026 Perumda Tirta Benteng Resmi di Buka

Seleksi Calon Penyedia Jasa Tahun Anggaran 2026 Perumda Tirta Benteng Resmi di Buka


Tangerang Raya, Korantangsel.com - Dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun Anggaran 2026, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang lakukan seleksi daftar calon penyedia jasa.

Berdasarkan pengumuman pendaftaran calon penyedia jasa terseleksi nomor 01/PBJ/PerumdaTB/I/2026, Perumda Tirta Benteng buka seleksi untuk bidang jasa  kebersihan kantor dan jasa keamanan kantor.

” Jenis pekerjaan tersebut di antaranya Jasa Kebersihan Kantor dan Jasa Keamanan Kantor, yang nantinya kita akan melakukan evaluasi, mulai dari administrasi, teknis dan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Dody Effendi, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, kepada Himpunan Wartawan Tangerang (Hiwata), pada Rabu (21/1/2026).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, adapun kualifikasi yang harus dimiliki calon perusahaan penyedia jasa.

" Memiliki ijin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja buruh dari instansi yang berwenang. - Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Perusahaan Kecil senilai Rp. 1.193.010.984,67 (Satu Milyar Seratus Sembilan Puluh Tiga Juta Sepuluh Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat koma Enam Puluh Tujuh Rupiah)," ucapnya.

"Memiliki ijin operasional perusahaan penyedia jasa pekerja buruh dari instansi yang berwenang. Memiliki Surat Ijin Operasional Jasa Pengamanan dari Polda Metro Jaya yang masih berlaku. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Perusahaan Kecil, senilai Rp 2.021.291.422,18 (Dua Milyar Dua Puluh Satu Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Empat Ratus Dua Puluh Dua Koma Delapan Belas Rupiah)," tambahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mengajak para Calon Penyedia Jasa yang sesuai dengan bidang Pekerjaan yang di tentukan.

" Untuk ikut berpartisipasi dalam Seleksi Masuk Daftar Calon Penyedia Jasa Terverifikasi yang akan ikut dalam Kegiatan Pengadaan di PERUMDA TIRTA BENTENG. Akan dimulai sejak tanggal 21 Januari hingga 28 Januari 2026, dan pada tanggal 29-30 Januari akan melakukan Verifikasi Peserta pendaftaran, dan hasil akan diumumkan pada tanggal 2 Februari 2026, untuk Informasi lebih lanjut dan cara Pendaftaran, dapat dilakukan melalui aplikasi E-Procurement pengadaan barang dan jasa Perumda Tirla Benteng Kota Tangerang," pungkasnya.

Sumber : San

Friday, January 2, 2026

Di Balik Dugaan Bunuh Diri, Luka Lebam Raymond Disorot dan Picu Kejanggalan Keluarga


NASIONAL, korantangsel.com – (Kota Tangerang) Kematian Raymond Wirya Arifin (19) yang ditemukan di Sungai Cisadane hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Di tengah dugaan sementara bunuh diri, keluarga korban menyoroti temuan luka lebam pada tubuh Raymond yang dinilai janggal.

Kuasa hukum keluarga dari LBH IPTI, Samatha Putra, menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan penyidik Polsek Karawaci pada Selasa malam (30/12/2025). Pertemuan dilakukan setelah kedua orang tua korban menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik.

Menurut Samatha, pemeriksaan difokuskan pada pendalaman aktivitas Raymond pada 16, 17, dan 18 Juli 2025. Ayah dan ibu korban masing-masing menerima sekitar 12 pertanyaan untuk memperkuat kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Hari ini ada tambahan pemeriksaan dari orang tua korban, almarhum Raymond Wirya Arifin. Ada sekitar 12 pertanyaan yang ditanyakan kepada ibunya maupun ayahnya, terkait aktivitas Raymond pada tanggal 16, 17, dan 18,” ujar Samatha Putra.

Terkait dugaan sementara kepolisian yang mengarah pada bunuh diri, Samatha menyebut kesimpulan tersebut masih bertumpu pada hasil forensik. Namun, pihak keluarga meminta penyidik tidak mengesampingkan temuan lain dalam hasil otopsi.

“Kalau dari hasil forensik memang dikatakan penyebab kematiannya tenggelam karena ditemukan air di paru-paru. Tapi kami minta agar ini tetap didalami lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, keluarga menyoroti adanya resapan darah di kepala, leher, dan bahu korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul. Temuan tersebut dinilai penting dan perlu dikaji lebih dalam oleh penyidik.

