BREAKING NEWS

Friday, February 27, 2026

Stunting Bisa Dicegah dengan Lima Rumus Pintu Masuk Keluar

 


KESEHATAN,korantangsel.com- Kader posyandu menjadi elemen penting dalam pembangunan kesehatan, khususnya masalah gizi balita. Untuk itu, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Jatiuwung, mengajak kader posyandu dan kader TP PKK menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait gizi melalui seminar “Stunting Bisa Dicegah, Asal Kita Tidak Lengah”.

Dokter dan Ahli Gizi Komunitas dr. Tan Shot Yen menekankan bahwa stunting bukanlah takdir, melainkan kondisi yang bisa dicegah asalkan kita tidak lengah pada pola asuh, nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang. Karena pencegahan stunting bukan sekedar memberi makan anak, melainkan komitmen dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia membeberkan, ada lima hal pokok yang harus diperhatikan agar tidak lengah dalam pencegahan stunting. Yaitu, gizi ibu hamil (pintu masuk 1) dengan cara mencegah anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil sangat krusial. Sehingga, ibu hamil harus makan makanan gizi seimbang bukan makan banyak.

Kedua, lanjutnya, inisiasi menyusui dini (IMD) dan ASI eksklusif. Karena, kegagalan ASI eksklusif 6 bulan pertama adalah salah satu penyebab utama. Ketiga, MPASI yang benar (pintu keluar 1), harus bergizi dan kaya protein hewani dengan penggunaan pangan lokal yang terjangkau (ikan dan telur) daripada produk instan.

Ke empat,  tidak lengah memantauan tinggi badan anak di posyandu di kurva pertumbuhan, bukan hanya berat badan. Kelima sanitasi dan imunisasi, mempengaruhi penyebab anak stunting. Lingkungan harus bersih dan vaksinasi wajib untuk mencegah anak sering sakit.

Selain itu, ia menambahkan, kuncinya adalah kader wajib menjelaskan bahwa stunting adalah gangguan gizi kronik, bukan sekedar gizi buruk yang berdampak pada kecerdasan anak. Literasi orang tua, dimana mereka harus cerdas gizi dan tidak mudah terpengaruh stigma atau mitos dan pemberian makanan pangan lokal yang lebih direkomendasikan daripada susu formula. 




Program Penanganan Stunting PKK Kecamatan Jatiuwung

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Jatiuwung Nurul Fitri Prihadi menekankan, pentingnya peran PKK dan kolaborasi dengan Kecamatan Jatiuwung dalam penurunan angka stunting, melalui berbagai program prioritas.

Lanjutnya, kolaborasi dengan pihak kecamatan dilakukan dalam hal pemenuhan gizi yaitu Sate Sami (Satu Telur Setiap Minggu) yang dilakukan secara rutin oleh para pegawai, program sedekah sampah yang dikumpulkan warga melalui Bank Sampah diubah menjadi nilai ekonomis untuk membantu pemenuhan gizi balita dengan olahan pangan lokal. Serta pemeriksaan kesehatan bersama puskesmas, serta kader posyandu sebagai pemantau balita di wilayah.

“Kami berharap, ilmu kader posyandu terkait stunting semakin bertambah. Sehingga, nantinya para kader ini bisa menjelaskan kepada masyarakat apa itu stunting hingga bagiamana caranya agar anak tidak stunting,” katanya. (Dini)

Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes