TEKNOLOGI BOIFOLK AKAN DI ADOPSI DINAS PERIKANAN KABUPATEN TANGERANG - RANSEL
Headlines News :
Home » » TEKNOLOGI BOIFOLK AKAN DI ADOPSI DINAS PERIKANAN KABUPATEN TANGERANG

TEKNOLOGI BOIFOLK AKAN DI ADOPSI DINAS PERIKANAN KABUPATEN TANGERANG

Written By ADMIN on Saturday, March 19, 2016 | 9:22 AM

dinas perikanan kabupaten tangerang
NASIONAL,korantangsel.com- Teknologi pembudidayaan dan pengembangan ikan melalui tekhnologi Bioflok akan di adopsi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan dalam mengembangkan potensi perikanan yang ada di Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tangerang mengatakan, Teknologi pengembangan dan pembesaran ikan dengan teknologi bioflok yang selama ini di lakukan oleh H. Daud selaku peternak lele asal Cisauk yang lebih dahulu mengembangkan teknologi ini dalam usahanya telah merasakan keunggulan dan kelebihan teknologi ini. Dan tentunya akan membagikan ilmu yang didapat dan menginformasikannya kepada masyarakat khususnya peternak ikan.

"Tentu Kita akan mengadopsi teknologi yang ada di sini dan akan menginformasikan kepada para pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Tangerang, tentunya teknologi ini pasti ada lebihnya dan kekurangannya juga, kami tidak menutup kemungkinan dan selalu membuka diri untuk suatu terobosan dan inovasi di bidang budidaya ikan apa bila ada sesuatu yang baru dan menghasilkan maka kami akan transformasikannya kepada yang lainnya juga," ucap Heri.

Heri melanjutkan, dengan pengembangbiakan ikan yang baik maka akan menghasilkan kualitas ikan yang baik pula serta memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi, untuk budidaya ikan air tawar mungkin lele lah yang masih menjadi primadona dan komoditas utama dikalangan peternak, karena ikan lele lebih familiar dikalangan masyarakat, serta daya beli masyarakat terhadap ikan lele pun cukup tinggi.

H. Muhammad Daud selaku pemilik ternak ikan lele ini sudah berjalan 10 Tahun. menyampaikan luas lahan 4000 m. Awal mula terdapat 40 Kolam namun sekarang hanya 9 kolam, kedalaman kolam relatif sesuai dengan besarnya ikan mulai dari 80 cm sampai 1 meter. Adapun pemasaran baru secara lokal dan panen setiap 40 hari.

"Untuk panen kali ini mencapai 8 kwintal ikan lele, diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membantu memberikan dukungan baik sarana dan prasarana agar kedepannya dapat meningkatkan omset dan memperluas pemasaran, serta meningkatkan metode-metode baru budidaya ikan lele," ucapnya.

Muhammad Daud menambahkan budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok yaitu suatu sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan. Pertumbuhan mikroorganisme di pacu dengan cara memberikan kultur bakteri non pathogen (probiotik), dan pemasangan aerator yang akan menyuplai oksigen sekaligus mengaduk air kolam. Sistem bioflok ini di nilai efektif, dan mampu mendongkrak produktifitas karena dalam kolam yang sempit dapat di produksi ikan lele yang lebih banyak, biaya produksi berkurang dan waktu yang relatif lebih singkat jika di bandingkan dengan budidaya secara konvensional.




Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Support : Editor Website
Copyright © 2011. RANSEL - All Rights Reserved
www.korantangsel.comBeranda|Info Iklan

INFORMASI SEPUTAR KOTA TANGERANG SELATAN DAN SEKITARNYA