“Dokter forensik menyampaikan adanya resapan darah di kepala, leher, dan bahu, yang diduga akibat hantaman benda tumpul. Itu yang kami minta kepada penyidik untuk benar-benar didalami,” jelasnya.

Selain itu, Samatha menyebut pihak keluarga telah menyerahkan sejumlah petunjuk dan informasi tambahan kepada kepolisian. Ia menilai masih ada pihak di luar keluarga yang perlu diperiksa untuk memperjelas peristiwa tersebut.

“Ada beberapa petunjuk dan informasi yang kami dapatkan dan sudah kami serahkan ke penyidik. Masih ada pihak di luar keluarga yang belum diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karawaci, AKP Riono, menegaskan bahwa hingga saat ini kesimpulan kepolisian masih bersifat dugaan. Ia menyatakan penyelidikan masih berjalan dan belum dapat disimpulkan secara pasti.

“Ya baru diduga ya, diduga keras korban bunuh diri. Korban juga enggak punya musuh, enggak punya apa-apa, masih dugaan,” kata AKP Riono.

AKP Riono juga menjelaskan bahwa penyidik masih menelusuri barang-barang milik korban. Laptop Raymond yang sempat dikira hilang ternyata berada di rumah, sementara handphone korban masih dalam pencarian.

“Laptop katanya hilang ternyata ada di rumah. Sekarang kita nyari handphone, kemungkinan ada di kali, di Kali Cisadane,” ucapnya.

Menurutnya, penyidik masih membutuhkan alat bukti tambahan untuk memastikan penyebab kematian korban. Meski dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur.

“Enggak bisa langsung nyimpulin A1. Harus proses dulu, cari bukti-bukti yang lain,” tutupnya.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menegaskan masih meyakini adanya dugaan penganiayaan terhadap Raymond. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan kembali pada awal Januari 2026 seiring pengembangan penyidikan oleh Polsek Karawaci. (korantangsel.com – mega)




    q








Tuesday, December 23, 2025

Bikin Takut, Warga Perumahan Cipondoh Like View Digegerkan Munculnya Uler Kobra

 

Bikin Takut, Warga Perumahan Cipondoh Like View Digegerkan Munculnya Uler Kobra

Tangerang Raya, Korantangsel.com-  Takut, warga perumahan cipondoh like view, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dihebohkan dengan munculnya sejumlah ular berbisa.

Diduga, ular yang bermunculan tersebut merupakan kategori ular yang memiliki bisa (racun-red) yang cukup tinggi yakni ular Kobra, dan spesies ular lainnya.

Kejadian tersebut bermula, saat salah satu warga yang juga melihat ular tersebut bermunculan, sehingga melaporkan hal tersebut ke BPBD Kota Tangerang, apalagi peristiwa munculnya ular berbisa tersebut sudah terjadi beberapa kali.

"Yg ada damkarnya  di dalam kamar, Yang ini di bawah kolong mobil, Sudah 5x. Nah yang baru kemarin ada di blok C, jadi sebelumnya juga ada uler juga," kata salah satu penghuni perumhaan like view cipondoh, kepada Hiwata, pada Senin (22/12/2025) malam hari saat dijumpai.

"Beda2, Dalam satu minggu sudah 5X ya. Ada yang di dalam rumah, ada yang di luar atau di halaman rumah, nah kalo yang di blok C itu ada damkar yang dateng," tambahnya.

Dirinya mengatakan, kerap adanya hal tersebut warga perumahan cipondoh like view  merasa resah, dan merasa takut.

"Jadi warga tidak tenang," ujarnya.

Selain itu, salah satu warga lainnya juga menambahkan dirinya merasa kecewa dengan pihak developer perumahan tersebut lantaran aduan atau keluhan para konsumen perumahan tersebut terkesan selalu di acuhkan.

"Udah sering kita ngadu ke pihak perumahan tapi kaya di cuekin gitu, dan tidak ada respon," pungkasnya.

Diketahui, dahulu sebelum adanya perumahan cipondoh like view merupakan tanah resapan dan waduk atau danau kecil yang merupakan menjadi habitat atau salah satu tempat satwa liar tinggal dan bersarang, baik itu reptil maupun amfibi. (Hiwata/Ys)




 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes