BREAKING NEWS

Friday, August 14, 2015

BATIK ANGGREK, ICON KOTA TANGSEL AKAN DIPATENKAN

batik
TANGERANG SELATAN,korantangsel.com – Sebagai salah satu kota yang ingin memajukan daerah khususnya dibidang pariwisata dan bisnis, Tangsel berencana akan membuat icon berupa batik bercorak anggrek. Sehingga, diharapkan batik Tangsel ini nantinya mampu bersaing dengan batik dari daerah lain.

Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Ferry Payacun mengungkapkan, pemkot sangat konsen untuk mengembangkan industri batik ini. Pasalnya, bakal menjadi identitas kota pemekaran ini, dan tentunya peluang bisnisnya pun menggiurkan.

“Untuk itulah pemerintah akan serius mengembangkan industri batik ini guna mendongkrak pengusaha di Tangsel,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada empat kelompok batik yang tersebar di beberapa kecamatan. Empat kelompok itu rata-rata beranggotakan empat perajin. “Tahun ini akan kembangkan dua kelompok, sehingga akhir tahun di Tangsel ada enam kelompok. Itu target kami dalam waktu dekat,” tambah Ferry.

Adanya dukungan pemerintah baik mulai dari pelatihan-pelatihan, trik pemasaran hingga bantuan permodalan bekerjasama dengan pihak bank terus digalakan. Diakui oleh Ferry, secara bertahap industri batik ini terus bangkit. Bahkan tak tangung-tangung, pemkot juga akan berikan hak cipta.

“Hak cipta itu juga penting dan jauh lebih penting pada masa mendatang. Maka kami akan mematenkan hak ciptanya itu agar tidak diklaim pihak luar. Di Tangsel ada batik tulis dan cap,” jelasnya.

Pemasaran saat ini sudah merambah pada duni perhotelan, seperti di Hotel Santika Premiere Bintaro telah dibuka stand. Nanti juga akan merambah ke hotel-hotel yang lain. Disperindag juga akan mewajibkan penggunaan batik saat dinas.

“Upaya pemasaran sudah pada kerjasama dengan dunia pariwisata hotel dan sebagainya. Ditambah lagi nanti ada intruksi walikota mewajibkan kepada pegawai mengenakan batik Tangsel pada saat hari-hari tertentu,” pungkas Ferry.

Memang Ferry mengakui kelemahan yang dialami saat ini soal desain. Pola desain dan jahit sendiri kurang pas. Tapi akan diperbaiki untuk memberikan kualitas yang bagus dan nyaman dikenakan masyarakat.“Satu kelemahan ada pada desain, yakni pola menjahit. Kami akan evaluasi terus sehingga akan ada perbaikan-perbaikan,” upayanya.

Sementara itu, salah satu perajin batik, Datik Daryanti yang memiliki brand Daty’s Batik Collection mengungkapkan, dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk kemajuan perajin batik di Tangsel. “Harus selaras upaya pemerintah dengan pelaku usaha di Tangsel. Kata kuncinya ada di pemasaran. Bila pemasaran melalui pemerintah dapat bekerjasama dengan maksimal, bukan tidak mungkin batik Tangsel akan cepat populer di mata orang lain,” katanya.

(Korantangsel.com,ahmad fauzi)


Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes