NASIONAL, korantangsel.com (DI Yogyakarta, Yogyakarta) - Garuda Institute pada Jumat (26/6) menyelenggarakan konferensi pers di Yogyakarta untuk menyampaikan Pernyataan Sikap Garuda Institute mengenai pentingnya keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk kontribusi pemikiran Garuda Institute terhadap penguatan kebijakan publik yang berbasis data, berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Konferensi pers dipandu oleh Alexander Waas selaku Sekretaris Eksekutif Garuda Institute. Pembacaan Pernyataan Sikap dilakukan secara bergantian oleh Anto, Irfan, dan Indha selaku Direktur Litbang Garuda Institute. Sementara itu, sesi tanya jawab bersama awak media dipimpin oleh Bahtiar Sebayang selaku Direktur Eksekutif Garuda Institute didampingi Erlan Nopri selaku Pembina Garuda Institute.
Dalam pernyataannya, Garuda Institute menegaskan bahwa pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi merupakan dua agenda yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Investasi pada kualitas gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat produktivitas nasional.
Garuda Institute juga menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki multiplier effect yang luas terhadap perekonomian. Selain meningkatkan kualitas gizi peserta didik dan mendukung penurunan angka stunting, program ini turut menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri pengolahan pangan, koperasi, BUMDes, UMKM, serta menciptakan lapangan kerja melalui rantai pasok pangan nasional. Oleh karena itu, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran maupun jumlah penerima manfaat, tetapi harus dilihat dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Pernyataan Sikap tersebut, Garuda Institute menyampaikan tujuh poin utama, yaitu:
1. Mendukung keberlanjutan Program
Makan Bergizi Gratis sebagai instrumen strategis pembangunan manusia Indonesia.
2. Mendorong penguatan tata
kelola, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program.
3. Menegaskan bahwa keberhasilan
program harus diukur berdasarkan dampak nyata terhadap kualitas gizi,
pendidikan, dan produktivitas masyarakat.
4. Mendorong Program MBG menjadi
penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM, koperasi, petani, peternak, dan
nelayan.
5. Mendorong percepatan penciptaan
lapangan kerja melalui penguatan sektor-sektor produktif.
6. Menekankan pentingnya menjaga
keseimbangan antara kebijakan sosial dan keberlanjutan fiskal negara.
7. Mengajak seluruh elemen bangsa
untuk menjaga rasionalitas publik, memperkuat kolaborasi, serta membangun
budaya kritik yang objektif dan konstruktif demi penyempurnaan kebijakan
publik.
Garuda Institute berpandangan
bahwa dinamika demokrasi yang berkembang di ruang publik harus menjadi sarana
evaluasi yang sehat, bukan alasan untuk menghentikan program-program strategis
yang memiliki manfaat besar bagi masa depan bangsa. Oleh sebab itu, Garuda
Institute mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal
implementasi Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan secara efektif,
transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat
Indonesia.
Tentang Garuda Institute
Garuda Institute merupakan lembaga
kajian strategis yang berkomitmen memberikan kontribusi pemikiran berbasis
riset dalam mendukung perumusan kebijakan publik yang efektif, berorientasi
pada pembangunan manusia, penguatan ekonomi nasional, serta tata kelola
pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
(korantangsel.com - Garuda
Institute, dini)




