BREAKING NEWS

Wednesday, January 15, 2014

HARMONIA : HATI-HATI, EKSIM TIMBUL KARENA PEKERJAAN

shalina
KESEHATAN,korantangsel.com- Anda seorang pekerja yang sering berhubungan dengan bahan kimia? Mulai sekarang berhati-hatilah, sebab dapat menimbulkan penyakit dermatitis atau eksim.

dr. Shalina Sebayang, SpKK Klinik Kulit dan Kecantikan Harmonia, Rumah Sakit Awal Bros Tangerang mengatakan, dermatitis atau eksim kontak akibat kerja merupakan salah satu penyakit kelainan kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, dan penyakit ini dapat menurunkan produktifitas pekerja.

“Dermatitis kontak kerja terjadi karena pekerja mengalami kontak langsung dengan bahan kimia, biologik, agen fisik dan mekanik atau seperti sabun, air, diterjen, pembersih, asam dan basa lemah yang sering digunakan pada industri,” kata Shalina.

Shalina menambahkan, dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) memang paling sering dialami oleh para pekerja industri atau berhubungan langsung dengan bahan kimia, dan biasanya 90 persen paling banyak menyerang bagian tangan. Sehingga akan berpengaruh pada gejala dan perasaan seseorang. Seperti, rasa gatal dan sakit pada waktu melakukan pekerjaan, serta rasa kurang nyaman pada waktu melayani seseorang ketika menggunakan tangan.

eksim

“Ciri-cirinya cukup mudah untuk dikenali, yaitu kulit tampak merah, bersisik, timbul bruntus-bruntus merah, timbul lepuh disertai bengkak. Jika tidak diobati, kulit dapat menebal, bersisik dan pecah-pecah. Jadi segeralah ke dokter spesialis kulit, apabila tanda-tanda tersebut mulai terlihat,” paparnya.   

Untuk pencegahannya, Shalina menjelaskan, bilaslah kulit dengan air dan gunakan sabun ringan, dan lindungi diri dengan menggunakan pakaian atau sarung tangan ketika berhubungan langsung dengan bahan kimia.

 “Penyembuhannya hanya cukup diberikan obat yang mengandung kortikos teroid dan anti histamin, namun bila terjadi infeksi sekunder dapat diberikan tambahan antibiotik,” ujarnya.


Share this:

 
Copyright © 2014 RANSEL. Designed by OddThemes