MINYAK TELON BERBAHAN ALAMI DAN USIR NYAMUK HINGGA DELAPAN JAM - RANSEL
Headlines News :
Home » » MINYAK TELON BERBAHAN ALAMI DAN USIR NYAMUK HINGGA DELAPAN JAM

MINYAK TELON BERBAHAN ALAMI DAN USIR NYAMUK HINGGA DELAPAN JAM

Written By ADMIN on Wednesday, June 8, 2016 | 12:22 AM

minyaktelon
BISNIS,korantangsel.com- Merebaknya penyakit berbahaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan virus zika, membuat masyarakat Indonesia khususnya para ibu kian waspada dalam melindungi sang anak.

Sebagai pioneer dan market leader di kategori minyak telon, My Baby mengeluarkan produk terbarunya yaitu My Baby Longer Protection.

Dahlia Yolanda, Sr. Brand Development Manager My Baby mengatakan produk baru ini merupakan minyak telon pertama di Indonesia yang teruji di Institut Pertanian Bogor. 

Pasalnya, lanjut Dahlia, minyak telon ini memiliki kandungan citronella oil (minyak sereh) dan lemongrass oil (minyak sereh wangi), sehingga didalamnya bekerja sinergis memberikan efek anti nyamuk sampai dengan delapan jam, dan cara kerjanya adalah komponen-komponen yang terkandung dalam citronella oil dan lemongrass oil dapat menutupi indera nyamuk untuk mencium aroma manusia, sehingga mereka tidak akan mendekati.

Dahlia berharap, My Baby dapat memberikan solusi yang efektif dan aman untuk mengatasi kekhawatiran ibu, dan mampu menjawab kebutuhan ibu untuk melindungi anak yang usianya lebih besar tiga atau lima tahun ke atas yang sudah mulai aktif melakukan kegiatan di luar rumah. 

Seperti diketahui, artikel dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada tanggal 23 April 2016, Indonesia merupakan negara kedua dengan angka kejadian DBD tertinggi di dunia setelah Brazil.

Kementrian Kesehatan RI mencatat jumlah penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari - Februari 2016 sebanyak 13.219 orang, dengan jumlah kematian mencapai 137 orang, sedanhkan di Jakarta sendiri pada bulan Januari - Maret 2016 terdapat 4.936 kasus DBD, dan merupakan peningkatan terburuk dalam 5 tahun terakhir. 

Sementara Virus Zika di Indonesia pertama kali ditemukan di Jambi pada tahun 2015. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan hingga kini belum ada obat atau vaksinnya.                            


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA