FESTIVAL PEH CUN, PELESTARIAN BUDAYA THIONGHOA - RANSEL
Headlines News :
Home » » FESTIVAL PEH CUN, PELESTARIAN BUDAYA THIONGHOA

FESTIVAL PEH CUN, PELESTARIAN BUDAYA THIONGHOA

Written By korantangsel.com on Saturday, June 15, 2019 | 7:39 AM



 HIBURAN,korantangsel.com- Wakil Walikota Tangerang buka acara lomba Perahu Naga di Sungai Cisadane Kota Tangerang.

Lomba Perahu Naga yang diadakan di Sungai Cisadane Ini menjadi satu daya tarik bagi masyarakat Kota Tangerang dan mereka para pemburu foto.

Acara budaya Thionghoa ini memang menjadi icon bagi Kota Tangerang. Terutama dengan China Bentengnya.


Berdasarkan catatan sejarah, perayaan yang digelar rutin oleh perkumpulan Boen Tek Bio ini, sudah ada sejak tahun 1910 dan selalu diisi dengan berbagai ritual yang dibalut dengan tradisi unik.

 Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin yang turut hadir dalam acara tersebut menuturkan, Festival Peh Cun yang masuk dalam agenda event wisata tahunan Kota Tangerang, haruslah dijaga keberlangsungannya, karena menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.


"Antusias masyarakat cukup bagus, ini harus dijaga karena sudah menjadi agenda event tahunan. Untuk itu saya sampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara," tutur Sachrudin saat di temui usai membuka acara. Sabtu (15/6/19).

Kedepannya, tambah Sachrudin, Pemkot Tangerang akan terus menyajikan event yang lebih meriah dan menarik, sehingga masyarakat lebih mengenal berbagai tradisi dan budaya yang ada di Kota Tangerang.

Festival Peh Cun 2019 yang berlangsung selama dua hari ini, akan menyajikan berbagai macam acara atau lomba diantaranya, Perlombaan Peh Cun atau lomba dayung perahu naga, lomba ulek sambal dan bazar.

Ketua Panitia Peh Cun 2019, Tan Lie mengatakan, festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Di mana, tahun ini jatuh pada tanggal 7 Juni 2019.

Menurutnya, pada 7 Juni kemarin, warga Tionghoa melaksanakan ritual sembahyang Twan Yang untuk menyambut peristiwa alam semesta.

Dalam tradisi itu, kata Tan, warga keturunan Tionghoa di Tangerang melakukan ritual dengan mendirikan telur tegak lurus.

"Jadi festival ini merupakan kelanjutan daripada acara kemarin. Di mana tiap tahun, bersama pemkot kita kerjakan dalam perlombaan perahu naga," ujar Ketua Boen Tek Bio ini.


Tan menambahkan, festival yang digelar untuk membangkitkan kebudayaan dan sejarah Tiongkok ini tak hanya dirasakan warga keturunan Tionghoa, melainkan juga dirasakan bagi seluruh warga Kota Tangerang.

Tan pun berharap, festival ini bisa digelar setiap tahunnya sehingga dapat membangkitkan kebudayaan dan sejarah Tiongkok.

"Saya mengharapkan kedepannya, kedepan bisa terus bersinergi dengan pemkot, Disbudpar, komunitas dan ormas supaya ini bisa ditingkatkan menjadi hiburan masyarakat," tutupnya.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA