NASIONAL, korantangsel.com - (Kota Ambon) Alexander Waas
resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku dalam Temu Karya
Karang Taruna Provinsi Maluku yang digelar di Santika Premiere Hotel, Kecamatan
Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (21/2/2026).
Terpilihnya
Alexander menjadi momentum baru bagi arah gerak organisasi kepemudaan di
Maluku.
Dalam
sambutannya, ia menegaskan komitmen menjadikan Karang Taruna bukan sekadar organisasi
seremonial, tetapi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi lokal.
Waas mengaku
menerima amanah tersebut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab
besar.
“Tanggung jawab
ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Saya punya cita-cita bahwa Maluku
harus maju, harus bisa bersaing, dan menjadi pionir dalam banyak hal yang
mungkin belum dimiliki daerah lain,” tegasnya yang akrab di sapa Bung Lex.
Ia menekankan
bahwa seluruh potensi di Provinsi Maluku harus diberdayakan maksimal.
Setiap program
yang dijalankan, kata dia, harus memiliki dampak nyata, baik jangka pendek
maupun panjang.
Alexander juga
mengingatkan para ketua Karang Taruna kabupaten dan kota agar tidak terjebak
dalam rutinitas seremoni.
“Jangan sampai
Karang Taruna ini jadi organisasi seremonial. Ramai di temu karya, ramai di
raker, tapi tidak ada kerja nyata. Kita harus turun ke lapangan, bantu
pemerintah daerah dengan gagasan dan aksi konkret,” ujarnya.
Ia berharap
dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Maluku mengalami lompatan kemajuan
berkat kerja kolaboratif seluruh elemen pemuda.
Pesan Nasional
dari PNKT: Karang Taruna Harus Jadi Pabrik Pengusaha Muda
Dalam
kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan
Keanggotaan (OKK) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Bahtiar Sebayang,
memberikan pesan tegas kepada jajaran Karang Taruna Maluku.
Bahtiar
menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi pabrik lahirnya
pengusaha-pengusaha muda masa depan.
“Karang Taruna
harus memastikan organisasi ini menjadi tempat lahirnya pengusaha-pengusaha
keren di masa depan. Kita tidak cukup hanya mencegah anak muda dari narkoba dan
kriminalitas. Kita harus memberdayakan dan membuat mereka mandiri,” ujarnya. (korantangsel.com - dini)